Keren, Inilah Startup Indonesia yang Berekspansi ke Luar Negeri

Startup Indonesia yang berekspansi ke luar negeri belum begitu banyak jika dibandingkan dengan startup-startup dari negara lain.

Meskipun begitu, kita sebagai warga negara Indonesia harus tetap berbangga, karena ide dan kerja keras dari anak bangsa, ternyata bisa bersaing dan diterima oleh masyarakat dunia.

7 Startup Indonesia yang Berekspansi ke Luar Negeri

Ada banyak sekali startup yang tumbuh di Indonesia. Namun dari banyaknya startup-startup yang tumbuh itu, semuanya memiliki level yang berbeda.

Meski tiap startup memiliki level yang berbeda-beda. Tentu kita berharap, ada sebagian dari mereka yang memperluas jangkauan ke pasar luar negeri, sebagaimana ke-7 startup berikut ini:

1. Go-Jek

Startup Indonesia yang Berekspansi ke Luar Negeri
Gambar : Orisinil

Go-Jek berdiri pada tahun 2010. Perusahaan yang dibangun Nadiem Makarim itu, kini sukses menjadi pesaing berat dari Grab.

Baru-baru ini, Go-Jek sudah melebarkan sayapnya di negara Vietnam dengan nama Go-Viet.

Bahkan Nadiem mengatakan, Go-Viet telah memiliki ribuan pengemudi di kota Ho Chi Minh dan setiap harinya banyak masyarakat Vietnam yang ingin bergabung.

Ekspansi Go-Jek pun tak berhenti di Vietnam saja, karena mereka juga akan melakukan ekspansi ke negara Thailand dengan nama GET, Filipina, dan Singapura.

Loading...

2. Traveloka

Startup Indonesia yang Berekspansi ke Luar Negeri
Gambar: Alona

Siapa yang tak kenal dengan nama Traveloka? Hampir semua orang, khususnya warga negara Indonesia mengenalnya, karena startup yang satu ini sangat terkenal.

Didirikan Ferry Unardi pada tahun 2012. Kini, Traveloka telah memperluas pasarnya di kawasan Asia Tenggara dengan hadir ke beberapa negara, seperti Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Bahkan di negara Thailand, Traveloka berhasil menjadi salah satu aplikasi yang sangat populer.

3. Hijup

Startup Indonesia yang Berekspansi ke Luar Negeri
Gambar: Entrepreneurhub

Hijup adalah islamic fashion e-commerce pertama yang berhasil muncul di dunia. Startup yang didirikan Diajeng Lestari pada tahun 2011 itu, kini telah merambah pasar Malaysia.

Selain melebarkan sayap bisnisnya ke Negeri Jiran, istri dari Achmad Zaky itu juga melebarkan sayap bisnisnya ke negara Inggris.

Hijup bersama BEKRAF (badan ekonomi kreatif) telah menandatangani kerjasama strategis antara Indonesia-Inggris di bidang industri kreatif.

4. Adskom

Gambar: Youthmanual

Nama startup yang satu ini mungkin terlalu asing bagi warga negara Indonesia, karena kiprahnya yang jarang disorot oleh media.

Meskipun jarang disorot oleh media, kenyataannya Adskom sudah melebarkan sayap bisnis ke beberapa negara, seperti India, Singapura, dan Amerika Serikat.

Startup bentukan Italo Gani pada tahun 2013 itu, diketahui melakukan ekspansi pertamanya pada tahun 2016, yakni di negara India.

Kemudian, Adskom melakukan ekspansi ke Singapura dan Amerika Serikat. Adskom sendiri adalah startup yang bergerak di bidang periklanan.

5. Bridestory

Startup Indonesia yang Berekspansi ke Luar Negeri
Gambar: YouTube

Setiap pasangan yang akan menikah, tentu tidak asing dengan nama Bridestory. Bridestory adalah aplikasi yang memudahkan calon pengantin untuk menemukan wedding vendor pilihan.

Bridestory sendiri didirikan oleh Kevin Mintaraga pada tahun 2014. Startup yang satu ini terbilang cukup sukses dalam perjalanannya, karena di tahun 2015 sudah mampu merambah pasar luar negeri.

Pasar luar negeri yang dirambah oleh Bridestory pada tahun 2015 adalah Singapura, Filipina, dan Australia.

6. SweetEscape

Startup Indonesia yang Berekspansi ke Luar Negeri
Gambar: Prestigeonline

Sama seperti Adskom, nama SweetEscape pun tidak terlalu dikenal oleh masyarakat Indonesia, karena jarang diliput oleh media.

Apa itu SweetEscape?

Adalah aplikasi atau layanan fotografi liburan yang didirikan oleh David Soong pada tahun 2015.

SweetEscape membantu para pelancong untuk mengabadikan momen yang mereka miliki, di mana mereka akan dihubungkan dengan lebih dari 2.000 fotografer di seluruh dunia.

SweetEscape bisa digunakan oleh masyarakat dunia. Dan ekspansi pertama kali yang mereka lakukan adalah di negara Filipina.

7. Investree

Startup Indonesia yang Berekspansi ke Luar Negeri
Gambar: Mysharing

Investree adalah startup fintech yang berekspansi ke negara Vietnam. Investree didirikan oleh Adrian Gunadi pada tahun 2015, dan saat ini sedang berkembang pesat.

Pada akhir Desember 2017 kemarin, Investree juga mendapatkan pendanaan seri B dari investor lokal dan mancanegara.

Dari pendanaan tersebut, kabarnya mereka juga akan melakukan ekspansi ke negara Asia Tenggara lainnya, yakni Thailand.

Kesimpulan

Ke-7 startup Indonesia yang berekspansi ke luar negeri di atas, membuktikan bahwa bangsa atau anak-anak Indonesia tak kalah dengan negara lain.

Kini, keberadaan startup tidak bisa dianggap remeh dan tentunya kita berharap semakin banyak startup Indonesia yang berekspansi ke luar negeri.

Baca: Bagaimana Perkembangan Startup di Indonesia?

Akan tetapi, sebelum berekspansi ke luar negeri, tentu kita berharap startup-startup tanah air itu memberi kontribusi nyata kepada negara sendiri, sebelum nantinya berkontribusi untuk negara lain.



Loading...

Bagikan

Leo Setiawan

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *