Internet

Perluas Penggunaan AI, Toilet di China Juga Gunakan AI

Toilet AI Gunakan Sensor Pendeteksi Tubuh

Entah apa yang dirasakan oleh warga negara China atas pesatnya perkembangan teknologi yang ada di negara mereka saat ini. Sebagian mungkin ada yang merasa senang, dan mungkin sebagian ada yang merasa terganggu mengingat pemerintahan China menerapkan teknologi di seluruh aspek kehidupan.

Baca juga: Saat ini, Kecerdasan Buatan di China Berkembang Pesat di Seluruh Negeri

Salah satu penerapan teknologi di seluruh aspek kehidupan yang sudah dilakukan oleh pemerintah China adalah dengan mengadakan toilet AI. Seperti yang dilansir dari South China Morning Post, toilet AI tersebut sudah tersedia di kota Shanghai yang merupakan kota terbesar di China.

Toilet Kok Gunakan AI Sih?

South China Morning Post melaporkan bahwasanya pemerintah China telah membangun 150 toilet di Shanghai. Setiap toilet dilengkapi dengan peralatan sensor tubuh manusia yang menggunakan sinar infra merah dan ultrasonik untuk mendeteksi orang di dalam dan berapa lama waktu mereka di sana.

Bukan hanya itu saja, toilet AI di China ini juga mampu memantau kualitas udara di dalam bilik dan menghemat penggunaan air. Kabarnya, wilayah lain seperti Beijing, Guangzhou, dan Shenzhen juga akan membuat toilet umum menjadi lebih pintar. Lebih dari 700 kota di China telah mengusulkan atau sedang dalam proses membangun infrastruktur pintar, menurut laporan Institut Penelitian Industri Qianzhan di awal tahun 2019 ini.

Tujuan utama dibuatnya toilet AI untuk apa sih?

Toilet AI dibuat untuk membatasi penggunaan toilet sehingga para pengguna tidak akan bisa berlama-lama ketika berada di dalam toilet. Batasan waktu yang diberikan hanya 15 menit saja, kalaupun penggunaan toilet lebih dari waktu yang sudah ditentukan, maka para petugas akan segera melakukan pemeriksaan.

Bagaimana Tanggapan Warga China?

Warga China menanggapi beragam keberadaan toilet pintar yang ada di negaranya tersebut. Namun, mayoritas warga negara China kurang setuju dengan keberadaan toilet ini karena toilet AI hanya akan mengganggu kenyamanan mereka saja.

“Saya pikir tidak apa-apa bagi saya, tetapi mungkin bukan ide yang baik untuk membaca novel di dalam toilet,” Frank Lin, warga asli Shanghai berusia 22 tahun.

“Ini bisa memalukan bagi saya,” kata seorang penduduk Shanghai yang bermarga Liu yang menolak untuk memberikan nama lengkapnya ketika berbicara. “Karena saat aku kecil, aku terbiasa menghabiskan waktu setengah jam di toilet, ini berarti petugas akan memeriksaku dua kali … ini membuatku gugup.”

Baca juga: Wow, China Sudah Membuat Penjara dengan Kecerdasan Buatan, Seperti apa?

Terkait penggunaan AI ini, pemerintah China sudah menerapkannya di berbagai aspek kehidupan seperti yang sudah disebutkan. Bahkan di China, tempat sampah juga sudah menggunakan AI. Negara dengan populasi penduduk terbanyak ini memang patut diacungi jempol.

Namun, kecanggihan teknologi terkadang juga tidak selalu memberikan kenyamanan, karena ketika teknologi diterapkan secara masif, terkadang teknologi tersebut merenggut kebebasan seseorang seperti apa yang dilakukan oleh toilet pintar asal China ini di mana mayoritas pengguna justru tidak menyukai keberadaannya.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close