Review ProdukTekno

7 Produk Gagal Google yang Ditutup dan Ditinggalkan

Beberapa Produk Gagal Google – Google adalah salah satu perusahaan teknologi yang paling terkenal dan paling sukses di dunia. Hingga kini mereka telah menghasilkan berbagai inovasi teknologi yang tak jarang menjadi kiblat teknologi dunia.

Dari banyak produk-produk mereka, beberapa yang kita ketahui di antaranya seperti mesin pencari atau Google Search, Chrome, Maps, Gmail, Android, dan YouTube. Dalam beberapa sektor tersebut, masih belum ada yang mampu menyamai atau bahkan melampaui kesuksesan Google.

Baca juga : Inilah 7 Produk Microsoft yang Gagal di Pasaran

Produk Gagal Google yang Ditutup dan Ditinggalkan

Meski demikian, Google bukanlah perusahaan teknologi yang sempurna. Dari banyaknya produk dan layanan yang mereka sediakan, Google ternyata juga pernah mengalami kegagalan karena respons pasar yang sepi.

Berikut ini 7 di antara produk-produk gagal dari Google tersebut.

1. Google Play Edition (2013 – 2015)

Google Play Edition atau GEP adalah salah satu proyek dari Google sebelum adanya Android One. Sistem yang mulau diresmika pada tahun 2013 ini berjalan dengan sistem operasi Android versi stock.

Beberapa smartphone yang mendapat edisi spesial ‘Google Play’ ini di anatranya Samsung Galaxy S4, Moto G, dan HTC One.

Setelah berjalan selama dua tahun, Google akhirnya memutuskan untuk memberhentikan produk GEP ini. Dan sejak tahun 2015 hingga saat ini, tidak ada lagi smartphone yang menggunakan Google Play Edition.

2. Google Nexus (2010 – 2016)

Nexus sebenarnya masih belum bisa dikatakan benar-benar ditutup, karena masih belum ada pernyatan resmi dari pihak Google terkait hal tersebut.

Namun, sudah tiga tahun lamanya Google masih belum juga merilis smartphone terbaru Nexus.

Nexus adalah salah satu proyek ponsel cerdas dari Google yang diciptakan sebelum Pixel.

Menariknya, mereka juga bekerja sama dengan sejumlah brand lain seperti Samsung, LG, HTC, dan Asus untuk menciptakan produk-produknya yang berupa smartphone dan tablet.

3. Project Ara (2014 – 2016)

Produk Google yang satu ini mungkin masih agak asing di telinga kita. Pada awalnya diciptakannya, Project Ara merupakan produk dengan konsep terbaik yang pernah diciptakan oleh Google.

Konsep utamanya adalah membagi beberapa komponen utama yang ada pada smartphone seperti kamera, keyboard, baterai dan layar menjadi bagian-bagian modular.

Namun disayangkan, Google akhirnya memutuskan untuk membatalkan projek ambisisus ini pada tahun 2016 dan membuatnya hanya tinggal angan-angan saja.

4. Google Spaces (2016 – 2017)

Google Spaces adalah salah satu aplikasi perpesanan yang diperkenalkan pertama kali pada tahun 2016.

Dalam aplikasi ini, pengguna dapat membuat grup chat pribadi untuk membagikan foto, video, maupun link. Kelebihan lain dari Spaces adalah aplikasi ini langsung terintegrasi dengan Chrome, Search, da YouTube.

Meski demikian, sejak pertama kali diluncurkan, aplikasi ini sepi peminat. Bahkan banyak orang yang tidak menyadari bahwa Google pernah membuat aplikasi seperti ini.

Masyarakat masih lebih mengenal Whatsapp, Messenger, Line dan berbagai aplikasi-aplikasi populer lainnya. Hal tersebut membuat Google akhirnya menghentikan layanan ini pada April 2017.

5. Project Tango (2014 – 2018)

Tango merupakan salah satu gagasan luar biasa lain dari Google selain Project Ara.

Dikembangkan pada tahun 2014, proyek ini diciptakan untuk memenuhi ambisi Augmented Reality (AR) dan untuk menyediakan teknologi masa depan yang lebih awal bagi masyarakat generasi saat ini.

Selama pengembangannya, Project Tango telah menghasilkan dua produk, yaitu Lenovo Phab 2 Pro dan Asus Zenfone AR.

Namun, adanya SDK berbasis ARCore yang mampu bekerja dan berimplementasi lebih baik membuat Google akhirnya meninggalkan projek ini.

Secara resmi kemudian mereka memberhentikan dukungannya pada tanggal 1 Maret 2018.

6. Google Allo (2016 – 2019)

Google Allo merupakan aplikasi pesan singkat dan dirilis pada tahun yang sama dengan Spaces, yaitu pada tahun 2016. Pada awal kehadirannya,

Allo sempat digadang-gadang akan menjadi pesaing bagi Whatsapp, dengan tambahan fitur Assustant yang membuat menulis dan mengirim pesan menjadi lebih mudah.

Namun seiring berjalannya waktu, Allo tidak banyak digunakan dan tidak banyak orang yang mengetahui aplikasi ini. Hingga akhirnya per maret 2019 ini Google Allo resmi ditutup dan dihentikan.

Google pun saat ini memindahkan berbagai fitur yang ada di Allo seperti Smart Reply dan dukungan desktop ke aplikasi Google Messages.

7. Google Plus (2011 – 2019)

Google Plus adalah situs jejaring sosial yang diluncurkan pada tahun 2011. Sejak dioperasikan saat itu, layanan ini sama sekali tidak menarik banyak minat pengguna baru.

Keadaan semakin memburuk setelah Google justru memutuskan untuk melakukan perubahan secara masif pada Google Plus, dengan menjadikannya seperti situs berita, dengan tampilan kotak-kotak.

Tak hanya itu, keamanan layan ini juga cukup rentan dibobol. Bila dibandingkan dengan seluruh produk sosial dari Google, Google Plus bisa dibilang sebagai produk gagal Google dari awal diluncurkan hingga akhir masanya.

Layanan ini rencananya secara resmi akan ditutup pada bulan April 2019 nanti.

Baca jugaGemar Menutup Produknya, Mungkinkah Blogger Juga Ditutup Google?

Gimana, guys? Apakah kamu pernah menggunakan produk atau layanan dari Google di atas?


Loading...
Baca selengkapnya

Rain or shine, I want to see you smile.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close