Internet

Kian Pede, Huawei Tak Akan Gunakan Google Lagi di 2020?

Raksasa teknologi asal China, Huawei, nampaknya sudah mulai bisa menerima kenyataan dan bangkit jika mereka tidak akan bisa menggunakan Google lagi untuk perangkat ponsel terbaru yang akan mereka keluarkan.

Sanksi dari pemerintah Amerika Serikat yang menuduh Huawei sebagai mata-mata pemerintah China memang cukup menyesakkan. Namun seperti yang sudah disebutkan di awal, sebagai raksasa teknologi dari Negeri Tirai Bambu, sanksi AS tersebut sudah mulai bisa mereka terima.

Huawei Sudah Buat Ekosistem Sendiri

Karena tuduhan mata-mata akibat dari perang dagang yang tiada henti, mau tak mau Huawei harus membuat ekosistemnya sendiri guna menjaga keberlangsungan bisnis mereka agar semakin tidak terpuruk atau yang lebih buruknya mengalami kebangkrutan.

Hasilnya, perusahaan yang didirikan Ren Zhengfei itu telah membuat layanan alternatif bernama Huawei Mobile Services (HMS). HMS sendiri adalah ekosistem yang mulai dibentuk oleh Huawei untuk lepas dari bayang-bayang Google.

Dilansir dari GSMArena, Huawei Developer Groups (HDG) telah memberikan konfirmasi bahwasanya HMS 4.0 versi beta akan siap dicoba. HMS 4.0 versi beta sendiri sudah jauh lebih baik dari versi sebelumnya di mana terdapat peningkatan layanan akun, layanan pembayaran dalam aplikasi, dan layanan iklan.

Bukan hanya itu saja, HDG juga sudah menyelipkan beberapa fitur di HMS 4.0 versi beta seperti fitur pendeteksi pengguna palsu, dan pendeteksi URL jahat. Dengan sudah ditingkatkannya HMS, maka langkah Huawei untuk menghilangkan ketergantungan mereka dari Google sudah semakin terlihat nyata.

Baca juga: AS Beri Dispensasi 90 Hari, Huawei Justru Menolak

Huawei Tak Akan Gunakan Google di 2020?

Pihak Huawei mengungkapkan jika HMS kemungkinan besar akan digunakan pada tahun 2020. Dengan demikian, maka mereka sudah tidak perlu dipusingkan lagi dengan kondisi perang dagang antara China dan Amerika Serikat yang tidak kunjung usai yang akibat perang dagang tersebut menghambat laju bisnis mereka.

Ren Zhengfei sendiri dalam salah satu wawancaranya dengan CNN memang sudah mengantisipasi itu semua. Pria 75 tahun tersebut dalam wawancaranya mengatakan jika kehilangan Google membuat Huawei merencanakan plan B.

Dan plan B yang dimaksud Ren Zhengfei adalah dengan membuat sistem operasi sendiri untuk menggantikan Android. Dan seperti yang sudah kita ketahui bersama, Huawei pun sudah membuat sistem operasinya sendiri yang bernama Harmony OS.

Baca juga: Balik Menyerang, Huawei Ancam Boikot Perusahaan AS

Bahkan terkait Harmony OS ini, Ren Zhengfei begitu percaya diri jika OS buatan perusahaannya itu akan mampu sepopuler iOS dalam jangka waktu dua tahun saja. Selain semakin percaya diri dengan OS buatannya, baru-baru ini Huawei juga merencanakan penghentian kerja samanya dengan perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close