persaingan antara samsung dan apple

Kejam, Persaingan Antara Samsung dan Apple di Dunia Bisnis

Persaingan antara Samsung dan Apple memang tidak bisa dihindarkan, mengingat keduanya merupakan produsen smartphone ternama.

Persaingan antara Samsung dan Apple sebenarnya sah-sah saja dan wajar, karena dalam dunia bisnis yang namanya persaingan itu akan selalu ada.

Akan tetapi, yang menjadi pertanyaan adalah apakah wajar persaingan itu harus menjatuhkan satu sama lain melalui marketing?

Kejam, Persaingan Antara Samsung dan Apple

Kejam, mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana kedua perusahaan elektronik itu bersaing.

Kata tersebut, tentu tidak berlebihan, mengingat keduanya suka saling sindir melalui strategi marketingnya masing-masing.

Bahkan, baru-baru ini, Samsung telah merilis empat video pendek yang menggambarkan kelemahan Apple dibandingkan dengan Samsung.

BacaAlasan Mengapa Produk Apple Dijual dengan Harga Mahal

Berikut keempat video yang dimaksud:

Loading...
1. Kecepatan

Video pertama berkaitan tentang kecepatan download Samsung Galaxy S9, di mana dalam video tersebut, sang pengunjung bertanya apakah kecepatan download iPhone X lebih baik dari Galaxy S9.

Apa jawabnya?

Jawabnya dalam video tersebut adalah sang pegawai tidak bisa menjawab apa-apa, kecuali hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala.

Lihat:

2. Kamera

DxOMark adalah lembaga kredibel yang bertugas untuk mengukur dan menilai kualitas gambar smartphone, kamera, dan lensa sejak tahun 2008.

Dan DxOMark sebagai lembaga yang kredibel, ternyata telah menobatkan Samsung Galaxy S9 sebagai smartphone dengan kamera terbaik.

Singkat cerita, dalam video iklan yang kedua ini, seorang pengunjung menanyakan kualitas kamera iPhone dibandingkan dengan Samsung.

Lantas, apa jawabnya?

Jawabnya adalah sang pegawai tetap percaya produk Apple, meskipun kenyataannya Samsung memang lebih unggul.

Lihat:

3. Adaptor

Dalam video ketiga, seorang pengunjung bertanya kepada pegawai Apple, apakah ia bisa menancapkan headphone di iPhone miliknya.

Kemudian, sang pegawai menjawab, jika sang pengunjung tersebut harus menggunakan dongle (adaptor).

Setelah itu, sang pengunjung terlihat tidak begitu puas, karena mendengar mekanisme iPhone yang begitu rumit.

Lihat:

4. Pengisian Daya

Setelah menyinggung iPhone dari kecepatan download, kamera, hingga diperlukannya sebuah adaptor. Samsung menutup video keempatnya dengan pengisian daya.

Dalam video keempat ini, terlihat seorang pengunjung bertanya kepada pegawai Apple tentang Samsung Galaxy S9 yang memiliki fast charger.

Lantas, apa jawab sang pegawai?

Sang pegawai menjawab, jika iPhone juga memiliki fast charger. Hanya saja, untuk menikmati fast charger, sang pembeli diharuskan membeli peralatannya secara terpisah.

Lihat:

Bolehkah Saling Sindir?

Berdasarkan Etika Periklanan No. 1.21, iklan tidak boleh merendahkan produk pesaing secara langsung maupun tidak langsung.

Itu tadi merupakan etika periklanan yang ada di Indonesia. Adapun untuk luar negeri, seperti kasus Samsung dan Apple belum diketahui apakah ada etika periklanan yang mengikat.

Akan tetapi jika dipikir secara akal sehat, sebaiknya perusahaan yang bersaing itu tidak perlu (tidak patut) menggunakan teknik marketing yang menyindir lawan bisnis melalui iklan.

Karena dengan memperbaiki kualitas produk dan menjalankan marketing yang sehat, sebenarnya sebuah perusahaan sudah mampu menarik minat para konsumen untuk membeli produknya.

Kesimpulan

Saling sindir antara Samsung dan Apple, tentu tidak akan berhenti sampai di sini, mengingat keduanya sudah sering berbalas sindiran jauh-jauh hari.

Selain Samsung dan Apple, tentu masih ada perusahaan besar lain yang juga saling sindir. Bahkan, di Indonesia sendiri, kasus yang seperti itu juga pernah terjadi.

Baca:  Ingin Belajar Digital Marketing? 3 Situs Ini Dapat Menjadi Referensi Anda

Intinya sekarang adalah jika ingin produk laku harus melakukan marketing yang tepat. Jika marketing hanya berisi saling sindir, tentu semua orang juga bisa.


Loading...

Bagikan

Leo Setiawan

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *