Internet

Populer di Kantornya, Google Harusnya Sudah Akuisisi Zoom

Pandemi COVID-19 telah membuat layanan panggilan audio dan video naik daun. Salah satu layanan yang mendapatkan keuntungan dari adanya pandemi COVID-19 adalah Zoom, di mana layanan panggilan audio dan video tersebut telah mendapat lonjakan jumlah pengguna yang begitu besar.

Keberhasilan Zoom dalam menggaet jumlah pengguna yang begitu banyak dalam waktu singkat pun membuat para pesaingnya iri. Bahkan, perusahaan yang sebelumnya tidak membuat layanan panggilan audio dan video pun mulai meluncurkan layanan serupa guna menyaingi Zoom dan mendapatkan pengguna yang banyak pula.

Baca juga: Skype Luncurkan Fitur “Meet Now” untuk Tandingi Zoom

Harusnya Zoom Sudah Diakuisisi oleh Google

Keberhasilan Zoom dalam menggaet jumlah pengguna yang begitu banyak ternyata menimbulkan rasa sesal yang cukup mendalam bagi pihak Google yang saat ini juga menjadi pesaing Zoom setelah adanya pandemi COVID-19.

Usut punya usut, Zoom ternyata dulunya banyak digunakan oleh para karyawan Google. Berdasarkan laporan The Information seperti yang dikutip dari Business Insider, (9/5/2020), dahulu Zoom sangat populer di Google. Ada banyak ribuan karyawan Google yang memilih menggunakan Zoom ketimbang layanan telekonferensi milik perusahaan mereka bekerja, yakni Google Meet.

Saking populernya Zoom di Google, beberapa engineer Google Cloud pun menganjurkan pihak manajemen untuk mengakuisisi Zoom pada tahun 2018 lalu. Saat menyarankan pencaplokan Zoom, perhitungan biaya untuk menjalankan Zoom di server Google dianggap masuk akal. Dengan kata lain, Google memiliki segala kemampuan untuk mencaplok Zoom.

Namun sayangnya, pihak perusahaan tidak merealisasikan permintaan yang sudah disampaikan oleh para engineer Cloud karena tidak ada diskusi lanjutan untuk merealisasikan rencana tersebut. “Perusahaan tidak pernah secara serius mengevaluasi untuk mencaplok Zoom,” ucap Juru Bicara Google Cloud.

Baca juga: Ingin Lengserkan Zoom, Google Pilih Gratiskan Layanan Meet

Google Sekarang Justru Jadi Pesaing Zoom

Apabila tahun 2018 lalu Zoom benar-benar dicaplok oleh Google, tentu mereka saat ini akan menjadi layanan telekonferensi terpopuler di dunia. Namun karena pencaplokan tidak dilakukan, maka jadilah Google kini sebagai pesaing Zoom.

Dalam upayanya untuk menyaingi Zoom, perusahaan pimpinan Sundar Pichai tersebut juga sudah membuat kebijakan baru dengan menggratiskan Meet. Dengan adanya penggratisan layanan telekonferensinya tersebut, Google berharap bisa menumbangkan dominasi Zoom.

Penggratisan Meet sendiri langsung memberikan dampak yang cukup nyata bagi Zoom. Dilansir dari New York Post, gara-gara adanya penggratisan layanan Meet ini, saham Zoom langsung anjlok sebesar tujuh persen. Meskipun begitu, Zoom masih menjadi layanan telekonferensi terpopuler yang ada sampai saat ini.

Baca juga: Google Gratiskan Meet, Saham Zoom Langsung Anjlok

Berdasarkan laporan perusahaan, pada Desember 2019 lalu, jumlah peserta rapat Zoom hanya 10 juta. Namun pada Maret 2020, jumlah peserta rapat melalui aplikasi Zoom sudah mencapai 300 juta peserta. Meski sempat mengalami masalah keamanan, Zoom masih tetap digunakan untuk menunjang proses WFH maupun SFH.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close