Review ProdukTekno

4 Kelebihan OS Harmony Dibandingkan Android, Jauh Lebih Baik?

Keunggulan OS Harmony Jika Dibandingkan dengan Android

Pada bulan Agustus lalu, produsen smartphone asal Tiongkok, Huawei, secara resmi meluncurkan sistem operasi multi-platform terbaru mereka. Meski demikian, terdapat beberapa kelebihan OS Harmony dibandingkan Android yang diklaim Huawei jauh lebih baik.

OS Harmony yang dirilis pada acara Huawei Developer Conference tersebut sebenarnya bukanlah sistem operasi yang dihadirkan sebagai pesaing OS Android secara langsung.

Namun, OS ini lebih difokuskan untuk berbagai perangkat IoT (Internet of Things) seperti smart speaker, smart screen, car head unit, dan lain-lain.

Baca juga: Baru Dirilis, Berikut 8 Fakta Tentang OS Harmony dari Huawei

Kelebihan OS Harmony Dibandingkan Android

Meski belum terlalu banyak digunakan, namun jika melihat spesifikasinya secara umum, terdapat beberapa kelebihan OS Harmony dibandingkan Android. Apa saja kelebihan tersebut? Berikut ulasannya.

1. OS Harmony Tidak Berbasis Kernel Linux

Sumber: forbes.com

Jika sistem operasi Android dibangun dengan berbasiskan kernel Linux, berbeda dengan Harmony yang tidak dikembangkan dari Linux. Kernel sendiri adalah suatu perangkat lunak yang merupakan inti dari sebuah OS dan mempunyai akses hingga ke perangkat keras.

Untuk OS Harmony sendiri, Huawei mengembangkannya dari microkernel baru yang memiliki ukuran jauh lebih kecil ketimbang kernel monolitik seperti Linux. Selain itu, microkernel untuk Harmony hanya memproses thread scheduling dan Inter-Process Communication (IPC).

2. Mekanisme Determinitsic Latency Engine

Sumber: xda-developers.com

Microkernel untuk OS Harmony sendiri menggunakan sistem penjadwalan canggih yang dikenal dengan nama Determinitsic Latency Engine. Dengan menggunakan mekanisme ini, performa perangkat diklaim akan menjadi lebih smooth.

Mekanisme ini sendiri memanfaatkan analisis beban waktu nyata, perkiraan untuk mengalokasikan sumber daya yang lebih efisien, dan pencocokan karakteristik aplikasi.

Huawei juga mengklaim bahwa dengan mekanisme ini, latensi respons akan meingkat hingga 25,7 persen dan untuk fluktuasi latensi akan meningkat hingga 55,6 persen.

Baca juga: Kena Embargo Amerika Serikat, Huawei Makin Kuat di China

3. Konsep OS-nya Terdistribusi

Sumber: arstechnica.com

Untuk OS Harmony, Huawei menyebut bahwa konsep yang digunakan untuk sistem operasi ini terdistribusi dan jauh berbeda daripada Android.

OS ini juga menggunakan task scheduling dan data management yang terdistribusi, dengan demikian performa dapat mengalami peningkatan secara signifikan.

Huawei juga mengklaim bahwa konsep yang terdistribusi yang dibangunnya ini, performa mampu mengalahkan OS Android.

Pabrikan yang bermarkas di Shenzhen ini juga menganggap bahwa memiliki beberapa kekurangan, seperti memiliki masalah redundant code dan fragmentasi serta mekanisme scheduling yang sudah ketinggalan.

4. Tidak Memiliki Akses Root

Sumber: promon.co

Berbeda dengan Android yang bisa di-root, Huawei sebagai pihak pengembang menegaskan bahwa sistem operasi terbarunya ini tidak memiliki akses root. Hal ini diklaim secara umum akan membuat perangkat menjadi lebih aman.

Selain itu, untuk semakin meningkatkan keamanan microkernel-nya, Harmony juga menggunakan metode verifikasi.

Kehadiran OS Harmony ini sendiri diakibatkan dari konflik antara AS dengan Cina yang terjadi belakangan ini. Meski demikian, pada peluncuran resminya Huawei mengungkapkan bahwa sistem operasi terbarunya ini sudah dikembangkan sejak lama.

Baca juga: Ini Alasan Huawei di Blacklist Amerika Serikat, Termasuk Google

Masih dari larangan AS terhadap hubungan bisnis dengan perusahaan dari Cina seperti Huawei, hal ini juga membuat smartphone flagship terbaru mereka Huawei Mate 30 Series akan meluncur tanpa adanya dukungan dari Google.

Ini artinya, smartphone tersebut tidak bisa merasakan beberapa layanan utama Google seperti Play Store, YouTube, Maps, Gmail, dan lain-lain.


Loading...
Baca selengkapnya

Rain or shine, I want to see you smile.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close