Krisis Youtube Bukan April Mop

Krisis Youtube yang terjadi pada bulan April 2017 saat ini memang benar adanya. Para Youtubers diseluruh dunia mengeluhkan hal ini dan berharap media yang menjadi penyangga hidup mereka bisa kembali normal dan tak mengalami masalah.

Youtube selain menjadi media berbagi video juga menjadi media yang bisa menghasilkan duit. Maka tak heran, apabila perusahaan pimpinan Susan Wojcicki ini mengalami masalah. Maka, sumber pendapatan orang-orang yang mengandalkan mata pencahariannya lewat Youtube akan berkurang pula.

Dan berikut ini akan dipaparkan sekilas tentang krisis yang dialami Youtube dan bagaimana sikap kita dalam menghadapi masalah ini.

Para Pengiklan Pergi

krisis youtube

Pewdiepie | trithuctre-hue.com

Sudah menjadi pengetahuan umum, dimana Youtube membayar para publishernya melalui uang dari perusahaan-perusahaan yang beriklan kepada mereka. Sayangnya di bulan April ini, para pengiklan yang biasanya menyetorkan dana kepada Youtube harus pergi.

Alasan perusahaan-perusahaan tersebut meninggalkan Youtube, karena iklan mereka kerap muncul di video-video yang berbau ekstrimisme atau terorisme. Para perusahaan tersebut memang tidak salah, karena mereka ingin citra atau nama besar perusahaan tetap terjaga.

Dan akibat permasalahan ini, bukan hanya Google dan Youtube yang dibuat pusing. Para Youtubers yang mengandalkan penghasilannya melalui Youtube juga harus pusing tujuh keliling lantaran penghasilannya menurun drastis.

Salah satu Youtubers asal Indonesia yang penghasilannya menurun drastis adalah Tara Arts Game Indonesia, dimana 100 ribu viewers yang biasanya bisa menghasilkan 100 dollar, saat ini hanya bisa menghasilkan 2 dollar saja.

Selain Tara Arts Game Indonesia, Pewdiepie juga mengalami penurunan penghasilan yang sangat drastis. Youtubers asal Swedia itu dari 3 juta viewers hanya mendapatkan 100 dollar saja yang tentunya sangatlah kecil bagi seorang Youtubers asal luar negeri.

Menyikapi Krisis Youtube

Dengan adanya kejadian yang seperti ini pastinya akan membuat Google dan Youtube berbenah. Kini, perusahaan naungan Google itu akan menerapkan peraturan yang amat sangat ketat untuk melindungi para pengiklannya.

Adapun untuk kita para Youtubers tentu harus bersiap-siap dengan kebijakan Youtube yang tidak semudah lima tahun atau dua tahun terakhir.

Saat ini peraturan terbaru Youtube adalah video baru bisa dimonetisasi atau dipasang iklan, apabila sudah tembus 10.000 views. Setelah tembus 10.000 views masih akan ditinjau pihak Youtube, apakah melanggar kebijakan atau tidak untuk dipasang iklan.

Selain itu, Youtube juga akan semakin ketat mengenai masalah reupload. Jadi, untuk teman-teman yang masih suka mencomot video orang lain, sudah sepantasnya bersiap-siap untuk dibanned channelnya oleh pihak Youtube.

Peraturan terbaru Youtube tentang 10.000 views memang sangatlah berat, apalagi untuk kalangan yang baru memulai petualangannya di Youtube. Namun, dari beberapa informasi yang dikumpulkan 10.000 views bukanlah untuk satu video, melainkan untuk satu channel. Jadi, untuk satu channel yang sudah tembus 10.000 views beberapa videonya sudah bisa dimonetisasi.

Hikmah Dari Krisis Youtube

Youtube bisa dipastikan tak akan semudah tahun-tahun sebelumnya, dimana ketika kita upload video langsung keluar iklan dan pendapatan langsung mengalir. Namun, masalah yang dialami Youtube ini pasti ada hikmahnya, dimana kita harus lebih kreatif lagi dalam berkarir di dunia Youtube dan menghargai konten dari kreator lain.

Ketika mendengar masalah ini, sebenarnya saya berharap hanya April Mop. Namun, apa yang saya harapkan tidak terjadi karena masalah ini benar-benar sudah terjadi.

Baca : Tips Bermain AdSense YouTube Untuk Jangka Panjang Tanpa Takut Di Banned Atau Di Suspends

Dan untuk teman-teman yang membutuhkan channel Youtube yang sudah berpenghasilan 1 juta, silahkan klik link ini karena saya mau menjual channel saya dan akun adsensenya.

Related Posts

About The Author

9 Comments

    • Leo Setiawan
    • Leo Setiawan
  1. play
  2. Leo Setiawan
    • Leo Setiawan

Add Comment