AdsenseBloggingTutorial Blog

5 Tips Menulis Konten Berita Viral agar Tak Terjebak Hoaks

BERITA yang berpotensi viral menjadi buruan para blogger dengan niche berita (news). Utamanya yang bermain di FB ads to adsense. Aneka kejadian dan fakta yang sangat dinamis di tanah air maupun dunia, memungkinkan banyak peristiwa yang berpotensi menjadi berita viral.

Apalagi jika ditambah dengan kekuatan media sosial dengan daya sebar luar biasa. Konten yang kuat, runut, enak dibaca dan lengkap, menjadikan suatu peristiwa lebih cepat menjadi berita viral.

Tapi awas. Jangan sampai demi mengejar monetisasi, kita malah terjebak menjadi penyebar berita hoaks. Tau kan, apa bahaya dari berita hoaks?

Bukan saja kita akan membuat pembaca menjadi jenuh dan waspada dengan konten-konten yang kita buat di masa yang akan datang.

Facebook dan Google pun sudah bersiap menendang kita sewaktu-waktu, terkena AME FB ads dan dibanned Google adsense.

Tentu saja kita tidak mau kan?

5 Tips Menulis Berita Viral agar Tak Menjadi Hoaks

Nah, Berikut ini ada 5 tips yang bisa kita lakukan, agar mendapatkan konten yang kuat dan kredibel. Enak dibaca oleh pengunjung blog kita dan cukup kredibel ketika dishare.

1. Pastikan mengambil referensi dari sumber yang terpercaya

Ini syarat pertama dan utama. Pilihlah berita-berita populer, most commented, most viewed dan paling banyak dishare dari laman media mainstream, seperti Kompas, Detik, Republika, Tempo dan semacamnya.

Loading...

Kamu bisa lihat pada menu-menu yang ada. Terutama sekali yang paling banyak dilihat dan yang paling banyak dishare.

Tips konten berita viral
Beberapa berita yang berpotensi viral, bisa diambil dari media mainstream. (FOTO : Screenshoot)

Selain langkah di atas, kamu juga bisa menggunakan Google Trend termasuk aplikasi layanan pihak ketiga seperti Buzzsumo dan lainnya. Kalau ada modal lebih, bisa beli akun atau memanfaatkan jasa patungan alias akun odong-odong.

Sementara untuk yang bermodal pas-pasan kayak saya, enak dananya dipakai untuk modal ngiklan di Facebook saja. Hehe..

2. Jauhkan keinginan untuk menjadi yang pertama tapi tidak valid

Kita sering tergoda untuk melanjutkan isu yang ada di media massa/media sosial. Menduga-duga, kira-kira setelah ini apa ya? Apa mungkin begini? Atau begitu? Kalau dibikin seperti ini apa jadinya?

Sering sekali kita tergoda untuk melakukannya. Pasalnya, berita follow up seperti ini akan mendapatkan klik tinggi, karena mengundang rasa penasaran banyak orang akan kelanjutan suatu peristiwa. Apalagi sudah menyangkut kehidupan selebritis yang dikenal kontroversi dan memiliki banyak haters.

Saran saya lupakan saja. Kita bukan orang pintar atau paranormal yang bisa menebak apa yang akan terjadi. Lagipula, agak risakn jika kita mencari uang dari gosipan artis.

Ingatlah, sekali kita memberikan informasi yang tidak valid, maka kepercayaan orang akan turun kepada website kita. Istilahnya, belum diklik juga ia langsung alergi dengan nama website atau fanspage kita.

Tips membuat konten berita viral
Begitu mudahnya pembaca melaporkan konten yang mereka anggap tidak menyenangkan mereka

Jika sudah eneg, bukan tidak mungkin, mereka akan mengadukannya ke Facebook sebagai berita bohong atau bahkan melaporkan iklan adsense kamu, sebagai konten yang mengganggu. Kelar idup lo.. 🙂

Lebih baik, tunggu perkembangan berita. Lalu lakukan perbandingan dengan beberapa situs berita. Jika dirasa sudah valid, update dan lempar ke grup, naikkan ke fanspage dan dorong pakai FB ads.

3. Gunakan EYD yang baik dan benar

Istilah EYD (Ejaan yang Disempurnakan) saat ini sudah berganti menjadi PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Tapi secara garis besar, pedomannya sama saja.

Intinya adalah tulislah konten berita secara baku. Tanda baca, panjang kalimat, kalimat pasif, kalimat langsung dan sebagainya. Tujuannya biar lebih enak dibaca, meyakinkan. Kredibilitas dalam tulisan akan membantu tingkat kepercayaan pembaca.

Jauhi pemilihan nama judul yang super clickbait. Jujur saja, orang sudah pada eneg. Lebih baik belajar menggunakan kalimat kreatif pengunggah rasa penasaran. Tidak melulu harus yang bombastis.

4. Ubah-suaikan judul, foto berita/ilustrasi dan isi paragraf pertama

Poin keempat adalah bagaimana membuat konten berita viral kita lebih kelihatan kredibel. Di sini kuncinya. Biar nggak kelihatan vulgar amat copasnya. (Hoho, copas aja masih gengsi-gengsian).

Jurus ini yang jadi andalan saya. Sejauh ini aman-aman saja, dan tidak ada pembaca yang protes.

Pertama, ubah judul tulisan. Nggak beda-beda amat sih. Biasanya, cuma ngerubah posisi kata. Dari format pasif menjadi aktif, atau sebaliknya, vice versa. Mencari sinonim dan padanan kata. Dan lainnya.

Misal, judul aslinya : Hindari Banjir, Pria Paruh Baya Tewas Terperosok ke Parit Jalan

Bisa kita ubah menjadi : Malang, Lalui Jalan Tergenang Banjir, Pria Ini Malah Tewas Tergelincir dan Hanyut di Parit Besar

Tips membuat konten berita viral
Ganti lead berita. Seperti di gambar, kiri WordPress dengan SEO Yoast dan kanan Blogger.

Kedua, tambahkan lead berita. Kalo di blogger itu ada di bagian Search Description/Deskripsi Pencarian. Tambahkan kalimat yang membuat penasaran, dalam 7-8 kata. Tapi ingat, jangan terlalu berlebihan.

Kalo di wordpress, ada di bagian edit snippet. Biasanya baru kelihatan kalo pake plugin kayak SEO Yoast.

Ketiga, ganti foto/ilustrasi. Misalnya, berita copas dari Kompas tapi foto pakai punya detikcom. Jadi biar ada kombinasi. Dah gitu aja.

5. Pastikan melampirkan sumber berita

Ada aturan tidak tertulis, yang beredar antara Blogger. Bahwa salah satu ‘etika’ ketika menggunakan referensi, ataupun bahkan copas murni, dengan memberikan sumber berita.

Baiknya cukup ditulis seperti “Sumber : Kompas” tanpa memberikan link balik (no follow) maupun live link yang langsung menuju ke artikel yang kita copas.

Ini menunjukkan ada etika kita untuk mengakui bahwa benar artikel yang kita angkat itu adalah milik orang lain. Tidak kita klaim sebagai milik kita.

* * *

Catatan lain, meskipun sudah melakukan lima langkah di atas, satu hal yang harus kita pegang adalah, jangan coba-coba memelintir isi berita. Cukup diubah-suaikan secara kebahasaan saja.

Akhirnya, perlulah kita mengingat patron dari bapak ‘hoax’ dunia, Paul Joseph Goebbels – Menteri Propaganda-nya NAZI yang terkenal dengan ucapan kebohongan yang diulang-ulang, akan membuat publik menjadi percaya itu.

Katanya, “Kebohongan yang paling besar ialah kebenaran yang diubah sedikit saja”. (*)



Loading...

Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *