BloggingDasar dasar BlogOptimasi Blog

Fakta dan Mitos Seputar Anchor Text yang Perlu Anda Tahu!

Pengertian Anchor Text dan Penjelasan Lengkapnya – Bagi blogger pemula, istilah anchor text mungkin masih terdengar asing. Namun bagi blogger veteran, istilah ini mungkin sudah sangat melekat dalam pikirannya. Dalam sepanjang sepak terjangnya mengarungi kerasnya dunia online, mereka pasti sudah paham dengan istilah “Anchor Text” ini.

Ya wajar saja, soalnya istilah ini erat kaitannya dengan teknik SEO. Jadi, jika Anda ingin mendalami konsep SEO, pelajari saja dulu istilah ini. Lama-lama Anda pasti bisa menjadi seorang master SEO dan blog.

Untuk membimbing Anda menjadi seorang ‘master’, kami akan sedikit membahas istilah ini sepengetahuan kami. Cukup panjang, namun tidak terlalu muluk-muluk juga.

Seandainya Anda bisa memaksimalkan anchor text dengan baik, Anda tentunya akan memperoleh berbagai benefit untuk keberlangsungan situs Anda.

Oke, mari kita bahas satu per satu…

Pengertian Anchor Text dan Penjelasannya

Pengertian anchor text

Anchor text (anchor link) adalah sebuah tulisan untuk penamaan link yang akan ditampilkan pada sebuah halaman.

Nama link itu akan menunjukkan sebuah halaman web, dan ketika kita klik maka kita akan diarahkan ke halaman web tersebut.

Loading...

Masih bingung ?

Berikut ini adalah contoh penggunaan anchor text pada suatu paragraph postingan.

Pada kesempatan kali ini, Klik Mania akan membahas beberapa hal yang berkaitan dengan teknik SEO.

Dalam kutipan tersebut, saya telah memberi link di dalamnya. Link tersebut saya beri nama ‘Klik Mania’ dan ‘teknik SEO’. Penamaan link itulah yang disebut dengan anchor text.

Sampai sini paham ya?

Nah apabila anchor text sudah bertebaran di situs lain, biasanya mesin pencari akan lebih mudah untuk mengenali suatu domain atau link yang ada di dalamnya.

Pada ilustrasi tadi, mesin pencari akan mengenali ‘Klik Mania’ sebagai brand keyword domain. Sedangkan anchor text ‘teknik SEO’ menjelaskan artikel tersebut memiliki keterkaitan dengan artikel lain yang membahas seputar SEO.

Mari kita lanjut…

Jangan Sepelekan Ini, Penting!

Kebanyakan blogger biasanya menyepelekan pengucapan (spell) dari “anchor text”. Banyak sekali orang yang salah spell ketika mengucapkan kata ‘anchor’. Lucunya lagi, para master SEO juga sering kali salah dan tidak tahu bagaimana pengucapan yang seharusnya.

Ingat ya, cara mengucapkannya bukan ‘anchor’ tetapi ‘engker’. Yaps, hitung-hitung Anda belajar untuk menjadi terbiasa.

Lalu, Bagaimana Cara Membuat Anchor Text ?

Caranya sebenarnya sangatlah mudah untuk dilakukan. Ada beberapa tipe cara yang biasa digunakan.

1. Naked URL (sesuai judul link yang sebenarnya)

Naked itu artinya telanjang, jadi arti dari naked URL adalah penulisan URL asli tanpa ada unsur penambahan/penggantian apapun.

Penggunaan dengan cara ini lebih menekankan agar judul blog lebih mudah dikenali Search Engine. Anda bisa menggunakan teknik ini untuk optimasi ‘judul blog’ sebagai ‘brand keyword’. Hal ini juga sangat cocok untuk blog yang baru dibuat. Mari kita lihat saja contohnya.

< a href= www.klikmania.net>www.klikmania.net</a>

Maka hasilnya adalah www.klikmania.net

2. Sesuai judul halaman

Cara ini lebih tepat digunakan jika ingin menghubungkan artikel satu dengan artikel lain yang masih ada kaitannya (relevan).

< a href= www.klikmania.net> Berapa penghasilan rata-rata blogger Indonesia? </a>

Maka hasilnya adalah Berapa penghasilan rata-rata blogger Indonesia?

Anda tidak harus membuat anchor text yang sama dengan judul artikel yang akan dibuat link, bisa saja hanya penggalannya saja. Misalnya jika ada kata-kata ‘penghasilan blogger’, ya sudah itu gunakan saja sebagai anchor text.

Hal seperti ini malah terkesan lebih natural, ringkas dan mudah untuk dijelajahi. Baik google atau manusia mungkin lebih suka yang satu ini.

Anda juga bisa membuat link agar muncul di tab baru agar halaman yang sedang dibaca tidak dialihkan ke halaman baru. Coba saja Anda sisipkan “target=_blank” di dalam sintaks HTML-nya.

Note :

1. Menggunakan target blank mungkin dapat mengurangi bounce rate karena halaman sebelumnya masih ada dan tidak tergantikan oleh halaman baru yang telah diklik.

2. Jangan menggunakan anchor text dikolom komentar.

Hal ini sama saja dengan memberi link aktif pada kolom komentar. Itu adalah SPAM yang akan membuat reputasi blog menjadi kurang baik. Pemilik blog tentu akan sedikit geram terhadap Anda.

3. Jangan memberi judul aneh atau tidak ada sangkut pautnya antara judul dan anchor text.

Semisal jika ada artikel berjudul “ pengertian jones dan jomblo“, maka anchor textnya lebih baik sama dengan judulnya. Jangan berubah menjadi “ cara sukses berwirausaha”. Ini sungguh keliru dan kurang tepat.

4. Hindari penggunaan anchor berbentuk umum seperti “klik di sini” atau “click here”.

Itu membuat persepsi yang kurang baik dan cukup rancu. Sebenarnya sih Anda boleh-boleh saja menggunakannya, tapi sumber link tujuan harus benar-benar relevan dengan artikelnya. Saran kami, gunakan saja sesuai judul topik bahasan.

5. Nama lain dari anchor text adalah anchor link dan teks jangkar. Jadi jangan heran jika ada orang yang menyamakan nama tersebut.

Pengertian anchor text dalam seo

Apa Fungsi Anchor Text ?

  • Untuk penamaan sebuah link.
  • Untuk memikat pengunjung agar membaca artikel lain yang ada keterkaitannya.
  • Untuk mempermudah pengunjung dalam menjelajahi suatu blog.

Apa Manfaat Anchor Text ?

  • Agar bounce rate menurun. Dengan adanya anchor text, pengunjung akan lebih mudah mengenali keterkaitan antar artikel. Jika artikelnya bikin nagih, mungkin akhirnya akan berlanjut pada artikel yang tadi diberi link.
  • Meningkatkan pageview/penayangan suatu blog. Jika ada pengunjung yang kepo dengan link yang kita buat, tentu secara otomatis pageview kita akan bertambah.
  • Menambah keragaman kata kunci agar lebih berbobot. Yaps, google sangat suka dengan konten yang kaya informasi. Semakin relevan anchor text dan sumber link, semakin bagus pula google menilai kualitas artikel kita. Sekali lagi, Anda bisa melihat dan menganalisa berbagai artikel di Wikipedia.
  • Keperluan backlink, inboundlink dan outboundlink. Penggunaan anchor text akan menghubungkan artikel satu dengan lainnya, baik itu internal link ataupun eksternal link sehingga sangat bermanfaat. Jadi, gunakanlah dengan bijak dan tidak menyalahi aturan.
  • Memperkuat DA dan PA.
  • Sulit digeser web lain. ‘Jika’ keterkaitan anatara isi konten, judul konten dan anchor text itu bagus, biasanya konten lebih awet nangkring pada halaman hasil pencarian (SERP). Bisa juga situs kamu menang melawan situs lain yang DA dan PA-nya lebih tinggi.

Fakta dan Mitos Seputar Anchor Text

Setelah Anda mengetahui beberapa penjelasan di atas, mari kita bahas lebih dalam lagi. Karena kalau Anda salah kaprah memahaminya, pemikiran Anda tentang anchor text tentu menjadi kurang baik.

Mari kita bahas pelan-pelan…

Bagi yang sudah paham konsep link building pasti sering menanyakan takaran anchor text yang ideal pada websitenya. Misalnya yang memakai naked URL berapa persen, yang memakai keyword berapa persen, yang generic berapa persen.

Namun takaran seperti ini tidak perlu Anda khawatirkan, karena sebenarnya menggunakannya sebanyak apa pun tetap aman-aman saja (asalkan sumber backlinknya baik dan tidak massive spamming).

Kalau ada seseorang yang menjelaskan takaran tertentu dalam anchor text, jangan terlalu percaya. Karena mungkin saja itu hanya mitos yang dibesar-besarkan.

Hal ini bisa kami buktikan melalui beberapa riset dan studi kasus.

Riset pertama

Anda bisa lihat banyak sekali website yang mengikuti kontes SEO. Mereka bahkan menggunakan anchor text yang itu-itu saja. Lalu, apa mereka terkena pinalti google karena hal itu?

Faktanya, website mereka aman-aman saja. Bahkan website mereka berada pada halaman 1 pencarian. Jika Anda tidak percaya, coba saja lihat dan amati website-website yang ikut atau yang menyelenggarakan kontes SEO. Kemudian simpulkan menurut perspektif Anda.

Riset selanjutnya

Ini bisa terkait dengan ‘sitewide link’ seperti backlink di sidebar, header, footer dan lain sebagainya. Anda bisa tahu bahwa beberapa theme wordpress yang ‘bukan premium’ pada bagian footer sering kali terdapat tulisan “Proudly powered by WordPress”. Pada kata ‘Wordpress’ tadi biasanya akan diarahkan backlink ke wordpress.org.

Hal ini tentu menyebabkan banyak sekali link yang menggunakan anchor text ‘WordPress’ dan berjenis sitewide links. Sama seperti pembahasan sebelumnya, situs yang ditanami backlink tadi (wordpress.org) tidak terkena pinalti google.

Sampai sini seharusnya Anda sudah lebih paham.

Berikutnya, mari kita bahas pada riset terakhir

Anda tentu tahu banyak perusahaan digital sekarang ini sudah merambah ke teknik SEO untuk mempromosikan produknya. Salah satu strategi mereka yaitu dengan ‘content placement’, misalnya mengadakan kontes atau giveaway.

Pada dasarnya, mereka membeli link ke blogger-blogger untuk ditukarkan dengan berbagai rewards. Mereka juga tidak terlalu memikirkan anchor text, bahkan mereka tidak masalah menggunakan anchor text yang sama dan itu-itu saja.

Anehnya, website mereka malah nangkring di page one bahkan rangking satu. Satu hal yang paling penting, sebenarnya yang akan mempengaruhi anchor text itu sumber backlinknya.

Ibaratkan saja, anchor text merupakan sebuah sinyal yang diberikan oleh suatu situs kepada google. Maksudnya, website tersebut memberi tahu google bahwa halaman itu relevan dengan kata kuncinya.

Jika Anda sudah mengenal dunia SEO, Anda pasti kenal dengan istilah SEO Offpage. Nah, SEO offpage ini bisa saja kita artikan ‘salah satunya’ sebagai manipulasi link.

Dalam hal ini, website yang melakukan anchor text yang sama bisa aman-aman saja karena sumber backlink dan teknik manipulasinya berjalan bagus. Maksudnya terlihat natural, seperti website lain merekomendasikan halaman tersebut.

Nah di sisi lain, banyak pemain SEO di Indonesia bukan manipulator yang baik. Mereka secara ‘nyeleneh’ memberikan anchor text dengan sumber backlink yang asal-asalan.

Misalnya dari backlink comment dan sejenisnya, hal ini tentu tidak disukai oleh google. Pantas saja, mereka sering terkena google sandbox, deindex bahkan pinalti yang lebih ekstrim.

Intinya sih, kita tidak perlu memikirkan takaran dari anchor text itu sendiri. Yang perlu dipikirkan lebih dalam adalah sumber backlink yang digunakan.

Jangan sampai karena satu kesalahan, anchor text juga disalahkan. Harus ada sebuah penelitian yang mendalam sebelum membuat suatu kesimpulan.

Ingat ya, sumber backlink-nya bukan takaran anchor text-nya.

Penutup:

Nah itulah seluk beluk anchor text yang saya ketahui. Setelah membaca artikel ini, tentunya Anda menjadi lebih paham. Kita bisa menyimpulkan bahwa keberadaan anchor text memang cukup penting untuk keperluan SEO.

Jika Anda sudah memahami konsep link building dan keyword research, Anda bahkan bisa memaksimalkan potensi dari anchor text untuk menguasai/mendominasi keyword tertentu. Jika sudah berhasil, trafik situs Anda tentu bisa meningkat secara signifikan.

Selain itu, Anda juga harus memerhatikan keserasian antara anchor text dengan backlink agar hasilnya lebih memuaskan.

Jika backlinknya bagus, peringkatnya akan naik. Begitu sebaliknya.

Tidak percaya? Coba saja dan buktikan sendiri hasilnya!

Baca juga:

P.S : Jika ada yang masih bingung atau kurang penjelasan, silahkan berkomentar dengan baik dan benar. Semoga artikel ini bermanfaat. . .



Loading...

Baca selengkapnya

Mr.R

Pengangguran yang doyan ngeblog dan internetan. #JOMBLO_PREMIUM

Artikel terkait

3 Comments

  1. Selamat Malam,

    Saya mau tanya, apakah boleh kita mencantumkan 2 backlink dengan sumber link yang di tuju sama dalam sebuah post? Sumber link nya masih internal link.

    Terima Kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *