Peluang usahaUlasan Bisnis

Tak Hanya Jadi Apoteker, Ini 7 Pilihan Karier untuk Jurusan Ilmu Farmasi

Ilmu Farmasi merupakan ilmu yang mempelajari tentang obat-obatan, meliputi struktur senyawa obat hingga pengolahan obat yang sesuai dengan standar kualitas. Kebanyakan orang dengan lulusan jurusan Ilmu Farmasi, melanjutkan dengan bekerja sebagai Apoteker. Tak hanya jadi Apoteker, ada banyak pilihan karier untuk jurusan Ilmu Farmasi.

Zaman sekarang, perkembangan digital semakin canggih. Berpengaruh pada persaingan kerja yang semakin tinggi, tentunya membuat masyarakat lebih menyadari pentingnya pendidikan.

Pentingnya pendidikan dapat dijadikan bekal di masa depan, karena sekarang ini persaingan kerja tidak bisa jika hanya mengandalkan fisik.

Apalagi jika dibidang Farmasi, perusahaan atau lembaga lain pasti sangat pilih-pilih untuk mendapatkan karyawan yang cerdas. Karena jurusan ini memang memiliki tanggung jawab yang besar, karena berkaitan dengan kesehatan masyarakat.

Baca juga : 8 Pertanyaan yang Perlu Dijawab Sebelum Memilih Karier dan Pekerjaan

Sudah banyak lulusan farmasi yang bekerja sebagai Apoteker, sekarang ini karier menjadi Aptoeker hanya dalam jumlah yang kecil. Misalnya dalam satu rumah sakit biasanya hanya membutuhkan beberapa Apoteker, jika di apotek pasti hanya membutuhkan 2 atau 3 Apoteker saja.

7 Pilihan Karier Untuk Jurusan Ilmu Farmasi

Ada banyak pilihan pekerjaan untuk jurusan Ilmu Farmasi, contohnya sebagai berikut.

1. Quality Control

Karier Untuk Jurusan Ilmu Farmasi

Menjadi QC dalam sebuah industri farmasi, memiliki tugas sebagai mengecek kualitas dan kadar sebuah produk. Apabila tidak memenuhi standar dan kualifikasi yang telah ditetapkan, maka tugas QC selanjutnya melaporkan kepada Quality Assurance.

Pekerjaan yang melibatkan hal-hal seperti diatas, biasanya kamu temui dalam perusahaan industri obat, jamu, dan suplemen. Menjadi Quality Control memiliki gaji rata-rata sebesar Rp. 5 juta-an per bulan.

2. Quality Assurance

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, Quality Assurance bertugas menerima produk dari bagian quality control. Yaitu produk-produk yang standar, dan kualifikasinya tidak sesuai dengan ketetapan.

Sehingga QA akan menganalisa apa saja yang menyebabkan produk tersebut tidak sesuai, serta mencari solusi agar hal tersebut tidak terulang kembali. Bekerja dibidang ini memiliki gaji rata-rata sebesar Rp. 5 juta per bulan.

3. Dunia Pendidikan

Dunia Pendidikan

Selain bekerja di sebuah perusahaan industri, kamu juga bisa memanfaatkan keahlianmu menjadi guru pengajar. Menjadi Guru sekolah menengah kejuruan ( SMK ), bisa juga menjadi Dosen.

Apabila kamu memenuhi syarat, serta mempunyai pengalaman kerja yang sesuai. Maka kamu bisa menekuni profesi ini, biasanya bekerja

menjadi guru memiliki gaji sebesar Rp. 3 juta keatas. Jika menjadi dosen akan memiliki gaji lebih besar lagi, yaitu sebesar Rp. 5 juta keatas.

4. Konsultan Kecantikan

Sekarang ini banyak orang merawat kulitnya dengan pergi ke klinik kecantikan, sehingga setiap kota pasti membuka cabang sebuah klinik kecantikan.

Kamu bisa memanfaatkan peluang tersebut, dengan menjadi konsultan kecantikan. Tugasnya untuk memberikan konsultasi terkait produk kecantikan meliputi make up, produk perawatan wajah, serta memberikan rekomendasi produk yang cocok untuk konsumen.

Menjadi konsultan kecantikan, akan mendapatkan gaji setiap bulan sebesar Rp. 3 sampai 5 juta.

5. Lembaga Pemerintah

Apabila kamu bersedia bekerja di lembaga pemerintah, kamu bisa masuk ke dalam lembaga BPOM yang bertugas mengawasi keamanan obat dan makanan.

Yang termasuk dalam obat dan makanan terdiri atas produk obat, bahan obat, suplemen kesehatan, narkotika, psikotropika, prekursor, zat adiktif, produk kecantikan, kosmetik, obat tradisional, pangan olahan.

Selain lembaga BPOM, kamu juga bisa mencoba lembaga lain yaitu BPJS ( Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan ). Dengan bekerja di lembaga BPOM atau BPJS kamu bisa mendapatkan gaji sebesar Rp. 3 juta keatas, tergantung dengan jabatan yang kamu miliki.

6. Menjadi Pengusaha

Menjadi Pengusaha
Membuka Usaha Apotek

Selain bekerja dengan sebuah perusahaan atau lembaga, kamu juga bisa membuka usaha sendiri seperti membuka Apotik. Syarat untuk bisa membuka usaha Apotik ini kamu harus lulus S1 dan lulus sekolah bidang profesi, serta kamu juga harus melakukan sumpah Apoteker.

Selain harus lulus pendidikan sarjana, kamu juga harus memiliki surat ijin untuk membuka Apotik. Dengan begitu kamu bisa membuka usaha Apotik, meskipun tidak mendapat gaji kamu akan dapat uang dari setiap keuntungan penjualan produk.

7. Pelayanan Masyarakat

Pelayanan Masyarakat
Pelayanan Masyarakat

Bekerja di bidang pelayanan masyarakat, lulusan Ilmu Farmasi disini bertugas untuk memberikan penyuluhan seputar kesehatan kepada masyarakat.

Profesi ini termasuk dalam kategori Pegawai Negeri Sipil di Kementrian Kesehatan, untuk dapat mendapatkan profesi ini kamu harus mengikuti tes CPNS.

Jika kamu berhasil lolos dari tes CPNS, kamu akan ditempatkan di kantor kecamatan berbagai wilayah. Serta mendapatkan gaji sebesar Rp. 3 juta-an, gaji tesebut belum termasuk dengan uang tunjangan.


Loading...
Baca selengkapnya

Menyukai Traveling dan Fotography

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close