Omzet Ratusan Juta

Mantan Sales yang Meraih Omzet Ratusan Juta dari Usaha Kopi Mak’e

Selama ada niat, pasti ada jalan. Bahkan niat yang dijalankan secara konsisten dapat menyingkirkan segala halangan yang membentang, termasuk modal dalam membuat usaha. Hal ini, sepertinya terbukti dari kisah sukses Agus Wibowo, yang hanya mengeluarkan modal 200 ribu, namun mampu meraup omzet ratusan juta dari usahanya.

Saat sedang menonton salah satu siaran televisi, saya menemukan kisah wirausaha yang sangat inspiratif ini. Kisah sukses Agus Wibowo ini membuat saya semakin yakin, bila modal kecil bukanlah penghalang akan kesuksesan seseorang dalam memulai karier berwirausaha.

Mantan Sales yang Meraih Omzet Ratusan Juta dari Usaha Kopi Mak'e
Sumber gambar : bappeda.jatimprov.go.id

Agus Wibowo, seorang pemuda berumur sekitar 40 tahun ini, sebelumnya hanyalah seorang pegawai biasa dengan gaji yang pas-pasan, namun dengan ketelatenan menjalani usaha yang dimilikinya, Agus kini mampu meraup omzet ratusan juta rupiah setiap bulan.

Sebelum merintis usaha ini, Agus Wibowo hanyalah seorang sales marketing dari perusahaan jamu. Selama 12 tahun bekerja pada perusahaan tersebut, namun Agus Wibowo tidak pernah mendapatkan kenaikan gaji, meskipun hasil kerjanya mampu memberikan dampak yang sangat positif terhadap perusahaan tempat dia bekerja.

Merasa tidak cocok dengan pekerjaan yang sudah lama dia jalankan tersebut, terlintaslah di pikiran Agus Wibowo untuk menciptakan produk usahanya sendiri. Namun, kala itu Agus Wibowo tidak memiliki banyak modal, dan hanya uang sekitar 200ribuan yang dapat dia jadikan modal.

Ya, terkadang seseorang dapat “memancarkan” kekuatan tersendiri saat sedang mengalami kondisi terdesak. Dengan modal yang hanya 200ribuan itu, Agus Wibowo memutuskan untuk keluar dari pekerjaan, dan memutuskan untuk membangun karir wirausahanya sendiri.

Agus memanfaatkan modal sebesar 200 ribu tersebut untuk digunakan membeli biji kopi mentah dari daerah Temanggung, Jawa Tengah dan biji kopi daerah Malah, Jawa Timur. Kedua daerah tersebut dipilih Agus, karena konon biji kopi dari kedua daerah tersebut memiliki aroma, dan cita rasa yang berbeda dari biji kopi kebanyakan.

Setelah bahan utama telah dia dapatkan, Agus kemudian menggoreng serta menumbuk biji kopi tersebut sampai halus dan menjadi kopi bubuk. Mantan Sales yang Meraih Omzet Ratusan Juta dari Usaha Kopi Mak'e

Loading...

Setelah berhasil memasarkan kopi buatannya di daerah sekitaran Tuban. Lama kelamaan usaha Agus semakin membuahkan hasil, Ia berencana untuk membuah usaha ini semakin besar lagi, namun Agus membutuhkan tambahan modal, sehingga ia mengajak temannya untuk bekerja sama, dan mendapatkan modal dari pinjaman bank sebesar 20 Juta.

Akan tetapi, bukannya menambah untung, malah Agus semakin buntung karena modal pinjaman tersebut dibawa kabur oleh rekan bisnisnya, sehingga Agus harus melunasi pinjaman bank seorang diri.

Dengan keadaan yang semakin kepepet inilah, Agus menyadari bahwa musibah yang dialaminya dapat dijadikan sebagai dorongan agar dirinya semakin berinovasi dan maju di kemudian hari.

Benar saja, setelah bekerja dengan sangat keras dan giat, usaha yang dijalankan Agus semakin menemui titik terang, dan berangsur-angsur Agus dapat membayar hutang pinjaman kepada bank, sampai akhirnya hutang tersebut lunas.

Agus kini memproduksi empat jenis kopi, yakni kopi bubuk Robusta Mix, Arabica Mix, Robusta Bland Arabica, dan Robusta Jawa. Bahkan, menurut pelanggan yang telah mencicipi kopi racikan Agus, mereka menilai kopi tersebut memiliki cita rasa dan aroma yang berbeda dari kopi-kopi yang lain, menurut mereka kopi buatan Agus memiliki rasa yang lembut, serta kenikmatan tersendiri saat menyeruput kopi tersebut.

Agus juga giat melakukan survei di beberapa daerah, hanya untuk mendapatkan informasi seputar minat dan tanggapan orang-orang yang pernah mencicipi kopi racikannya. Dalam survey yang dilakukan Agus, dia mendapatkan masyarakat Jawa bagian Utara, lebih menyukai kopi Robusta Jawa Mix, sedangkan daerah selatan lebih menyukai kopi Robinson.

Kopi Make agus
Sumber gambar : http://www.suarapos.com

Untuk saat ini, agus mendatangkan langsung biji kopinya dari berbagai daerah, seperti Temanggung, Malang, Lampung, Medan, dan Situbondo. Saat ini usaha yang dibangun Agus telah semakin maju, dan peralatan yang dimilikinya semakin bertambah, seperti mesin penggoreng, mesin pembungkus kopi, dan juga mobi untuk mengantarkan pesanan ke beberapa daerah, sedangkan dalam membantu meringankan pekerjaannya, Agus telah mempekerjakan sekitar 15 pekerja,

Agus juga membedakan kopinya kedalam dua kelas, yakni kelas ekonomis, dan juga kelas premium. Untuk kopi kelas premium biasanya akan dipasarkan Agus, ke beberapa daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan di beberapa daerah lainnya. Untuk kopi dengan kelas ekonomis, akan dipasarkan Agus di beberapa daerah seperti Bojonegoro, Blora, Ngawi, Madiun, Ponogoro, dan Tuban.

Sedangkan untuk penamaan, Agus meberikan nama kopi racikannya tersebut dengan nama kopi Mak’e. Nama Mak’e memiliki arti seorang Ibu, sekilas kita dapat menyimpulkan bahawa Agus berharap dengan penamaan tersebut, kopi buatannya mampu terus “bersinar” dalam persaingan yang ketat, layaknya kasih seorang Ibu yang tidak akan pernah ada matinya.

Kini setiap harinya, Agus mampu menghasilkan 500 kilogram lebih kopi bubuk, dengan omzet ratusan juta perbulannya. Agus juga membuka waralaba di daerah Tuban dan Bojonegoro, untuk harga kopi bubuk yang dijual oleh Agus sendiri cukup beraneka ragam, untuk kopi dengan bungkusan kecil, Agus mematok harga sebesar Rp.500.- sedangkan untuk kiloan, Agus biasanya mematok harga 160.000 per kilo.

Baca Juga : 21 Peluang Bisnis Mudah dan Menguntungkan

Apakah saya bisa sukses dengan meraup omzet ratusan juta seperti Agus Wibowo ?

Tentu saja . .

Kisah Agus Wibowo yang mampu mendapatkan omzet ratusan juta rupiah, meskipun dengan modal yang tidak seberapa, seharusnya dapat memunculkan semangat kita dalam berwirausaha. Terlebih lagi, untuk kita yang diberikan modal cukup untuk memulainya.

Kalau Agus Wibowo yang bermodal kecil saja bisa, kenapa saya tidak . . .

Seperti yang diterapkan oleh Agus Wibowo, yakni niat yang tidak pernah putus, meskipun mendapatkan banyak sekali musibah dan cobaan dalam memulai karirnya berwirausaha. Niat yang dimilikinya, terbukti mampu memberikan kekuatan tersendiri dalam melawan cobaan yang kerap datang menemuinya, serta keyakinan yang dimilikinya membuat dia semakin semangat dalam membangun karir dan masa depan usahanya.

Bahkan, pada saat uang modal pinjaman bank dibawa kabur oleh rekannya saja, Agus Wibowo dapat dengan tekun menjalankan usaha yang dimilikinya, serta menjadikan musibah tersebut sebagai dorongan untuk terus maju.

Maka dari itu, Modal utamanya adalah Niat, Ketekunan, dan Keyakinan. Sedangkan untuk modal uang, saya rasa tergantung dari yang mengelolanya.

Penutup

Itulah kisah inspiratif yang dapat dipelajari dari kehidupan Agus Wibowo, dan semoga kita semakin semangat, serta menguatkan niat, untuk menjalankan segala bisnis dan usaha yang kita jalankan.

Mungkin saja, anda adalah orang selanjutnya yang mampu meraup omzet jutaan dengan bisnis atau usaha anda. 🙂


Loading...

Bagikan

Vilandus

Penulis

Saya suka menulis jika ditemani segelas kopi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *