Internet

Lockdown = Tahanan Rumah, Sudah Siapkah Anda?

Di tengah darurat virus Corona yang sudah ditetapkan sebagai bencana nasional Indonesia, seruan lockdown Indonesia bergema di media sosial. Namun apakah Indonesia khususnya di berbagai daerah yang paling terdampak Covid – 19 siap menjalani siruasi lockdown?

Sejumlah negara memang sudah menerapkan pemberlakuan lockdown atau mengkarantina wilayahnya, menutup jalur keluar masuk warganya untuk tetap berada di rumah dan menghindari aktivitas luar yang berlebih.

Tercatat 13 negara sudah melakukan lockdown, ada yang menerapkan secara penuh, ada yang lockdown sebagian wilayahnya saja. Pertimbangan ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19.

13 Negara tersebut adalah China, Italia, Polandia, El Salvador, Irlandia, Spanyol, Denmark, Filipina, Lebanon, Prancis, Belgia, Selandia Baru, dan Malaysia.

Beberapa negara seperti Prancis, Italia dan Spanyol membuat peraturan baru dengan memberlakukan denda kepada warga yang melanggar aturan lockdown.

Di Philipina yang sudah diterapkan pemberlakuan lockdown, wilayah tersebut diberi tanda karantina dan dijaga oleh aparat. Semua masyarakat tidak boleh keluar masuk wilayah yang sudah dibatasi.

lockdown corona

Dengan kebijakan lockdown ini artinya orang – orang harus tetap berada di rumah, menghentikan segala aktifitas seperti pergi sekolah, kuliah ataupun berangkat bekerja.

Meskipun pembatasan ini masih mengizinkan orang untuk ke luar rumah membeli kebutuhan pokok , pergi ke apotek, klinik kesehatan, bank, dan layanan dasar lainnya, tetapi orang – orang tersebut akan serasa dalam tahanan rumah.

Siapkah Masyarakat Indonesia Menghadapi Kebijakan Lockdown?

Sebelum kebijakan lockdown, pastinya semua orang akan mempersiapkan segala kebutuhan pokok secukup mungkin sesuai masa lockdown berakhir.

Bagi mereka yang cukup uang hal ini tidak akan menjadi masalah?

Namun beda ceritanya apabila hal ini dialami oleh buruh harian, pekerja serabutan, pekerja lepas atau orang – orang yang mengandalkan hidupnya dari penghasilan sehari – hari.

Mereka pastinya akan lebih merasa takut lapar atau takut semua kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi dibandingkan harus takut virus Corona.

Lockdown artinya akan menghentikan kegiatan ekonomi masyarakat, secara otomatis semua aktifitas akan lumpuh, semua akan ikut merasakannya.

Di sisi lain, beban negara juga akan bertambah karena harus memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak. Itupun kalau negara mampu memberikan subsidi kepada masyarakatnya.

Belum lagi masalah panic buying yang akan dilakukan oleh masyarakat yang akan memborong semua kebutuahn selama masa lockdown diberlakukan.

Seperti yang kita tau, karakter masyarakat Indonesia seperti apa. Tidaklah mustahil akan banyak kerusuhan yang bakal terjadi apabila masyarakat tidak melakukannya secara tertib dan terarah.

Itu artinya, banyak pertimbangan yang harus dipikirkan secara matang sebelum negara memutuskan untuk melakukan lockdown, khususnya negara Indonesia.

Negara Indonesia harus bisa belajar dari Korea yang mampu menekan penyebaran Corona tanpa harus melakukan lockdown.

Presiden Jokowi Pastikan Indonesia Tak Akan Melakukan Lockdown Akibat Corona

Dikutip dari news.detik.com 22/03/20, Presiden Joko Widodo memastikan tidak akan mengambil langkah lockdown di tengah penyebaran virus Corona (COVID-19) yang semakin masif.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BNPB sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo. Menurutnya, pernyataan itu sudah menjadi keputusan pemerintah Indonesia.

Untuk menanggulangi penyebaran COVID-19 yang kita butuhkan sekarang adalah kedisiplinan tentang bagaimana kita bisa menjabarkan social distancing, jaga jarak, jangan berdekatan, dilarang berkumpul.

Kuncinya adalah kesadaran dan partisipasi dari seluruh  lapisan masyarakat yang sangat – sangat dibutuhkan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona yang saat ini semakin meluas di tanah air.


Loading...
Baca selengkapnya

Global Internet Marketing Network, Share internet marketing untuk perusahaan UMKM, Official Editor di Klik Mania dan Bisanego.com"

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close