Kisah Inspiratif

Kisah Sukses William Tanuwijaya : Mantan Penjaga Warnet yang Sukses Mendirikan E-Commerce Tokopedia

Kisah sukses William Tanuwijaya menjadikan kalimat “Sudah Cek Tokopedia Belum? terkenal dan akrab ditelinga masyarakat Indonesia. William Tanuwijaya merupakan seorang CEO sekaligus pendiri dari marketplace terkenal Tokopedia.

Tokopedia sendiri tumbuh berkembang dengan mendapatkan modal pendanaan besar dari Softbank dan Sequila Capital. Modal yang diterima untuk pengembangan Tokopedia pun tidak tanggung-tanggung yakni sebesai US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun.

Dengan modal yang besar, wajar jika Tokopedia mampu memiliki anggaran yang besar untuk membuat iklan. Iklan inilah yang menjadikan Tokopedia dapat lebih dikenal oleh masyarakat Indoneisa dan populer sampai saat ini.

Namun kisah sukses William Tanuwijaya tidak didapatkannya secara mudah dan instant. Banyak perjuangan dan juga penolakan dari berbagai pihak sampai akhirnya Tokopedia mampu menjadi marketplace besar di Indonesia.

Perjuangan yang tidak kenal lelah dari seorang William Tanuwijaya menjadikan Tokopedia dapat tumbuh besar dan memiliki lebih dari 1 juta merchants terhitung tahun 2016. Bukan cuma itu saja, pada tahun 2016, Tokopedia mampu mencapai transaksi sebanyak 16,5 juta produk per bulannya dengan transaksi mencapai triliunan rupiah.

Sebagai pelajaran hidup untuk kita, berikut beberapa tips dan kisah sukses William Tanuwijaya dalam mengembangkan marketplace Tokopedia.

Kisah Sukses William Tanuwijaya
William Tanuwijaya Via biografi.id

Percaya bahwa Pendidikan Adalah Modal Terbaik

William Tanuwijaya bukanlah orang yang terlahir dari keluarga yang kaya raya. Ia terlahir di Pematang Siantar, sebuah kota di Sumatera Utara. Namun kondisi demikian tidak menjadikan William melupakan pendidikan, begitu pun dengan ayah dan pamannya. Setelah lulus dari SMA, William diberikan kesempatan oleh ayahnya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi di Jakarta, tepatnya di Universitas Bina Nusantara.

Rasa antusias melihat ibukota senantisa dirasakan oleh William Tanuwijaya kala itu. Dengan menggunakan kapal selama empat hari tiga malam akhirnya William Tanuwijaya sampai di Jakarta tempatnya melanjutkan pendidikan tinggi.

Loading...

Kepercayaan yang besar bahwa pendidikan yang akan mengubah nasib seseorang merupakan salah satu faktor yang menjadikan William Tanuwijaya dapat mengubah nasibnya. Tidak tanggung-tanggung, William memberanikan diri untuk menginjakkan kakinya ke Jakarta hanya unutk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Sebuah usaha keras yang pantas untuk dibayar mahal dengan keberhasilannya mengembangkan Tokopedia.

Jangan pernah menyepelekan pendidikan sedikit pun, itu pelajaran hidup dari kisah sukses William Tanuwijaya. Belajar dari siapa pun dan dimana pun kita berada, membaca buku dan kembangkan cakrawala pengetahuan. Dengan pengetahuan yang baik berarti kita telah menggenggam manisnya masa depan dikemudian hari.

Kisah Sukses William Tanuwijaya Dimulai dari Susahnya Hidup di Perantauan

Hidup di Jakarta dan jauh dari kampung halaman membuat William harus memutar otak untuk dapat bertahan hidup. Ditambah lagi saat William mulai kuliah, ayahnya jatuh sakit dan pasti membutuhkan banyak biaya untuk pengobatan. Akhirnya William mencoba untuk melamar pekerjaan sebagai penjaga warnet dekat dengan kampusnya. William bekerja dari jam 9.00 malam sampai dengan 9.00 pagi, sebuah waktu yang sangat melelahkan mengingat William pun harus pergi kuliah saat itu.

Dari warnet inilah, William Tanuwijaya merasakan kecintaannya terhadap dunia internet. William mengatakan dari internet semua informasi yang kita butuhkan ada jawabannya.

Kesusahan hidup dan harus berjuang keras di tanah orang dijalani dengan tegar oleh William Tanuwijaya. Mengambil kesempatan menjadi penjaga warnet, tidak malu ia lakoni sebagai penyambung hidup di Jakarta. Mandiri dan tidak ingin membebani ayahnya membuat William Tanuwijaya menjadi pribadi yang hebat dan tangguh.

Ide Tokopedia Sempat Diremehkan Banyak pihak

Lulus dari perguruan tinggi tidak lantas membuat William Tanuwijaya langsung mengembangkan Tokopedia. Ia sempat merasakan menjadi pegawai kantoran di Jakarta sebelum akhirnya muncul ide untuk membangun Tokopedia.

Dengan bekal pendidikan yang ia selesaikan di Bina Nusantara, William yakin mampu mendirikan perusahaan internet sendiri. Namun kendala muncul saat modal untuk membangun dan mengembangkan Tokopedia tidak ada.

Ia pun segera mencari pemodal yang dapat membantunya mengembangkan Tokopedia. Salah satu orang kaya yang ia kenal pada saat itu adalah bos tempat ia bekerja. William pun mulai menceritakan idenya untuk mengembangkan Tokopedia kepada bosnya saat itu. Bosnya pun luluh dengan ide yang ditawarkan William Tanuwijaya dan akhirnya mengenalkannya dengan para investor yang mampu mendanai Tokopedia nantinya.

William dan rekannya Leontinus pun menceritakan bagaimana konsep Tokopedia yang mereka tawarkan. William meyakinkan bahwa melalui Tokopedia, ia akan mampu untuk memberi solusi kepada banyak pihak baik kepada pembeli maupun kepada penjual itu sendiri.

William menawarkan bahwa Tokopedia akan mampu untuk menghilangkan kasus penipuan yang seringkali menimpa pembeli yang bertransaksi secara online. Tokopedia juga diharapkan mampu untuk menjadi pasar untuk para merchants yang memiliki keterbatasan dana, akses teknologi, akses ke pasar, dan juga hubungan dengan pihak logistik.

Penolakan Demi Penolakan

Kisah Sukses William Tanuwijaya
https://www.techinasia.com

Namun usaha William untuk meyakinkan para investor belum menemui titik temu. Para investor meragukan William dan Leontinus mampu unutk mengembangkan Tokopedia di masa depan. Alasan utama yang banyak membuat para investor ragu dengan William adalah tentang latar belakang.

Mengingat William Tanuwijaya hanyalah lulusan dari Universitas Lokal bukanlah lulusan luar negeri. William juga bukanlah berasal dari keluarga bisnis dan juga bukan dari keluarga kaya raya. Sehingga jika gagal, dana yang dikeluarkan investor pun tidak akan mampu untuk mereka kembalikan. William pun dianggap memiliki mimpi yang terlalu tinggi dan terlalu muluk. Sehingga disarankan untuk menghabiskan karir untuk hal yang lebih realistis dibandingkan untuk mengembangkan Tokopedia.

Penolakan demi penolakan yang dihadapinya, tidak menjadikan William putus asa dan menyerah dengan keadaan. William belajar untuk peraya dengan diri sendiri walaupun banyak orang yang tidak mempercayai kemampuannya. Hingga pada akhirnya dana awal yang ia peroleh untuk membangun Tokopedia berasal dari bosnya sendiri.

Membangun Bisnis yang Dibutuhkan Masyarakat

Kisah sukses William Tanuwijaya dapat terealisasi karena ia membangun bisnis yang menawarkan banyak solusi kepada banyak pihak. Pertama, Tokopedia menghilangkan kekhawatiran para pembeli dari penipuan secara online. Dimana Tokopedia sebagai perantara diantara penjual dan pembeli, jadi uang yang dibayarkan oleh konsumen tidak langsung diterima oleh penjual namun ditahan terlebih dahulu oleh Tokopedia. Jika barang sudah dikirimkan dan diterima dengan baik oleh pembeli barulah dana tersebut diteruskan ke penjual.

Selanjutnya Tokopedia memberi kesempatan kepada banyak orang di Indonesia untuk mengembangkan bisnis mereka sendiri, sehingga terbuka lapangan pekerjaan yang lebih luas lagi bagi masyarakat banyak.

Selain itu dengan berkembangnya transaksi secara online membuat industri logistik akan terbantu. Dengan semakin banyaknya paket yang dikirimkan penjual akan semakin banyak pula keuntungan yang didapatkan oleh pelaku bisnis kurir dan logistik.

Kembangkan Ide Kalian dan Mulai

Sebagai anak muda yang memiliki mimpi yang besar, kalian pasti memiliki ide-ide segar yang menawarkan banyak solusi kepada banyak orang. Percayalah dengan ide tersebut dan mulailah mengembangkan bisnis . Jangan pedulikan orang-orang yang meremehkan kemampuanmu., percayalah dengan diri sendiri dan segeralah memulainya.



Loading...

Tags
Baca selengkapnya

Wahyu Utama

Ideas and Thought Must be Submited | Passionate in Business and Investment |

Artikel terkait

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *