Rammang-rammang, Pegunungan Karst Indonesia yang Terbesar di Dunia

Rammang-rammang adalah kawasan karst yang terletak di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Untuk menuju kawasan karst tersebut dapat ditempuh melalui jalur darat menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Makassar. Jarak kawasan karst ini dari kota makassar adalah sekitar 40 km, sehingga akan memakan waktu 1,5 sampai 2 jam perjalanan.

Kata Rammang-rammang berasal dari bahasa Makassar yang artinya kabut atau awan. Menurut warga sekitar, kawasan karst ini dinamakan Rammang-rammang karena memang daerah tersebut sering berkabut setiap pagi dan di berbagai musim. Warna hitam keabu-abuan dan hijau dari tumbuh-tumbuhan yang mendominasi, membuat kawasan karst ini terlihat fotogenik.

Kawasan karst ini memiliki bentuk-bentuk karst yang unik dan di sekeliling karst dibubuhi dengan hamparan sawah yang luas yang membuat viewnya terlihat lebih eksotis.

Karts-Ramman-rammang-Wisata-Sulawesi
Rammang-rammang http://wisatasulawesi.com/

Berbeda dengan kawasan karst lainnya, Rammang-rammang merupakan pegunungan karst yang indah dengan adanya tumbuhan yang hidup subur di permukaannya. Panorama yang disuguhkan membuat banyak pengunjung merasa bangga karena tidak percaya bahwa Rammang-rammang yang indah ini ada di negeri sendiri. Bahkan beberapa pengunjung menyatakan bahwa kawasan karst ini mirip dengan Krabi di Thailand.

Rammang-rammang Kawasan Karst Terbesar Kedua di Dunia

Memang bukan yang pertama, tetapi kawasan karst yang luasnya sekitar 45 ribu hektar ini termasuk dalam kawasan karst dunia yang terbesar kedua setelah kawasan karst di Yunnan, Tiongkok Selatan. Pada tahun 2001, UNESCO memasukkan kawasan karst Maros ini sebagai kawasan cagar alam yang telah memenuhi 9 syarat termasuk keanekaragaman hayati yang unik dan sisa peninggalan manusia purba yang ada di beberapa dinding gua.

Pada tangal 4-5 Agustus 2015 lalu, Syahrul Yasin Limpo sebagai Gubernur Sulawesi Selatan memperkenalkan Rammang-rammang dengan mengadakan Festival Full Moon. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap kawasan karst yang belum dikenal banyak kalangan ini dan berharap bisa menjadikannya sebagai objek pariwisata di Sulawesi Selatan dan menjadi salah satu destinasi terbaik di dunia.

Desa Berua Rammang-rammang

Ada beberapa tempat yang dapat kita kunjungi saat kita berada di kawasan karst yang termasuk daerah yang komplks ini, seperti Taman Batu, Telaga Bidadari, Gua Bulu Tianang, Gua Karama’ atau Gua Telapak Tangan, Gua Pasaung, dan juga Wisata Sungai Pute.

Rammang-rammang yang terdiri dari pegunungan karst ini dibelah oleh sungai pute. Dan apabila kita menyusuri sungai pute, kita akan sampai di Desa Berua.

Loading...

Desa berua berada di tengah-tengah perbukitan batu kapur. Ada 14 kepala keluarga yang menempati Desa Berua ini yang benar-benar menjaga alamnya sehingga kondisinya masih seperti belum disentuh oleh tangan manusia. Untuk masuk ke desa berua, wisatawan akan dikenakan biaya sebesar Rp. 5000. Terdapat beberapa rumah makan yang disediakan dengan pemandangan indah dan menakjubkan yang nampak seperti lukisan.

Pada awalnya Rammang-rammang memang bukanlah tempat wisata. Perahu yang digunakan sebelumnya pun berfungsi sebagai transportasi warga untuk menuju jalur utama, karena jalur sungai dinilai lebih cepat dibandingkan dengan jalur darat.

Namun seiring dengan perkembangan teknologi, terutama teknologi informasi menjadikan kawasan karst ini menjadi banyak dikenal. Sehingga perahu tidak hanya digunakan untuk transportasi warga saja, tetapi sebagai juga untuk para pengunjung.

 

Rammang-rammang
Rammang-rammang via http://wisatasulawesi.com

Sebelum sampai di Desa Berua, pengunjung akan sampai di dermaga. Dermaga itulah yang menjadi gerbang menuju Kawasan karst terbesar di dunia setelah Tsingy Madagaskar ini. Pengunjung akan menaiki kapal dan menyusuri sungai terlebih dahulu yang akan dikenakan biaya sebesar 100 ribu hingga 300 ribu per kapal untuk 4-5 orang.

Meskipun terbilang mahal, tetapi pengunjung tidak akan menyesal setelah melihat keindahan alam di sekelilinG yang sangat luar biasa indah. Di aliran jalur sungai yang dilewati akan disuguhkan dengan pemandangan yang menyejukkan mata.

Baca juga : Situs Gunung Padang, Kompleks Punden Berundak Terbesar di Asia Tenggara

Selain jalur sungai, pengunjung juga dapat melewati jalur darat, tetapi waktu tempuh akan lebih lama. Apabila ke Desa Berua dengan berjalan, kita akan disuguhkan dengan empang-empang yang menambah keindahan Rammang-rammang.


Loading...

Bagikan

Penulis

ArifaNida
ArifaNida
"Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah." -Pramoedya Ananta Toer-
Email: [email protected]
IG: @arifa_nida
ArifaNida

Penulis

"Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah." -Pramoedya Ananta Toer- Email: [email protected] IG: @arifa_nida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *