Internet

Melunak, YouTube Akan Memonetisasi Video COVID-19

Jum’at (6/3/2020), YouTube resmi melarang para kreator konten untuk membuat video yang membahas seputar Corona. YouTube sebenarnya tidak melarang pembahasan Corona, hanya saja mereka tidak akan memonetisasi video yang membahas virus tersebut.

Oleh karena itu, YouTube mengimbau kepada para kreator yang tetap ingin mendapatkan penghasilan dari videonya, sebaiknya mereka menghindari pembahasan virus Corona karena virus tersebut dianggap sebagai subjek sensitif sebagaimana yang disampaikan oleh Tom Leung.

Baca juga: YouTube Larang Kreator Buat Konten Seputar Corona

YouTube Izinkan Konten COVID-19

Dilansir dari TechCrunch, Kamis (12/3/2020), YouTube akhirnya melunak dengan mengizinkan monetisasi bagi para kreator yang membahas Corona (COVID-19). Seperti yang diketahui, sebelumnya pihak YouTube menganggap virus Corona sebagai subjek sensitif.

Subjek sensitif sendiri dilarang oleh pihak YouTube. Alasannya, pihak perusahaan ingin melindungi para pengiklannya dari konten-konten negatif karena penghasilan utama YouTube memang berasal dari iklan.

Namun sekarang para kreator konten patut merasa senang. Pasalnya, Susan Wojcicki telah membuat pengumuman kepada para kreator konten di mana mereka sudah bisa membuat konten seputar Corona. Pengumuman Susan bisa dilihat di laman YouTube Creator Blog.

Meski telah membuka keran monetisasinya untuk konten Corona, pihak YouTube akan masih memberlakukan pembatasan. Artinya, hanya saluran-saluran terpilih saja yang bisa dimonetisasi videonya ketika mereka membahas virus Corona.

Meski saat ini masih memberlakukan pembatasan saluran. Nantinya, saluran lain juga akan bisa memonetisasi videonya. Dalam pernyataannya, Susan Wojcicki mengatakan jika itu akan dilakukan dalam beberapa minggu mendatang.

Baca juga: Kian Meluas, Corona Ditetapkan WHO Sebagai Pandemi

Sebelumnya, aturan YouTube yang memilih untuk mendemonetisasi video yang membahas Corona membuat komunitas YouTube marah. Melihat fakta yang demikian itu, akhirnya pihak perusahaan pun sedikit melunak.

Meskipun begitu, pihak YouTube akan tetap aktif mengawasi video-video yang membahas seputar Corona di platformnya. Nantinya, video yang tidak bisa dipertanggungjawabkan isinya akan langsung dihapus oleh pihak YouTube.

“Menemukan konten yang dapat dipercaya sangat penting karena berita saat ini (COVID-19) sedang ramai diperbincangkan, dan kami akan terus memastikan YouTube memberikan informasi yang akurat untuk pengguna kami,” terang Susan Wojcicki.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close