in

Mengenal Growth Hacking, Strategi untuk Kembangkan Startup

mengenal growth hacking
PEXELS/@THIRDMAN

Indonesia menjadi negara Asia Tenggara yang memiliki jumlah startup paling banyak dibandingkan negara tetangga, seperti Singapura dan juga Malaysia. Berdasarkan laporan dari Startup Rangking, jumlah startup yang ada di Indonesia saat ini berjumlah 2,242.

Dengan jumlah tersebut, Indonesia mengungguli Singapura yang hanya memiliki 992 startup dan juga Malaysia yang hanya memiliki 283 startup. Adapun di peringkat global, Indonesia berada di urutan kelima di bawah Amerika Serikat, India, Inggris Raya, dan juga Kanada.

Indonesia Miliki Banyak Startup, Bagaimana Nasibnya?

Tidak mudah untuk mendirikan startup. Namun, ketidakmudahan itu akan semakin bertambah ketika startup sudah mulai berjalan di mana tantangan akan selalu ada. Bahkan ketika startup tidak mampu bertahan dari tantangan ini, bisa saja startup tersebut langsung gulung tikar.

Tantangan-tantangan yang harus dihadapi startup Indonesia:

1. Kualitas SDM

Sumber daya manusia adalah kunci sebuah startup bisa meraih kesuksesan. Jika berbicara masalah SDM, startup di Indonesia harusnya tidak perlu bingung, karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak.

Namun, yang menjadi masalah ada pada kualitasnya di mana SDM yang berkualitas bisa dihitung dengan jari. Dan ketika SDM yang dipilih itu tidak berkualitas, tentu akan sulit sebuah startup bisa bersaing untuk meraih kesuksesan.

2. Product Market Fit

Product market fit adalah ketika startup sudah berhasil menemukan pasar yang sesuai dengan produk yang dimiliki. Jadi, ketika masyarakat sudah mau menggunakan, membeli, bahkan menyebarkan informasi terkait produk dari startup, maka product market fit sudah berhasil didapatkan.

Hanya saja, untuk mendapatkan product market fit ini tidaklah mudah di mana terkadang ide-ide yang dirasa bakal membantu masyarakat, ternyata ketika sudah diluncurkan justru tidak berguna sama sekali sehingga product market fit pun tidak bisa dicapai.

3. Pendanaan

Startup identik dengan pendanaan, karena tanpa adanya pendanaan, visi misi perusahaan yang sudah dibuat tidak akan berjalan. Dan masalah utama pendanaan ini sendiri ada pada investor yang belum mau menggelontorkan uangnya lantaran beberapa penyebab, seperti startup belum menemukan product market fit.

Kalaupun startup sudah menemukan product market fit, terkadang akses menuju investor justru tidak ada sehingga masalah pendanaan ini menjadi masalah klasik yang menyebabkan startup di Indonesia stagnan dan tidak berkembang.

Gunakan Strategi Growth Hacking pada Startup

Growth hacking adalah strategi yang memadupadankan antara strategi marketing, teknologi, dan juga data. Dengan menerapkan growth hacking pada startup, maka startup bisa meraup pelanggan sebanyak mungkin tanpa harus mengeluarkan uang yang banyak.

Ada 5 langkah yang harus ditempuh ketika Anda ingin menjalankan strategi growth hacking, yaitu:

1. Acquisition

Yang dimaksud acquisition di sini adalah langkah atau upaya perusahaan dalam menggaet para pengguna melalui produk yang ditawarkan. Saat pengguna di tahap ini didapatkan, maka tahapan acquisition dinyatakan berhasil.

2. Activation

Pada tahapan ini, pengguna yang sudah merasakan manfaat produk yang dibuat harus diubah statusnya menjadi pelanggan. Ketika para pengguna sudah menjadi pelanggan, perusahaan bisa menjelaskan lebih rinci terkait manfaat dari produk yang dibuat.

3. Retention

Tahap retention adalah tahap di mana Anda harus mengubah status dari pelanggan menjadi pelanggan tetap. Perubahan ini diperlukan, karena ketika seseorang sudah menjadi pelanggan tetap, maka ia akan terus membeli.

4. Referral

Ketika para pengguna sudah menjadi pelanggan, kemudian menjadi pelanggan tetap, maka Anda bisa menjadikan mereka referral. Referral adalah menjadikan pelanggan tetap tersebut sebagai tim marketing secara tidak langsung di mana reward-nya bisa berupa uang atau barang-barang yang bermanfaat.

5. Revenue

Ini adalah tahapan terakhir ketika Anda menjalankan strategi growth hacking, yaitu revenue. Maksud dari tahapan ini adalah Anda mulai menarik keuntungan dari kehadiran pelanggan tetap beserta dengan andilnya. Dan tujuan dibuatnya startup sendiri memang untuk mencari keuntungan.

Baca juga: Ini Founder Startup yang Memilih Pergi dari Perusahaannya

Teknik growth hacking startup yang sudah disebutkan bisa dilakukan melalui berbagai macam cara, di antaranya bisa melalui content marketing serta product marketing dan juga advertising.

Dengan menggunakan strategi growth hacking, Anda tidak perlu mengeluarkan banyak biaya ketika ingin menggaet banyak pelanggan karena Anda bisa menggunakan dana minim dengan menggunakan strategi growth hacking.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Loading…

0