Ulasan Bisnis

Pandemi Belum Usai, Ini Cara Agar Bisnis Laundry Tetap Bertahan

Tahun 2020 adalah tahun yang tidak terlalu mengesankan bagi kebanyakan orang, khususnya bagi para pebisnis. Saat ini sendiri, pergantian tahun telah terjadi. Dan harapannya, di tahun 2021 pandemi COVID-19 akan segera berakhir.

Seperti yang sudah diketahui, akibat pandemi COVID-19 ada banyak bisnis yang mengalami pasang-surut dalam meraih pendapatan. Bahkan, sebagiannya ada yang terpaksa tutup lantaran tak mampu bertahan lebih lama menunggu COVID-19 usai. Lagipula, sampai saat ini juga belum diketahui kapan pandemi COVID-19 akan segera berakhir.

Bisnis UMKM Juga Mengalami Dampak

Pasang-surut tidak hanya dialami oleh bisnis yang berskala besar, namun bisnis yang berskala kecil sekelas UMKM pun juga mengalami dampaknya. Dan salah satu bisnis UMKM yang mengalami dampaknya adalah bisnis laundry.

Agar bisnis laundry tidak sampai tutup, tentu kita harus menerapkan beberapa strategi. Memikirkan strategi baru sangat diperlukan mengingat pandemi COVID-19 belum diketahui  kapan berakhirnya sehingga seorang pebisnis harus berpikir lebih kreatif, dan berikut ini beberapa strategi yang bisa kamu terapkan.

1. Menerapkan Protokol Kesehatan 5M

Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Namun, mengingat kasus pandemi COVID-19 semakin meningkat, para pakar menyarankan masyarakat untuk menerapkan 5M di mana 2M tambahannya adalah membatasi mobilitas dan menjauhi kerumunan.

Meski protokol kesehatan 5M belum diterapkan, kita selaku pemilik laundry harus memulainya terlebih dahulu agar penyebaran COVID-19 bisa ditekan. Dengan memperhatikan protokol kesehatan, maka para klien akan lebih mempercayai usaha laundry yang kita jalankan.

2. Melakukan Pembersihan

Maksud pembersihan di sini adalah pembersihan secara menyeluruh yang mencakup tempat kerja dan juga alat kerja. Usahakan lakukan pembersihan sebanyak dua kali dalam sehari, yaitu sebelum laundry dibuka dan juga setelah jam operasional berakhir.

Beberapa area yang berulang kali disentuh juga harus mendapatkan perhatian, di antaranya adalah meja, gagang pintu, timbangan, dan juga permukaan mesin cuci. Jangan lupa pula untuk selalu menyediakan hand sanitizer atau sabun cuci tangan bagi para karyawan dan juga bagi para pengunjung.

3. Memasang Poster Pencegahan COVID-19

Setelah menerapkan protokol kesehatan dan juga pembersihan, maka langkah selanjutnya adalah memasang poster pencegahan COVID-19. Seperti yang sudah diketahui, tidak semua orang tertib akan aturan pencegahan COVID-19.

Oleh karenanya, penting bagi pemilik laundry untuk mengingatkannya. Ketika peringatan dalam bentuk poster sudah disampaikan, dan ternyata sang pelanggan abai, maka kita bisa menegurnya dengan mengarahkannya untuk membaca poster yang sudah terpampang. Selain poster, kita juga bisa memberikan selebaran terkait pencegahan COVID-19.

4. Sediakan Jasa Antar Jemput

Mengingat COVID-19 kembali mengalami kenaikan, menyediakan jasa antar jemput pakaian merupakan solusi cerdas. Dengan demikian, para pelanggan pun juga merasa aman, dan kamu selaku pemilik laundry beserta para karyawan juga mengetahui kondisi pakaian yang dibersihkan.

Selain mengetahui kondisi pakaian yang akan dibersihkan, tersedianya jasa antar jemput juga menjadikan laundry yang kita kelola semakin profesional di mata pelanggan. Dengan menerapkan terobosan tersebut, diharapkan bisnis laundry akan tetap bertahan hingga pandemi nanti berakhir.

Bisnis Laundry Tetap Memiliki Prospek

Bisnis laundry di luaran sana yang gulung tikar sudah ada banyak. Namun, ketika pandemi COVID-19 berakhir, bisnis laundry yang tetap bertahan akan memiliki prospek yang bagus ke depannya. Alasan utamanya adalah publik akan tetap mengingat nama bisnis laundry yang sedang kita geluti,  karena bisnis yang kita miliki mampu bertahan di saat yang lainnya tumbang.

Jadi ketika pandemi nanti berakhir, dan bisnis laundry pesaing mulai bermunculan, kamu tidak perlu khawatir akan keberadaannya, karena bisnis yang kamu jalani sudah memiliki banyak pelanggan karena mampu bertahan di situasi yang sedang guncang akibat COVID-19.


Loading...

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close