Internet

Menjanjikan, Makanan Bakal Jadi Penopang Bisnis Grab dan Gojek?

Grab dan Gojek adalah perusahaan rintisan yang memulai pertumbuhan bisnisnya melalui ojek online. Namun, ojek online saat ini sudah tidak menjadi bisnis utama mereka lagi mengingat Grab dan Gojek telah merambah berbagai macam sektor untuk dijadikan ladang bisnis.

Salah satu sektor yang saat ini dirambah oleh Grab dan Gojek untuk dijadikan ladang bisnis adalah makanan atau yang lebih tepatnya pengiriman makanan. Sektor ini cukup menjanjikan untuk Grab dan Gojek. Bahkan, bisnis pengiriman makanan digadang-gadang akan menjadi salah satu penopang bisnis dari kedua decacorn asal Asia Tenggara tersebut.

Makanan Menguntungkan Bagi Grab dan Gojek?

Andre Sulistiyo selaku Presiden Gojek pernah mengatakan bahwasanya kontribusi bisnis ride-hailing kurang begitu menjanjikan karena andilnya hanya memberikan 30 persen saja dari total transaksi dalam platform.

Menurut Andre, saat ini Gojek lebih memilih fokus untuk mengembangkan bisnis pengiriman makanan melalui GoFood. Alasannya cukup sederhana, yaitu semua orang suka makanan, dan model bisnis seperti ini memiliki potensi yang besar untuk dimonetisasi.

“Model bisnis ini merupakan salah satu yang memiliki potensi besar untuk dimonetisasi karena banyak pedagang dan margin laba kotor mereka sekitar 50%. Menggunakan layanan kami mengurangi biaya mereka secara signifikan ketimbang menyewa tempat di mall.¬†Ukuran bisnis pengiriman makanan dua kali lebih besar dari bisnis transportasi,” kata Andre seperti yang dikutip dari Deal Street Asia.

Apa yang disampaikan Andre Sulistiyo juga dibenarkan oleh Lim Kell Jay selaku Co-chief and Regional Head GrabFood. Menurut Lim Kell, bisnis pengiriman makanan akan jauh lebih menguntungkan ke depannya ketimbang bisnis ride-hailing.

“Margin dari pengiriman makanan lebih baik dari ride-hailing. Berdasarkan apa yang kami amati dari pasar lain, sangat mungkin bisnis pengiriman akan lebih besar dan lebih profitable ketimbang ride-hailing,” kata Lim Kell Jay seperti yang dikutip dari South China Morning Post

.

Baca juga: Ada Grab dan Gojek, Siapa Penguasa Ojol RI Sesungguhnya?

Bisnis Pengiriman Makanan Semakin Tumbuh

Ketika muncul aplikator ojek online baru, Grab dan Gojek terlihat begitu santai atau yang lebih tepatnya tidak takut untuk tersaingi. Alasannya, Grab dan Gojek memang sudah tidak menjadikan ride-hailing sebagai bisnis utama mereka karena saat ini Grab dan Gojek sudah memiliki lini bisnis lain.

Lini bisnis pengiriman makanan adalah salah satu lini bisnis yang saat ini sedang diseriusi oleh Grab dan Gojek. Kedua decacorn tersebut memang sudah seharusnya serius di bisnis pengiriman makanan karena bisnis pengiriman makanan saat ini memang tumbuh pesat di Indonesia.

Baca juga: 7 Bisnis Makanan dan Minuman Paling Laris Tahun 2019

Berdasarkan hasil riset dari Google, Temasek, dan juga Bain & Company, bisnis pengiriman makanan di Indonesia tumbuh cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir, bahkan bisnis tersebut mampu merubah kebiasaan masyarakat dalam mengkonsumsi makanan.

Bisnis pengiriman makanan pada tahun 2025 juga diprediksi akan meningkat jumlahnya. Bisnis pengiriman makanan sendiri bisa diterima oleh masyarakat dan begitu subur karena bisnis ini mampu menghindarkan pengguna dari kemacetan ketika mereka ingin menyantap hidangan tertentu tanpa harus keluar ruangan dan tanpa harus menghadapi cuaca yang tidak menentu.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close