Kecepatan Internet di Indonesia Sangat Buruk, Benarkah?

Jika harus jujur, kecepatan internet di Indonesia tidak terlalu bagus atau yang lebih tepatnya biasa-biasa saja.

Jangankan kecepatan internet, jaringan internet pun terkadang sangat susah untuk didapatkan atau sulit masuk ke suatu daerah, lantaran terkendala masalah infrastruktur.

Pemerintah Tidak Tinggal Diam

kecepatan internet indonesia
Gambar: Kominfo.go.id

Untungnya, pemerintah Indonesia tidak tinggal diam dalam menangani masalah internet ini, karena pemerintah melalui Kemkominfo sudah membuat proyek besar yang bernama Palapa Ring.

Apa itu Palapa Ring?

Adalah proyek yang berusaha menjadikan semua wilayah Indonesia terhubung dengan internet atau yang lebih tepatnya memeratakan akses internet di seluruh wilayah Indonesia.

Selain memeratakan akses internet di seluruh wilayah Indonesia, Palapa Ring juga berusaha menyamakan tarif internet ke seluruh wilayah Indonesia, baik itu wilayah Indonesia barat, tengah, hingga timur.

Apakah sudah selesai?

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan, bahwa proyek Palapa Ring akan selesai pada awal tahun 2019.

Loading...

Dilansir dari Kominfo, Palapa Ring terbagi ke dalam tiga paket, yaitu:

1. Barat: Riau hingga Pulau Natuna.

2. Tengah: Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara.

3. Timur: NTT, Maluku, Papua Barat, dan pedalaman Papua.

Menengok Kecepatan Internet di Indonesia

kecepatan internet indonesia
Gambar: Opensignal.com

Perusahaan analisis Opensignal telah membuat laporan terkait kecepatan internet di 69 negara dunia, termasuk Indonesia.

Dalam penilaiannya, Opensignal memilih menggunakan pengalaman video secara keseluruhan dan kecepatan download video.

Apa maksud dari pengalaman video secara keseluruhan?

Adalah penilaian yang berdasarkan kualitas gambar, waktu pemuatan video, dan stabilitas koneksi.

Opensignal pun memberikan skor ke dalam kategori ini, yaitu:

75-100Excellent
65-75Very Good
55-65Good
40-55Fair
0-40Poor

Apa hasilnya?

Dari ke-69 negara, Indonesia menduduki posisi ke-61. Dan Indonesia memiliki nilai 45.59 yang berarti masuk ke dalam kategori Fair.

Adapun untuk posisi 10 besar, berikut daftarnya:

1. Republik Ceko – 68.526. Singapura – 66.94
2. Hungaria – 67.897. Belanda – 66.58
3. Norwegia – 67.418. Denmark – 65.70
4. Belgia – 67.209. Austria – 65.62
5. Uni Emirat Arab – 67.0710. Swiss – 65.14

Sekarang, masuk ke penilaian kedua, di mana Opensignal memberikan penilaian berdasarkan kecepatan download video.

Jika penilaian di pengalaman video secara keseluruhan diambil berdasarkan kualitas gambar, waktu pemuatan video, dan stabilitas koneksi.

Untuk penilaian kedua ini, Opensignal menilainya dari kecepatan download video dalam jaringan data 3G dan 4G di 69 negara.

Lantas, apa hasilnya?

Posisi Indonesia justru lebih buruk, di mana Indonesia menempati posisi ke-64 dengan rata-rata kecepatan download sebesar 6.66 Mbps.

Indonesia pun hanya unggul tipis atas negara Asia Tenggara dan Asia Selatan, yaitu Thailand, Kamboja, Filipina, Pakistan, dan India.

Adapun untuk posisi 10 besar, berikut daftarnya:

1. Korea Selatan – 45.58 Mbps6. Belgia – 32.86 Mbps
2. Norwegia – 40.25 Mbps7. Hungaria – 31.93 Mbps
3. Singapura – 38.11 Mbps8. Swiss – 31.47 Mbps
4. Belanda – 37.28 Mbps9. Kanada – 31.26 Mbps
5. Australia – 33.38 Mbps10. Denmark – 30.19 Mbps

Kesimpulan

Berdasarkan laporan Opensignal, sekarang sudah diketahui jika kecepatan internet di Indonesia memang kalah jauh dari negara-negara lain.

Meski saat ini masih menempati posisi bawah dari ke-69 negara, mungkin dalam jangka waktu 5 atau 10 tahun, Indonesia akan mampu bersaing dalam hal kualitas internet dengan negara lain.

Baca: Ada 16 Calon Kota Teknologi Asia, Kota di Indonesia Termasuk?

Rasa optimisme itu didasari dari gerak cepat pemerintah yang berhasil membuat proyek Palapa Ring untuk seluruh wilayah Indonesia.

Bahkan, setelah Palapa Ring selesai, Menteri Rudiantara berencana menyelimuti Indonesia dengan internet kencang.


Loading...

Bagikan

Leo Setiawan

Penulis

Komentar

    Avatar

    Riko

    ( - 05:05)

    Gila!
    Kita kalah dari Singapura, negara kecil itu memang
    terkenal makmur ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *