pihak google

Kena Denda 72 Trilyun, Pihak Google Balik Ancam Android Akan Berbayar

Seperti yang kita tau, pihak Google mewajibkan OEM Android untuk menyertakan sejumlah aplikasi dalam smartphone yang menggunakan flatform Android. Hal ini terbukti apabila kita membeli smartphone android baru, maka langsung akan bisa melihat beberapa aplikasi seperi Gmail dan Google Search.

Padahal yang kita tau, pihak Google menyediakan semua fasilitas termasuk Gmail bisa dinikmati oleh pengguna secara gratis. Selain itu, pengguna juga bisa langsung mengakses halaman Play store dan mengunduh banyak aplikasi tanpa harus membayar.

Baca jugaTerobosan Baru Google di Google I/O: Dari Android P Hingga Google Lens

Namun sekarang, ternyata langkah Google untuk membenamkan beberapa aplikasi bawaan (bundle) tersebut ditentang oleh Komisi Eropa.

Pada kenyataannya, komisi Eropa menganggap sistem operasi Android sebagai bundle adalah cara ilegal perusahaan untuk mengukuhkan mesin pencari Google sebagai alternatif utama bagi pengguna smartphone android.

Komisi Eropa merasa Google telah memanfaatkan momen kesuksesan internet mobile saat ini. Dan salah satu hal yang menjadi perhatian mereka adalah persoalan iklan pada layanan Google.

Komisi Eropa pun meminta pihak Google untuk mengubah praktek bisnis tersebut dalam waktu 90 hari. Apabila tidak dipenuhi, maka perusahaan Google akan mendapat hukuman berupa denda.

Dikutip dari BBC, Kamis (19/7/2018), denda yang harus dibayarkan pihak Google mencapai Rp 72 triliun. Menurut Margrethe Vestager sebagai Komisioner Kompetisi, seharusnya konsumen punya pilihan dari perangkat yang dibelinya.

Loading...

Pihak Google Ancam Android Akan Berbayar

denda pihak google

Tak lama setelah keputusan hukuman denda dari pihak Uni Eropa, Sundar Pichai sebagai CEO Google langsung menanggapi tuntutan tersebut.

Melalui sebuah tulisan di blog perusahaan, Pichai mengatakan bahwa pengguna Android sebenarnya bisa saja menghapus aplikasi bawaan pada perangkatnya.

Selain itu, pengguna juga bisa memilih aplikasi untuk diunduh dari Play store seberapa pun banyaknya secara gratis, hanya dengat membuat email Google.

Pichai juga mengatakan, apabila diminta untuk tidak menyertakan aplikasi bawaan di Android, hal ini dapat mengganggu ekosistem.

Seperti dilansir dari The Verge, Kamis (19/7/2018). Sistem bundel ini (membenamkan beberapa aplikasi bawaan) juga menjadi syarat agar Android tetap gratis.

Alasannya pun tepat, sebab pihak Google juga tidak perlu membebankan biaya pada perusahaan smartphone yang ingin menggunakan teknologinya.

Lebih lanjut dikatakan “kami khawatir keputusan ini akan mengganggu keseimbangan yang telah kami lakukan dengan Android, dan dapat menjadi isyarat yang mengganggu dukungan terhadap kepemilikan platfrom terbuka”.

Sundar Pichai juga megatakan, keputusan Komisi Eropa ini  sudah mengabaikan fakta bahwa sebenarnya Android sedang bersaing dengan iOS. Oleh karena itu, Android hadir untuk menawarkan pilihan.

Pihak Google juga ikut memperingatkan bahwa bisnis model Android sebenarnya bisa saja berubah menjadi berbayar.

Akan tetapi, perusahaan tentu harus menarik biaya lisensi dari perusahaan smartphone yang sebelumnya diberikan secara gratis.

Namun di sisi lain, tuntutan komisi Eropa supaya Google menghentikan untuk membenamkan beberapa aplikasi bawaan Android akan  diprediksi mengancam perusahaan. Alasannya, hal ini bisa mengurangi pendapatan dari perusahaan, khususnya dari sisi iklan mobile.



Loading...

Bagikan

Penulis

Jesica Putri
Jesica Putri
Global Internet Marketing Network, Share internet marketing untuk perusahaan UMKM, Official Editor di Klik Mania dan Bisanego.com"
Jesica Putri

Penulis

Global Internet Marketing Network, Share internet marketing untuk perusahaan UMKM, Official Editor di Klik Mania dan Bisanego.com"

Komentar

    lapamart

    ( - 20:36)

    lah, malah rugi banyak kalo android jadi berbayar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *