kampung ukm digital

Firdaus Roeswandi Kembangkan Kampung UKM Digital

Telkomsel telah sukses menggarap pelaku usaha kecil menengah (UKM) di jawa tengah dan DI yogyakarta hingga terbentuknya 60 kampung UKM digital selama 2016. Kesuksesan ini tidak terlepas dari peran sosok Deputy Executive Vice Precident Marketting Telkom Regional IV jateng-DIY dijabat Firdaus Roeswandi.

Kampung UKM Digital mulai terbentuk 2016. Tapi, konsep pendampingan dan penyaluran dana dalam bentuk pinjaman sudah ada sejak lama, yaitu 2002. Jadi ide pengembangan dan pendampingan UKM sebenar dari pusat. hanya saja Firdaus Roeswandi di jateng-DIY menjalankan dan mengembangkannya dengan cara dan konsep yang berbeda. Yaitu tidak hanya menyalurkan pendanaan saja, tapi mendampingi dan memfasilitasi UKM sehingga terbentuk kampung UKM tersebut.

Proses Pembentukan Kampung UKM Digital

kampung ukm digital
Via http://jateng.tribunnews.com

Setelah menerima program dari pusat, Firdaus Roeswandi mendampingi dan memfasilitasi UKM. Dia kembangkan dengan cara yang berbeda. Dia memfasilitasi infrastrukturnya karena dia berpikir, bagaimana menempatkan Wifi bisa menjangkau sampai kampung tersebut yang bisa dipakai pelaku UKM untuk belajar marketing.

Dia merangkul berbagai kalangan, seperti akademisi perguruan tinggi, pemerintah daerah dan beberapa instansi lain, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di semarang ia mengajak Udinus dan Unika Soegijapranata. Di Jogja ia menggandeng UAD.

Dia membuat Kampung UKM secara digital dengan produk homogen atau bahan bakunya satu jenis. Sehingga dalam memasarkan produk juga lebih tersentralisasi, Meskipun Ending Produknya berbeda nama, Packaging atau bentuknya. Disamping itu peranan perguruan tinggi juga ada dalam hal ini. Mereka mendapatkan edukasi mengenai etika dan behaviour (tingkahlaku). misalnya, dalam memasarkan produk UKM, harga tentu berbeda. Hal itu harus dilihat bentuk dan kemasan produk, jangan sampai mereka berkompetisi yang tidak soal harga, Menurutnya.

Alasan Firdaus Roeswandi harus dibentuk kampung UKM dengan digital. Subtansi kampung UKM  ini, bukan pada proses atau produknya. tapi cara memasarkannya. Produk UKM itu sendiri karena pemasarannya melalui internet atau dipasarkan dengan cara digital. Ia mengajari pelaku UKM, bagaimana cara smart businnes.

Melalui pendampingan, Dia maupun instansi yang diajak bekerjasama memberikan pengetahuan promosi, Packacing, Upload, Marketing dan lainnya, sampai bisa memasarkan dengan benar. Menurut dia, Pada intinya, yang dibutuhkan UKM itu adalah acces to capital, acces to commerce, dan acces to competent. jadi kebutuhan dan pemasarannya.

Rencana Kedepan Kampung UKM Digital

Tentang bagaimana rencana pengembangan kedepan kampung UKM digital ini, menurut Dia masih dalam masa penggodokan konsep klasifikasi kampung UKMnya. Nantinya Firdaus Roeswandi akan membuat kampung UKM Digital kategori 1 sampai 4, semakin tinggi klasifikasinya, maka penyaluran dana permodalannya bertambah besar.

Loading...

Referensi lain : Tips Sukses Berkarier Di Perbankan Ala Maqin Norhadi CEO Bank Mandiri

Untuk itu, dia menambahkan dasar klasifikasinya yaitu proses, pengetahuan dan marketing serta Omzetnya. Dengan adanya klasifikasi akan menjadikan kompetisi UKM yang bagus, karena mereka akan berlomba-lomba meningkatkan kualitas sebaik-baiknya. begitulah rencana Firdaus Roeswandi dimasa mendatang tentang pengembangan Kampung UKM digital.


Loading...

Bagikan

Avatar

Penulis

Bercita-cita menjadi penyebar warta dan penebar informasi bermanfaat bagi sesama, asal dari batang, jateng. Menjadi penulis adalah impian sekaligus sebagai hobi, salam kenal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *