Internet

Platformnya Alami Peretasan, Bhinneka Sampaikan Permohonan Maaf

ZDNet dalam sebuah laporannya telah mengungkapkan nama kelompok peretas Tokopedia, yaitu ShinyHunters. ShinyHunters sendiri mengklaim bahwa mereka telah melakukan aksinya kepada 10 perusahaan, dan mengaku telah menjual data para penggunanya di dark web.

Dalam laporan yang disampaikan ZDNet, perusahaan Indonesia lainnya yang bergerak di sektor e-commerce juga menjadi korban, yakni Bhinneka. Data pengguna yang diretas ShinyHunters di Bhinneka sendiri dikabarkan mencapai 1,2 juta.

Baca juga: Bukan Hanya Tokopedia, Bhinneka Juga Alami Peretasan?

Diretas, Bhinneka Sampaikan Permohonan Maaf

Bhinneka saat ini mengaku masih melakukan investigasi terhadap laporan yang mereka terima terkait masalah peretasan data pengguna yang mencapai 1,2 juta. Selain mengaku sudah melakukan investigasi di platformnya, pihak Bhinneka juga meminta maaf kepada para pengguna terkait kasus peretasan tersebut.

“Sebelumnya kami mohon maaf atas ketidaknyamanan dan kemungkinan kekhawatiran yang muncul, sehubungan dengan pemberitaan peretasan data akun pengguna Bhinneka.Com,” ucap Vensia Tjhin selaku Chief of Commercial and Omnichannel Bhinneka.Com dalam keterangan pers Selasa lalu (12/5/2020) seperti yang dikutip dari CNBC Indonesia, (15/5/2020).

Vensia Tjhin juga menambahkan, bahwasanya keamanan dan kenyamanan pelanggan saat berbelanja di Bhinneka.Com selalu menjadi prioritas. Pihak perusahaan pun telah menerapkan standar keamanan global PCI DSS (Payment Card Industry Data Security Standard) dari TUV Rheinland untuk melindungi pelanggannya.

“Kami informasikan juga bahwa password pelanggan di database selalu dienkripsi. Kami tidak menyimpan data kartu kredit ataupun debit, semua data pembayaran langsung terkoneksi dengan payment gateway. Selain itu tidak ada uang elektronik atau digital goods lainnya yang datanya tersimpan di sistem kami,” ucap Vensia.

Baca juga: Bobol, Tokopedia Alami Krisis Kepercayaan dari Para Pengguna?

Bhinneka Bagikan Tips Hindari Peretasan

Usai meminta maaf dan menjelaskan tindakan yang dilakukan oleh perusahaan dalam menghadapi kasus peretasan, Bhinneka yang diwakili Vensia Tjhin memberikan beberapa tips kepada para pengguna untuk menghindari kasus peretasan agar mereka tidak menjadi korban. Berikut ini tipsnya.

  • Mengganti kata sandi akun secara berkala. Saat ini adalah saat yang tepat untuk menggunakan kata sandi yang baru.
  • Hindari menggunakan kata sandi yang sama untuk berbagai layanan.
  • Gunakan email yang berbeda untuk tiap melakukan transaksi online.
  • Gunakan kata sandi yang kuat, yaitu yang memiliki 8 karakter minimum, mengkombinasikan sandi dengan huruf besar, huruf kecil, dan angka.
  • Dalam pembuatan kata sandi, usahakan untuk tidak menggunakan identitas atau informasi yang terkait diri sendiri.

Baca juga: Bocor, Kominfo dan BSSN Akan Evaluasi Keamanan Tokopedia

Terkait investigasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan, Bhinneka mengaku tidak melakukannya secara internal saja, karena mereka juga sudah menggandeng BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara). Dalam hal ini, pemerintah ikut membantu kasus yang dialami oleh Bhinneka sebagai bentuk kepeduliannya.

Sebelumnya, pemerintah juga sudah turun tangan dalam menangani kasus peretasan yang dialami oleh Tokopedia yang data penggunanya bobol sebanyak 91 juta berdasarkan laporan Under the Breach. Lembaga pemerintah yang membantu Tokopedia adalah Kominfo dan juga BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara).


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close