Tekno

Kisruh, Peluncuran Headset Magic Leap Generasi Terbaru Bakal Tertunda

Perkembangan gadget atau gawai agaknya sudah memasuki era modern. Belakangan sudah banyak peralatan canggih yang bisa kita temui. Peralatan ini pun memiliki fitur yang bahkan beberapa di antaranya melebihi nalar. Menarik memang, tapi pada kenyataannya memang demikian.

Sebagai contoh, teknologi augmented reality misalnya. Ini adalah teknologi yang memberi realitas tambahan pada para pengguna. Augmented reality banyak digunakan di segmen game, sebut saja saat digunakan pada Pokemon Go, atau pada filter Instagram, dan banyak lagi lainnya.

Penggunaan tersebut jelas menegaskan bahwa augmented reality masih jadi penemuan termutakhir dalam dekade ini. Setidaknya, untuk beberapa segmen masyarakat, teknologi tersebut masih sangatlah menarik, canggih, dan sayang untuk dilewatkan.

Perkembangan augmented reality sendiri sudah semakin masif. Kini, tidak hanya digunakan pada ponsel. Para pengguna juga bisa menggunakan teknologi ini di gawai. Nama gawai tersebut adalah Magic Leap, sebuah kacamata khusus dengan teknologi augmented reality dan fitur mutakhir.

Baca juga: Rekomendasi Headset Gaming Bagus dan Populer untuk Main Game di PC

Mengenal Fitur dan Kecanggihan Headset Magic Leap

Para pecinta teknologi tentu sepakat bahwa Magic Leap memiliki bentuk yang lebih ringan dan mudah dikenakan. Terlebih jika dibandingkan perangkat VR semacam Oculus atau Google Daydream atau produk sejenis. Ya, kacamata VR milik Magic Leap memang didesain lebih ringkas, kecil, dan ringan. Ini ditujukan untuk memberi kenyamanan pada pengguna.

Magic Leap dengan produk yang bernama lengkap Magic Leap One generasi pertama memiliki bentuk yang agak menyerupai kacamata cyberpunk. Ada lensa bulat besar dan rangkaian kamera yang digunakan untuk pemetaan lingkungan serta pelacakan. HMD pada produk tersambung pada unit komputer lightpack.

Fitur terkemuka pada produk ini adalah Lightfield. Ini adalah teknologi di mana perangkat mencampurkan cahaya dari dunia nyata untuk kemudian dipadukan dengan objek visual secara riil dan seolah-olah berada pada satu alam yang sama.

Yang membuat Magic Leap menjadi produk AR terbaik adalah karena kacamata ini nyaman digunakan untuk waktu lama. Desainnya mirip dengan kacamata pada umumnya. Setidaknya, saat digunakan untuk tempat umum, Anda tidak akan terlihat aneh.

Walau penggunaan kacamata tetap bisa memancing perhatian, tetap saja, Anda tidak akan mengalami gangguan penampilan. Sebagai produk AR, Headset Magic leap juga cukup aman. Produk ini bisa mendeteksi dinding dengan baik, memberikan Anda peringatan, dan menghindarkan Anda dari benturan.

Baca juga: Daftar Harga Headset Logitech yang Recommended

Kisruh Internal Buat Peluncuran Terganggu

Ada banyak alasan kenapa produk Magic Leap generasi berikutnya terhambat. Berdasarkan informasi yang beredar, di dalam internal manajer sedang terdapat kisruh. The Verge dalam laporannya menjelaskan bahwa dua anggota kehormatan Magic Leap sudah meninggalkan perannya masing-masing.

Dua anggota kehormatan yang dimaksud adalah CEO Google Sundar Pichai dan mantan ketua eksekutif Qualcomm Paul Jacobs. Ditinggal keduanya membuat manajemen sedikit oleng. Sebenarnya, Magic Leap bisa saja mengambil orang lain dan mengangkatnya sebagai dewan kehormatan.

Sayang, itu tidak bisa dilakukan. Setidaknya mereka belum bisa menemukan orang seberpengaruh Sundar Pichai dan Paul Jacobs. Tidak sampai di situ, penjualan Magic Leap generasi pertama pun juga berjalan kurang memuaskan.

Baca juga: Sapi Ini Dipasangi Perangkat Headset VR, Tujuannya?

Penjualan produk hanya mencapai 60.000 pcs. Jauh dari target penjualan yang mencapai 100.000 pcs. Fakta tersebut tentu sangat mengecewakan. Dengan semua kisruh dan pertimbangan tadi, wajar kiranya manajemen menunda peluncuran Headset Magic Leap generasi selanjutnya untuk waktu yang belum ditentukan.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close