Internet

Proyek Dragonfly, Proyek Kontroversial yang Dikembangkan Google

Proyek Dragonfly yang saat ini sedang dikembangkan oleh Google memunculkan kekhawatiran yang berlebih dari berbagai pihak.

Bukan hanya pihak luar yang khawatir akan proyek Dragonfly, pihak dalam pun, yaitu karyawan Google juga khawatir akan proyek tersebut.

Apa Itu Proyek Dragonfly?

Dragonfly adalah proyek khusus yang dikembangkan oleh Google untuk negara China yang berupa mesin pencari yang di dalamnya dilengkapi alat sensor kata-kata sensitif.

Bukan hanya sensor kata-kata sensitif saja, Dragonfly pun juga bisa melacak riwayat pencarian pengguna, sehingga identitas dan lokasi pengguna akan bisa ditemukan dengan sangat mudah.

Apakah Dragonfly sudah berjalan?

Besar kemungkinan sudah. Namun tak ada yang mengetahui secara pasti, apakah Dragonfly sudah dijalankan oleh Google.

Mengapa demikian?

Karena Google amat sangat ketat dalam menjaga informasi yang ada hubungannya dengan proyek Dragonfly.

Dilansir dari Ubergizmo, Keith Enright, selaku Chief Privacy Officer Google pun juga begitu rapat dalam menyimpan informasi terkait proyek Dragonfly.

Dalam salah satu wawancaranya, Keith mengatakan:

Saya tidak tahu kontur (garis besar) yang ada di dalam ruang lingkup atau di luar lingkup proyek tersebut (Dragonfly).

Bahkan, keberadaan proyek Dragonfly ini pun tidak sepenuhnya diketahui oleh para karyawan Google, karena pihak perusahaan hanya memilih sekelompok kecil karyawan untuk mengetahui dan mengerjakan proyek tersebut.

Kenapa Banyak yang Khawatir?

Banyak pihak khawatir dengan Dragonfly, karena proyek khusus buatan Google tersebut dapat mengancam privasi warga negara China.

Selain itu, Dragonfly rentan disalahgunakan untuk kepentingan politik yang ada di China, karena dapat melacak identitas dan lokasi pengguna.

Terbaru, Wapres Amerika Serikat, Mike Pence mengatakan, bahwa Google harus menghentikan proyek yang saat ini sedang mereka kembangkan.

Apa jawaban Google?

Sundar Pichai, selaku CEO Google, pada bulan Agustus 2018 sudah memberikan jawaban, bahwasanya Google tidak akan mengembalikan mesin pencarinya di China dalam waktu dekat.

Namun, Pichai juga mengatakan, bahwa kehadiran Dragonfly di China akan memberikan dampak positif bagi Google, yaitu peran Google akan bisa optimal atau menjangkau seluruh dunia.

Dan yang perlu Anda ketahui adalah 1.400 karyawan Google dari lebih 88.000 karyawan menolak proyek Dragonfly, karena dianggap melanggar kode etik Google itu sendiri.

Bahkan, sebagian karyawan memilih mundur dari Google, karena Dragonfly dianggap hanya menguntungkan pemegang saham saja, namun buruk bagi kemanusiaan.

Kesimpulan

Dilansir dari Vox, keputusan Google untuk memasuki negara China, tak lain dan tak bukan adalah karena faktor mencari keuntungan.

Sulitnya perusahaan besar untuk memasuki negara China, membuat Google merubah strategi masuk, di antaranya adalah dengan meluncurkan proyek Dragonfly.

Baca: Strategi China Dibalik Banyaknya Pemblokiran Situs dan Aplikasi

Dalam bisnis yang namanya mencari keuntungan besar merupakan sesuatu yang wajar. Namun, apabila bisnis sampai menganggu privasi seseorang, tentu itu sangat tidak dibenarkan.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close