Kebiasaan Menunda Pekerjaan

Punya Kebiasaan Menunda Pekerjaan? Ini 10 Cara Mengatasinya

Penelitian menunjukkan bahwa 1 dari 5 orang dewasa punya kebiasaan kronis menunda pekerjaan. Sebenarnya, orang yang suka nunda pekerjaan bukan berarti pemalas. Sering kali mereka menunda pekerjaan karena takut, atau karena perfeksionis.

Kebiasaan menunda pekerjaan harus dihilangkan. Kalau dibiarkan terus, pekerjaan tidak akan selesai, atau terlambat menyerahkan tugas. Akibatnya, di-PHK (kalau karyawan), atau drop out (kalau mahasiswa), dan hidup pun jadi berantakan.

Jadi jangan anggap sepele kebiasaan nunda pekerjaan. Sebagai solusinya, di bawah ini saya uraikan 10 cara mudah untuk mengatasi kebiasaan nunda pekerjaan.

Baca juga : 5 Alasan Mengapa Bosan dengan Pekerjaan, Padahal Sudah Terlanjur Dijalani

1. Ingat kembali tujuan dan impian kalian

Misal kalian adalah mahasiswa, bisa kuliah di jurusan yang kalian inginkan sendiri. Lalu kenapa masih malas mengerjakan tugas? Bukankah kalian sendiri yang pilih jadi mahasiswa dan pilih untuk menjalani tugas sebagai mahasiswa?

Saat kalian kehilangan semangat belajar/bekerja, ingatlah kembali tujuan kalian. Coba pikir lagi, apa yang dulu membuat kalian ingin melakukannya? Kenapa dulu kalian tertarik pada jurusan itu? Apa motivasi dan impian kalian waktu itu?

Misal jawaban kalian adalah ingin jadi orang kaya, ingin membantu banyak orang, ingin terkenal, atau ingin-ingin lainnya. Setelah tahu jawaban kalian, maka dapatkan kembali semangat untuk belajar/bekerja dan fokus pada tujuan kalian.

2. Berpikir positif bicara positif

Orang sering kali menunda pekerjaan karena berpikiran negatif, misal, “ini tidak ada gunanya,” atau “untuk apa kerja keras kalau hasilnya pasti sama saja?” Apa yang ada dalam pikiran kalian saat nunda pekerjaan?

Loading...

Ganti pikiran negatif dengan pikiran positif. Berhubungan dengan poin pertama di atas, mengingat kembali tujuan dan impian kalian bisa membantu kalian kembali berpikiran positif.

Hilangkan segala pikiran negatif dari diri kalian, jangan takut gagal sebelum mencoba. Bersemangatlah untuk meraih tujuan. Katakan pada diri kalian sendiri: “Saya akan meraihnya. Saya pasti bisa!”

3. Jangan banyak mengkhayal

Kalian mungkin punya impian yang ingin diraih. Misal ingin kaya dan terkenal, ingin pergi ke banyak tempat, membeli banyak barang, dsb. Memiliki impian bisa jadi motivasi untuk kerja keras tapi jangan habiskan waktu untuk bermimpi.

Berhentilah mengkhayalkan hasil yang tidak pasti. Yang harus kalian lakukan justru adalah fokus pada kerja keras untuk meraih hasil yang diimpikan.

Jangan sampai kalian lupa bekerja gara-gara sibuk bermimpi. Ingat, yang memberi hasil adalah usaha bukan mimpi.

4. Buat daftar kerja dan batas waktu

Buat daftar pekerjaan yang harus kalian selesaikan (semacam to-do list), lalu atur jadwal dan batas waktu yang sesuai untuk menyelesaikan pekerjaan. Jenis pekerjaan yang paling penting harus diutamakan dan diselesaikan paling awal.

Ingat, kalian harus berkomitmen untuk benar-benar mengikuti jadwal dan batas waktu yang sudah kalian buat/ Kalau misal batas waktunya adalah 3 jam,  maka kalian harus memaksakan  diri untuk menyelesaikan tugas itu dalam 3 jam.

Membuat jadwal kerja dan batas waktu akan membuat kalian bekerja lebih efektif. Kalian akan merasa terdorong untuk mengerjakan tugas dengan cepat, tahu apa yang harus dikerjakan setiap hari, hidup jadi teratur dan bebas stress.

5. Jadwal kerja harus fleksibel

Berhubungan dengan poin 4 di atas, Kalian memang butuh jadwal kerja supaya bisa mengatur waktu dengan baik. Tapi buatlah jadwal kerja yang fleksibel, jangan terlalu kaku, jangan pula terlalu banyak.

Fokus pada pekerjaan yang penting saja. Saat membuat daftar kerja (to-do list), pertimbangkan lagi mana saja pekerjaan yang sangat penting. Pekerjaan yang tidak penting berarti tidak perlu dilakukan berarti tidak perlu masuk jadwal.

Selain belajar dan bekerja, kalian juga butuh waktu untuk istirahat, dan bersosialisasi dengan keluarga atau teman. Olah karena itu, fokuslah pada pekerjaan yang penting saja. Jadwal  dibuat untuk membantu bukan untuk menjadi beban.

6. Anggap mudah tapi jangan anggap remeh

Berpikir bahwa tugas terlalu berat, bisa membuat kalian menyerah sebelum mencoba. Karena itu, kalian perlu meyakinkan diri sendiri bahwa tidak ada pekerjaan yang terlalu sulit untuk kalian. Semua pekerjaan itu mudah dan bisa diselesaikan.

Tapi menganggap mudah bukan  berarti menganggap remeh. Dan memang jangan dianggap remeh.

Intinya adalah mengatur pola pikir. Anggap pekerjaan itu mudah supaya pikiran kalian tidak terbebani oleh tanggung jawab yang berat. Dengan begitu, kalian bisa bekerja tanpa stress.

7. Rencanakan gangguan

Maksudnya bukan menciptakan gangguan, tapi justru bersiap mengatasi gangguan.

Pertama, buatlah daftar gangguan-gangguan yang mungkin akan kalian hadapi saat mengerjakan tugas. Misal, “tiap kali buka facebook saya jadi lupa waktu,” berarti Facebook adalah gangguan yang harus kalian jauhi saat bekerja.

Setelah daftar gangguan selesai dibuat, jauhkan semua gangguan itu dari kalian, dari tempat kerja kalian, dan dari pikiran kalian. Pokoknya kalian harus bisa bekerja tanpa gangguan, supaya bisa cepat menyelesaikan tugas.

Kalian juga perlu persiapkan mental untuk menghadapi gangguan yang mungkin datang tiba-tiba, karena bagaimana pun hidup tak selalu berjalan sesuai keinginan. Kalau punya mental kuat, maka tidak akan mudah down saat hal buruk terjadi.

8. Bekerja di lingkungan yang produktif

Ada alasan bagus kenapa orang membangun sekolah dan kantor: karena semua orang butuh tempat khusus yang akan mendorong mereka jadi produktif. Tempat khusus yang bisa membuat orang  fokus dan bisa bekerja dengan cepat.

Coba saja bandingkan sendiri: belajar di ruang kelas, di perpustakaan, atau belajar di rumah di depan TV, mana yang lebih baik? Pasti kalian  bisa belajar dengan lebih baik kalau ada di ruang kelas atau ada di perpustakaan.

9. Mandiri, bantu diri sendiri

Orang yang banyak bergantung pada orang lain biasanya tidak bisa bekerja sendiri. Akhirnya dia sering menunda pekerjaan karena menunggu bantuan datang. Orang seperti itu, tidak yakin bahwa dia bisa bekerja sendiri.

Solusi satu-satunya adalah: jangan minta bantuan orang lain. Kerjakan pekerjaanmu sendiri. Meyakinkan diri sendiri bahwa kalian bisa mandiri saja tidak cukup, kalian harus pastikan bahwa tidak ada orang lain yang akan membantu kalian.

Minta keluarga dan teman untuk tidak ikut campur pekerjaan kalian. Apapun kesulitan yang muncul saat bekerja, kalian harus menghadapinya sendiri. Sehingga kalian tidak terus mengandalkan orang lain untuk menyelesaikan pekerjaan kalian.

10. Rayakan atau maafkan

Hanya ada dua hasil yang mungkin didapat setelah kerja keras: sukses atau gagal.

Setelah tugas selesai dan sukses, rayakanlah. Tidak perlu pesta mewah. Kadang satu hari libur, atau makan bareng keluarga/teman sudah cukup untuk merayakan kesuksesan. Perayaan dan hadiah bisa jadi motivasi untuk makin semangat kerja.

Tapi ada kalanya kerja keras tetap berakhir dengan kegagalan. Saat kegagalan itu terjadi, terima dan maafkan dirimu sendiri. Percayalah bahwa semua orang sukses pernah gagal. Tapi mereka terus bangkit sampai akhirnya menjadi sukses.

Jadi kenapa ditunda sampai besok kalau bisa diselesaikan hari ini? Kalau bisa sukses sekarang, kenapa ditunda untuk masa depan?



Loading...

Bagikan

Reha Wijaya

Penulis

Hobi fotografi, tapi sehari-hari menghabiskan waktu di depan komputer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *