Dunia InternetInternetTekno

(Game) Permainan Ternyata Tidak Baik Bagi Anak dan Remaja

Bertepatan dengan 6 juli 2016, sebuah perusahaan pengembangan IT asal Amerika Serikat, San Francisco merilis sebuah game yang dinamakan Pokemon GO. Permainan ini menjadi istimewa karena hanya beberapa hari rilis demam Pokemon GO sudah melanda para gamers diseluruh dunia, termasuk Indonesia meskipun versi resminya belum rilis.

Permainan berbasis teknologi authentic reality ini memadukan gambar di dunia nyata dengan ilustrasi dari dunia maya. Seorang pemian Pokemon GO akan melihat latar yang ada di dalam gadgetnya seperti lingkungan nyata tempatnya berada.

Dalam bermain, seorang gamers bertindak sebagai pencari pokemon dengan cara berjalan-jalan ke tempat yang terdeteksi ada pokemon di tempat itu. Game ini menggunakan koneksi internet dan GPS agar game Pokemon GO bisa berjalan dengan lancar.

Kejadian Akibat Permainan Pokemon GO

Baru beberapa hari rilis, kejadian unik dilaporkan telah terjadi akibat permainan ini. Sebagaimana dilaporkan seorang lelaki 26 tahun tiba-tiba berhenti di tengah jalan raya hanya untuk menangkap Pikachu. Aksinya ini mengakibatkan mobil yang sedang melaju dijalanan terpaksa mengerem mendadak hingga mengakibatkan tabrakan beruntun.

Meskipun tidak ditemukan korban jiwa dalam kasus insiden itu, tetapi ini menjadi masalah serius kedepannya. Bila bermain handphone saat mengemudi berbahaya , maka kini Pokemon GO menjadi ancaman tersendiri dalam keselamatan berkendara.

Keberadaan pokemon yang bisa dilihat siapa saja rupanya juga mengundang aksi kriminal. 4 remaja di Amerika Serikat di duga menggunakan aplikasi untuk memikat orang datang ke lokasi yang telah mereka tentukan, kemudian mereka merampok pemain Pokemon GO yang datang ke lokasi tersebut. Tidak diketahui secara pasti berapa korban perampokan bersenjata itu.

Referensi lain : Game Argumented Reality Siap Menyaingi Game Pokemon Go

Pandangan Kurang Tepat Orang Tua Pada Anaknya Mengenai Game

permainan
Family via https://www.pexels.com

Beberapa pengamat menilai Pokemon GO akan menjadi awal dari revolusi permainan via gadget. Jika sebelumnya para gamers hanya duduk dan menatap gadgetnnya, maka ke depan akan muncul permainan sejenis yang mengharuskan pemainnya bergerak dan beranjak dari tempat duduknya .

Tetapi tentu saja efek samping yang di timbulkan game tidak bisa dianggap remeh, perkembangan game baik online maupun offline memang tak bisa dihindarkan peran teknologi yang terus berkembang berimbas pada perkembangan game yang semakin pesat.

Perkembangan ini juga berimbas pada anak-anak bahkan orang-orang dewasa. Sayangnya orang tua memiliki pandangan kurang tepat tentang game. Banyak yang mengira anaknya jenius karena bermain game dengan tingkat kesulitan tinggi. Sebagian beralasan lebih baik anak bermain game daripada terjerat narkoba atau lebih baik anak menyediakan game di rumah ketimbang anak harus pergi ke warnet.

Game Dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Bermain game pada awalnya tidak mengganggu aktifitas sehari-hari. Namun jika kecanduan akan mengganggu tumbuh kembang anak. Hingga Januari 2013, disebuah rumah sakit jiwa di Jakarta telah merawat lebih dari 11 pasien anak dan remaja yang kecanduan game.

Game dapat membuat anak dan remaja kecanduan seperti obat narkotika atau judi. Awalnya mungkin sekedar hiburan untuk santai atau rileks dari padatnya aktifitas sekolah namun dapat berkembang sebagai arena kompetisi atau persaingan.

Perasaan senang yang muncul untuk menaklukkan tantangan membuat anak semakin penasaran hingga akhirnya lupa waktu dan tempat karena terus berkonsentrasi pada permainan.

Game dapat Mengganggu Kehidupan Sosial

Banyak gamers mendapat dampak serius dari aktifitas ini. Data dari penelitian di Amerika Serikat menyatakan 1 dari 10 gamers atau sekitar 15% mengalami gangguan kehidupan sosial, prestasi belajar, sekolah dan juga pekerjaan bagi orang dewasa.

Beberapa penelitian di Cina, Australia, Germany, Taiwan dan Singapore juga mengungkap hal serupa, angkanya bervariasi antara 7-15 %. Beberapa penelitian lain juga mengungkap adanya sejumlah bahaya yang ditimbulkan oleh permainan yang tersedia di komputer maupun yang diakses secara online baik dari sisi kesehatan, moral dan ekonomi.

Dari sisi kesehatan bagi anak kecil, game dapat menyebabkan perlambatan pertubuhan fisik. Selain itu cahaya komputer bisa menyebabkan penyakit epilepsi dan kerapuhan struktur tulang, kemudian penurunan aktifitas gelombang otak depan yang berakibat pada turunnya kemampuan mengendalikan emosi, sehingga pemain game cepat mengalami peruahan mood, seperti mudah sekali marah, mengalami permasalahan hubungan sosial, tidak konsentrasi, dan lain sebagainya.

Perilaku Berbahaya Anak yang Sudah Kecanduan Game

permainan
Power man via https://www.pexels.com

Seorang peneliti asal Amerika pernah mempublikasikan hasil risetnya yang dilakukan terhadap anak yang terlalu kecanduan dalam bermain game, ternyata menyebabkan sifat prilaku brutal dan radikal dalam diri anak-anak. Mereka terinspirasi oleh kekerasan yang di mainkan melalui game.

Riset ini bahkan menyebutkan bahwa bahaya game yang mengandung kekerasan lebih besar dari film yang menayangkan kekerasan. Hal itu disebabkan dalam game terdapat hubungan interaktif antara pikiran anak dengan dunia maya.

Reaksi Lembaga Fatwa Timur Tengah

Berbagai bahaya yang ditimbulkan game dapat dipahami jika sebagian lembaga-lembaga fatwa di timur tengah bereaksi cukup keras terhadap game online, termasuk game Pokemon GO yang sedang booming akhir-akhir ini.

Orang-orang menjadi berada di jalan-jalan dengan mata terpaku pada layar HP untuk mencari lokasi monster pokemon imaginer berada, mereka sibuk menangkap sesuatu yang imaginer atau khayal tersebut. Bahkan beberapa orang sampai meninggalkan pekerjaan untuk mencari monster khayal dalam dunia layar HP.

Sementara itu, pekerjaan untuk mencari nafkah justru di tinggalkan, atau seorang murid, pelajar maupun mahasiswa yang sedang kuliah sibuk berburu monster dan lupa akan tugas dan belajar.


Loading...
Baca selengkapnya

Jika kita bermewah-mewah di dunia akan kurang ganjarannya di akhirat #umar bin khattab

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close