meningkatkan kecepatan wordpress

Meningkatkan Kecepatan WordPress dengan W3 Total Cache dan CloudFlare

Meningkatkan kecepatan WordPress adalah hal yang harus dilakukan oleh pemilik website untuk performa sebuah website yang yang lebih baik. Tentunya dengan cepatnya sebuah website ketika diakses, dapat membuat pengunjung Anda betah berlama-lama menelusuri konten yang ada di website. Sehingga hal ini dapat memperbesar kemungkinan mereka membeli produk yang ada di website Anda, atau mengklik iklan dan bahkan membuat pengunjung lama akan datang kembali.

Ketika Anda menyadari perlunya sebuah website supaya dapat diakses lebih cepat dengan mengkolaborasikan istilah-istilah seperti caching, minification dan CDN. Hal tersebut pasti akan sedikit membingungkan terutama untuk Anda yang masih baru dalam dunia website.

Jadi, untuk Anda yang selama ini mencari cara supaya website lebih cepat lagi ketika diakses, Anda sudah berada di tempat yang tepat. Karena kami memiliki panduan yang dapat Anda terapkan ke website yang dimiliki.

Pada tutorial ini, kami akan membahas bagaimana cara meningkatkan kecepatan WordPress tanpa harus mengeluarkan uang sedikitpun. Untuk melakukan hal tersebut, Anda hanya memerlukan dua buah alat, yaitu plugin W3 Total Cache dan layanan CDN gratis yaitu CloudFlare.

Kami akan menjelaskan langkah-langkahnya disertai dengan screenshot. Untuk Anda yang masih pemula atau sudah mahir, pastinya akan dengan mudah memahami isi panduan ini dengan baik.

W3 Total Cache dan CloudFlare dalam meningkatkan kecepatan WordPress

Selain memilih kualitas dari sebuah layanan hosting, dua hal terpenting untuk meningkatkan kecepetan situs WordPress adalah:

  • Sebuah plugin caching
  • Sebuah content delivery network (CDN)

W3 Total Cache menyediakan sebuah fitur caching. Caching menginkatkan kecepatan website Anda dengan menyediakan file statis sebagai pengganti dari kontent dinamis (dimana WordPress memiliki cukup banyak konten dinamis). Mungkin hal ini jarang dibicarakan oleh para pemilik website, tapi hal ini sangatlah berpengaruh dalam meningkatkan kecepatan sebuah website. Khususnya yang menggunakan CMS WordPress.

CloudFlare meningkatkan kecepatan WordPress Anda dengan cara lain: content delivery optimization atau optimasi pengiriman konten. Tanpa adanya sebuah CDN, para pengunjung Anda harus mendownload konten website dari satu lokasi server saja.

Loading...

Meskipun pengunjung website Anda berada di Jepang, sedangkan server website Anda berada di US, konten akan tetap didownload dari satu lokasi yaitu US. Adanya layanan CDN dapat membuat konten dari website Anda disebar di seluruh data center milik layanan CDN yang digunakan, dalam hal ini CloudFlare.

Sehingga hal ini memungkinkan pengunjung website Anda dapat mendownload konten dari website yang Anda miliki dari data center terdekat dengan lokasi mereka berada. Sehingga hal ini akan mengurangi waktu loading sebuah website ketika diakses, karena semakin dekat data center, semakin cepat pula waktu pengiriman sebuah data.

Menggunakan W3 Total Cache dan CloudFlare secara bersama-sama dapat memungkinkan website yang Anda miliki dapat diakses beberapa kali lebih cepat. Ini adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecepatan WordPress.

Catatan: W3 Total Cache adalah salah satu plugin cache yang cukup populer dan paling banyak penggunanya.

Cara melakukan setup dan konfigurasi plugin W3 Total Cache

Kebanyakan dari plugin WordPress, Anda tidak memerlukan pengaturan lanjutan setelah diaktifkan. Berbeda dengan pugin W3 Total Cache, setelah plugin di instal dan diaktifkan, Anda harus melakukan beberapa pengaturan.

Terdapat 13 menu berbeda, dan ini hanya di bagian tab General Settings saja, belum lagi di bagian lain. Tapi, lelah Anda akan terbayarkan dengan hasil yang didapatkan.

Supaya langkahnya mudah dipahami, kami akan menjelaskannya disertai dengan screenshoot yang lengkap. Setelah kami menjelaskan cara mengkofiguasi W3 Total Cache, akan dilanjutkan dengan cara setting CloudFlare dan menjadikan keduanya berfungsi dengan baik.

Langkah 1: Menginstal dan mengaktifkan plugin W3 Total Cache

Mulai dengan menginstal dan mengaktifkan plugin W3 Total Cache. Ini adalah plugin yang tersedia secara gratis di direktori wordpress.org, jadi Anda dapat menginstalnya langsung melalui dashboard Admin WordPress. Silakan pilih menu Plugins > Add New dan ketikkan di kolom search W3 Total Cache.

meningkatkan kecepatan wordpress

Silakan klik tombol Install Now, dan setelah proses instalasi selesai pastikan untuk mengaktifkannya. Kemudian, masuk ke pilihan konfigurasi dengan memilih tab Performance.

Langkah 2: Mengkonfigurasi General Settings

Hal pertam yang perlu Anda konfigurasi adalah bagian General Settings. Tab ini, mengaktifkan dan menonaktifkan semua fitur yang akan Anda atur pada langkah berikutnya.

Kami akan memulainya dari bagian atas ke bawah.

1. General

Pilihan pertama memungkinkan Anda untuk mengaktifkan secara otomatis setiap fitur dari W3 Total Cache. Sayangnya, Anda tidak memerlukan setiap fitur tersebut, jadi Anda tidak perlu menggunakan pilihan tersebut.

Hal ini juga memungkinkan Preview mode aktif. Di Preview mode, Anda dapat mengetes perubahan sebelum mengaktifkannya. Secara pribadi, saya menyarankan untuk tidak menggunakan Preview mode.

2. Page Cache – ENABLE

Ini adalah fitur yang cukup penting dari W3 Total Cache. Page Cache akan meningkatkan performa dari situs Anda.

Silakan untuk memilih Enable pada Page Cache. Selain itu pada bagian Page Cache Method silakan pilih Disk: Enhanced.

3. Minify – Disable

Minify akan menyederhanakan code dari website Anda tanpa kehilangan fungsinya. Tentunya Anda perlu untuk melakukan minify code Anda untuk mengurangi waktu loading. Tapi, CloudFlare juga memilki fitur minification. Jadi kami lebih menyarankan untuk menggunakan fitur minify dar CloudFlare.

Oleh karena itu, silakan untuk tidak mengaktifkan Minify di W3 Total Cache, jika Anda ingin mengikuti langkah sesuai tutorial pada tulisan ini dan akan menggunakan CloudFlare.

4. Database Cache – Disable

Database adalah tempat dimana data dari postingan, halaman dan data website di simpan. Database Cache dapat meningkatkan performa dan mengurangi waktu ketika database mengirimkan data ke postingan, halaman, dan RSS feeds.

Tapi jika Anda menggunakan shared hosting, database caching dapat memperlambat website Anda karena meningkatkan beban kerja CPU dari server Anda.

Jadi, jika Anda menggunakan shared hosting, kami menyarankan untuk menonaktifkan Database Cache. Sedangkan, jika Anda menggunakan dedicated server atau VPS, Anda dapat mengaktifkannya dengan mencentangnya.

5. Object Cahce – Enable

Object Cache adalah fitur lain yang mungkin tidak cukup bagus untuk dijalankan di shared hosting. Tapi mungkin tidak ada salahnya untuk mencoba terlebih dahulu, jika dashboard admin WordPress Anda berjalan lambat, silakan untuk mendisablenya.

Tapi untuk sementara Anda dapat mengaktifkannya dan pada bagian Object Cache Method pilih Disk.

6. Browser Cache – Enable

Browser Cache meningkatkan kecepatan website Anda dengan caching static resources melalui browser dari visitor Anda. Dengan cara mengurangi mendownload konten statis.

Silakan untuk memilih Enable.

7. CDN – Disable

Karena Anda akan menggunakan CDN (CloudFlare), pilihan ini tidak diaktifkan. Silakan untuk tidak mencentangnya. Tidak perlu khawatir, nanti kami akan menjelaskan cara menyetingnya pada CloudFlare.

8. Reverse Proxy – Disable

Reverse proxies adalah fitur advance yang secara umum memerlukan private hosting. Sehingga Anda tidak perlu mengaktifkannya.

9. Monitoring

Anda tidak perlu mengkonfigurasi Montoring. Silakan untuk melewatinya ke pilihan selanjutnya.

10. Debug – Disabled

Untuk pilihan ini silakan untuk tidak mencentangnya dan lanjutkan ke konfigurasi selanjutnya.

Itulah langkah mengkonfigurasi General Settings. Masih terdapat beberapa pilihan lain selain yang dijelaskan di atas, tapi Anda dapat melewatinya.

Selanjutnya, Anda perlu untuk mengkonfigurasi setiap fitur lanjutan. Silakan untuk memilih setiap setingan yang ada di bagian kanan.

Ingat – Anda hanya perlu untuk mengkonfigurasi pilihan yang Anda aktifkan di atas. Jadi Anda tidak perlu melakukan konfigurasi untuk semua menu.

Langkah 4: Mengkonfigurasi page cache

Pertama, silakan buka Page Cache. Kemudian, masuk ke beberapa opsi sesuai petunjuk di bawah.

1. General

Dibagian General, pastikan Anda mencentang:

  • Cache front page
  • Cache feeds
  • Cache SSL – CloudFlare menawarkan sertifikat SSL gratis, jadi anda dapat mencntang pilihan jika saat ini website Anda tidak mengguakan SSL.
  • Don’tcache pages for logged in users

Selain itu silakan untuk tidak dicentang.

2. Cache Preload

Silakan isi bagian setting di bawah ini:

  • Automatically prime the page cache: centang
  • Update interval: 900
  • Pages per interval: 10
  • Sitemap URL: Url dari sitemap website Anda, biasanya berupa namadomain.com/sitemap.xml
  • Preload the post cache upon publish events: centang

Langkah 5: Mengkonfigurasi object cache

Karena Minify atau Database Cache tidak harus diaktifkan, Anda dapat melewatinya langsung ke bagian setingan Object Cache.

Anda harus mengaktifkannya secara default, hanya memastikan angkanya seperti berikut:

  • Default lifetime of cache objects: 180
  • Garbage collection interval: 3600

Langkah 6: Mengkonfigurasi browser cache

Ini adalah setingan terakhir yang perlu Anda konfigurasi.

General

Pada bagian bawah, pilihan General, Anda perlu mencentang beberapa pilihan. Pastikan untuk mencentang bagian berikut ini:

 

  • Set Last-Modified header
  • expires header
  • cache control header
  • entity tag (eTag)
  • W3 Total Cache header
  • Enable HTTP (gzip) compression

Selain pilihan di atas silakan untuk tidak mencentangnya.

Langkah 7: Mengkonfigurasi Ekstensi CloudFlare di W3 Total Cache

Itulah cara melakukan penyetingan W3 Total Cache, saat ini yang diperlukan adalah masuk ke bagian menu Extensions dan mengaktifkan CloudFlare.

Setelah Anda mengkonfigurasi CloudFlare, silakan untuk kembali lagi ke halaman ini untuk memasukkan detail login dari CloudFlare Anda.

Pada langkah ini, silakan untuk melakukan konfigurasi CloudFlare.

Cara Setting CloudFlare dan Mengkonfigurasi untuk WordPrses

Langkah 1: Buat akun CloudFlare dan masukkan website Anda

Silakan akses website CloudFlare dan daftar untuk membuat akun.

Setelah Anda berhasil membuat akun, CloudFlare akan meminta Anda untuk menambahkan website Anda. Silakan masukkan nama domain dari website Anda dan klik tombol Scan DNS Records:

CloudFlare akan melakukan scan pada website Anda, setelah prosesnya selesai silakan klik tombol Continue.

Langkah 2: Memverifikasi DNS record Anda

Pada halaman selanjutnya, Anda perlu untuk memverifikasi DNS record. Jika Anda seorang pemula, berikut hal yang harus Anda lakukan:

Pastikan Anda melihat ikon CloudFlare berwarna oren pada baris nama domain Anda. Itu artinya, CloudFlare akan domain Anda sudah terhubung. Jika Anda menggunakan subdomain, Anda harus memastikan juga melihat ikon yang berwarna oren.

Langkah 3: Memilih Paket CloudFlare

Karena postingan ini membahas cara meningkatkan kecepatan WordPress tanpa harus mengeluarkan biaya, silakan untuk memilih paket yang gratis. Untuk kebanyakan pemilik website, versi gratis CloudFlare ini cukup powerful.

Langkah 4: Mengupdate nameservers

Pada langkah terakhir meningkatkan kecepatan WordPress, Anda perlu untuk mengupdate nameserver dari domain Anda. Caranya dengan mengganti nameserver sebelumnya menjadi nameserver yang disediakan oleh CloudFlare.

Untuk melakukan hal tersebut, silakan untuk mengaturnya melalui domain panel Anda untuk mengupdate nameserver tersebut. Jika Anda tidak mengetahui caranya, silakan untuk menghubungi layanan dimana domain Anda dibeli, biasanya tim support mereka akan membantu menyetingkannya.

Setelah nameserver berhasil diupdate, hal ini memerlukan waktu kurang lebih 24 jam sampai domain Anda mengarah sepenuhnya ke nameserver CloudFlare. Silakan untuk ditunggu.

Pada langkah ini, Anda sudah menyelesaikan instalasi basic.

Langkah 5: Mengaktifkan CloudFlare di W3 Total Cache

Sekarang, Anda hanya perlu membuka kembali W3 Total Cache dan menambahkan detail login akun CloudFlare untuk melakukan sinkronisasi keduanya. Ini adalah langkah untuk meningkatkan kecepatan WordPress melalui CloudFlare.

Pada dashboard WordPress, silakan pilih Extensions dan klik  link Settings yang berada di bawah ekstensi CloudFlare.

Klik tombol Authorize yang berada di bagian Credentials.

Masukkan alamat email untuk akun CloudFlare Anda dan juga API key dari CloudFlare Anda.

Anda dapat menemukan API key ColudFlare pada menu My Account dan pilih bagian API Key:

Setelah Anda menyimpan detail login, Anda akan melihat halaman baru dengan beberapa pilihan setingan.

Langkah 6: Mengaktifkan Minify CloudFlare

Langkah terakhir, silakan scroll ke bawah pada settingan tersebut dan akifkan ketiga pilihan dari Minify.

Setelah itu silakan simpan setingan Anda.

Jika Anda ingin menggunakan SSL, Anda juga dapat mengkonfigurasi SSL dan setingan keamanan pada halaman ini. Tapi kami menyarankan untuk membiarkanya secara default.

Itulah tutorial mengenai cara meningkatkan kecepatan WordPress dengan menggunakan plugin W3 Total Cache dan CloudFlare. Sebenarnya masih ada banyak cara lain untuk mengurangi waktu loading dari sebuah website, khusunya yang menggunakan CloudFlare. Jika ada pertanyaan atau saran mengenai tutorial ini, silakan untuk meninggalkan komentar melalui forma yang tersedia.



Loading...

Bagikan

Waryanto

Penulis

Penulis pemula yang ingin mencoba berbagi sedikit manfaat.

Komentar

    Avatar

    Muhammad Ulya

    ( - 10:28)

    Jika sudah menggunakan SSL apakah harus pakai cloudflare juga?

    Avatar

    Ady

    ( - 16:31)

    Saya pernah coba menggunakan claudflare gratis pada settingan w3tc, dan beberapa kali blog saya mengalami error 502. Apa kira-kira penyebabnya? apakah dari settingan w3tc atau dari cloudflarenya ?

    Avatar

    Penjelasannya benar-benar lengkap. Terimakasih banyak om. Sangat bermanfaat artikelnya. Semoga semakin sukses amiin

    Avatar

    winar

    ( - 08:24)

    mas, saya pakai vps dgn nginx. saya pernah baca kalau plugin w3 total cache tidak bekerja dengan baik di nginx. untuk itu, apa alternatifnya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *