Tutorial Blog

5 Langkah Mudah Migrasi Website Tanpa Downtime (Meminimalisir)

Migrasi website tanpa downtime pastinya tidak mustahil untuk dilakukan. Dengan adanya berbagai teknologi baru dalam dunia hosting semakin memudahkan penggunanya untuk memindahkan website dari hosting yang satu ke hosting yang lainnya.

Meskipun sebuah server hosting memiliki kecepatan yang mumpuni, tapi sayangnya akan selalu mengalami downtime selama proses transfer berlangsung.

Hal ini karena domain dalam proses pointing ke DNS server hosting yang baru, biasanya memerlukan waktu 12 sampai 72 jam dan mengakibatkan website tidak dapat diakses.

Migrasi Website Tanpa Downtime

Selain proses pointing juga karena proses transfer file, merestore database, memastikan instalasi aplikasi dan konfigurasi subdomain berjalan dengan baik.

Bagaimanapun juga ada trik yang cukup berguna untuk meminimalisir agar proses migrasi website tanpa downtime selama proses transfer website ke server baru.

Cara ini sebenarnya tidak terlalu sulit, asalkan Anda memiliki pemahaman menganai cPanel, IP address dan FTP login. Untuk FTP login berguna untuk melakukan konfigurasi pada hosting baru sebelum melakukan perubahan DNS pada domain.

Dalam kasus ini, yang akan kita bahas panel pada hosting menggunakan cPanel

Referensi : Tips Memilih Web Hosting Supaya Tidak Kecewa Dibelakang

1. Selesaikan Transfer Website Sebelum Membatalkan Hosting

Jangan langsung membatalkan berlangganan di hosting lama sebelum transfer website Anda telah selesai sepenuhnya. Biasanya hal ini adalah kesalahan yang paling umum dilakukan oleh orang yang baru pertama kali melakukan transfer.

Kebanyakan mereka akan langsung menghubungi hosting lama untuk membatalkan berlangganan (biasanya untuk mendapatkan uang kembali karena layanan hosting lama kurang memuaskan).

Meskipun hal ini adalah cara yang cukup bagus untuk mendapatkan pengembalian uang berlangganan dari hosting lama, tapi resikonya cukup besar.

Anda harus benar-benar memastikan proses transfer hosting sudah selesai sepenuhnya. Selain mengakibatkan downtime, jika file tidak terkirim 100 persen, maka file dan database akan hilang ketika hosting lama dibatalkan.

Tunda Menghubungi Hosting Lama

Kebanyakan sebuah perusahan hosting akan langsung melakukan pembatalan sesegara mungkin setelah ada permintaan dari pelanggan.

Ini artinya semua file website Anda akan dihapus dan tidak dapat dikembalikan.

Yang Harus Dilakukan Supaya Migrasi Website Tanpa Downtime

Lakukan transfer website ke hosting baru dengan memastikan terlebih dahulu seluruh file dan database telah berhasil dipindah sepenuhnya. Setelah semua file dan database berhasil dipindah ke hosting baru lakukan penyetingan DNS di domain sesuai dengan server yang baru. Untuk lebih lengkapnya akan dijelaskan mulai dari nomor 2.

Jika website Anda berjalan dengan baik dan IP nya mengarah sesuai dengan IP server baru, itu artinya transfer hosting telah berhasil. Untuk mengecek IP bisa melalui command prompt dengan mengetikkan “ping namadomain.com” tanpa tanda petik atau dengan mengakses intodns.com/namadomain.com.

2. Download File Backup

Untuk memindahkan data website, lakukan backup terlebih dahulu file dan database pada hosting lama Anda melalui cPanel.

Supaya proses pemindahannya lebih mudah dan langkah migrasi website tanpa downtime, pastikan hosting lama dan hosting baru Anda menggunakan cPanel, atau setidaknya menggunakan panel yang sama.

Backup Melalui cPanel

Setelah Anda login ke cPanel, pilih menu Backup untuk melakukan backup file. Di dalamnya terdapat backup folder utama public_html. Selain itu juga terdapat menu untuk melakukan backup MySQL database untuk direstore di hosting baru.

Download Backup

Pada halaman ini terdapat backup file berdasarkan jenis untuk diupload ke hosting baru. Selain itu juga terdapat file backup khusus subdomain. Tapi untuk backup file subdomain hanya opsional saja, karena untuk full backup sudah termasuk backup file subdomain. Hanya sebagai jaga-jaga saja jika file di dalam full backup tidak lengkap.

Pada bagian lain, masih dibagian download backup terdapat file MySQL yang nantinya akan direstore di hosting baru.

File Backup yang Telah didownload Jangan di Extract atau di Decompress

Pastikan untuk tidak meng extract file backup yang telah berhasil di download. Karena nantinya file ini akan di extract secara otomatis pada hosting baru ketika diupload.

3. Melakukan Transfer

Semua layanan hosting biasanya akan memberikan informasi login ke cPanel berupa nama domain ketika Anda melakukan order hosting. Dengan rincian alamat IP, username dan passwordnya.

Ingat, pada langkah ini domain Anda masih terhubung ke DNS hosting lama. Jadi untuk mengakses cPanel hosting baru gunakan IP yang diberikan oleh layanan hosting baru.

Selain untuk mengases cPanel, IP, username dan password yang diberikan juga berguna untuk mengakses akun FTP. Jika seluruh file dan database backup sudah diupload di hosting baru, Anda bisa melihat konten melalui alamat IP khusus yang diberikan pihak hosting.

Login ke cPanel

Untuk login ke cPanel gunakan IP address yang diberikan hosting baru diikuti “/cpanel atau :2082” tanpa tanda petik.

Contoh: 172.0.0.1/cpanel atau 172.0.0.1:2082.

Setelah berhasil login ke cPanel, sama seperti pada langkah no 2, yaitu pilih menu Backup. Setelah itu silahkan pilih Backup Downloads dan pilih Backup Restore untuk mengupload file full backup dari hosting lama Anda.

Jika file sudah selesai diupload, halaman browser akan berhenti loading. Setelah itu klik back pada browser untuk dilanjutkan mengupload file database dengan cara yang sama tapi pada bagian restore database.

Setelah selesai upload database, sekarang waktunya melakukan penyetingan proses transfer untuk meminimalisir migrasi website tanpa downtime.

4. Pastikan Database Berjalan dengan Baik

Perlu dijadikan catatan, bahwa file backup database tidak mengandung informasi mengenai username, password dan permission yang terkait dengan database MySQL. Sehingga Anda perlu memasukkannya melalui menu MySQL Databases pada cPanel dan disesuaikan dengan file konfigurasi website.

Prefix Matter

Anda juga perlu mengganti file konfigurasi dengan menyesuaikan nama database pada hosting baru. Sebagai contoh untuk WordPress file konfigurasinya pada file config.php. Silahkan sesuaikan sesuai dengan nama Database yang tertera pada cPanel, pada menu MySQL Databases.

Biasanya Anda hanya perlu mengganti awalan nama databasenya saja, misalnya di hosting sebelumnya namanya adalah “klik_wordpress” untuk hosting baru “klikmania_wordpress”.

Pastikan Website Berjalan Lancar di Hosting Baru

Pada langkah ini, Anda belum bisa mengecek apakah website berjalan lancar atau tidak dengan mengakses nama domain.

Untuk mengeceknya bisa melalui alamat IP yang diberikan pihak hosting untuk mengakses website Anda.

5. Mengganti Nameserver

Setelah website di hosting yang baru berjalan dengan lancar, saatnya Anda mengarahkan domain ke IP hosting baru. Untuk Caranya silahkan masuk ke domain panel dan pilih menu nameserver dan ganti dengan nameserver sesuai hosting baru.

Untuk nameserver biasanya pihak hosting akan memberitahukannya melalui email. Selain itu juga dapat dilihat pada member area hosting Anda.

Untuk nameserver biasanya ada 2 atau 4, contohnya:

  • NS1.HOSTING.COM
  • NS2.HOSTING.COM

Jika Anda tidak menemukan informasi nameserver di email atau member area hosting silahkan tanyakan langsung ke pihak hosting melalui layanan chat ataupun tiket bantuan.

Untuk perubahan DNS biasanya memerlukan waktu 12 sampai 24 jam, meskipun tidak jarang maksimal hanya 6 jam saja.

Sehingga selama proses ini, situs Anda akan berjalan dengan baik dan tentunya pengunjung website Anda tidak mengalami gangguan ketika mengaksesnya. Bisa dikatakan melakukan migrasi website tanpa downtime mungkin untuk dilakukan.

Tunggu Proses Propagasi Selesai

Perlu diingat, jika Anda melakukan posting konten pada website dapat mengakibatkan konten hilang jika proses propagasi belum selesai.

Jadi tunda terlebih dahulu jika Anda berniat untuk menambah artikel, menginstal aplikasi, atau melakukan perubahan desain. Sampai domain Anda terpointing sepenuhnya ke hosting baru.

Pastikan Domain Sudah Mengarah ke DNS Server Baru

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, untuk mengecek apakah domain sudah mengarah ke IP server baru dapat melalui intodns.com/namadomain.com. Di sana akan tertera nama nameserver, IP dan sebagainya.

Yang terakhir dan penting dilakukan adalah memastikan semua fitur pada website anda berjalan dengan semestinya. Ketika sudah benar-benar yakin semua fitur berjalan dengan baik seperti sebelumnya, baru Anda dapat melakukan pembatalan di layanan hosting lama, itupun jika Anda ingin berhenti berlangganan di hosting sebelumnya.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close