Beli Smartphone Black Market

Hati-hati, Ini 4 Resiko Beli Smartphone Black Market

Banyak orang beli smartphone black market (BM) karena harganya jauh lebih murah dari pada smartphone yang dijual secara resmi. Bahkan kebanyakan pengguna smartphone merasa puas karena harganya jauh lebih miring.

Selain harga smartphone black market lebih murah, beberapa smartphone model terbaru lebih cepat masuk daripada smartphone bergaransi resmi.

Meskipun harga jual dibanderol lebih murah, beli smartphone blackmarket yang diimpor secara ilegal dari luar negeri ternyata punya resiko, khususnya bagi penggunanya.

Baca7 Smartphone 4G Termurah Terbaik, Harga Di Bawah 1 Jutaan

Nah, setidaknya Anda juga harus tau bahwa smartphone blackmarket mempunyai banyak kekurangan. Selengkapnya akan diulas di artikel ini.

4 Resiko Beli Smartphone Black Market

Meskipun smartphone blackmarket banyak memiliki persamaan dengan smartphone resmi, namun ternyata juga banyak terdapat masalah.

Baca ulasan dibawah ini sampai selesai, agar Anda tidak tidak merasa rugi hanya karena iming-iming untuk beli smartphone blackmarket dengan harga murah.

1. Klaim Garansi yang tidak sesuai

Perlu diketahui, smartphone black market ini biasanya diberi garansi secara langsung oleh penjualnya.

Loading...

Meskipun tidak semua smartphone black market dalam kondisi rusak saat diterima, Anda juga harus mempertimbangkan garansi.

Rata-rata, pembeli smartphone BM akan sulit mengklaim garansi, alasannya bisa bermacam-macam.

Lain halnya untuk klaim garansi smartphone resmi, karena prosesnya cukup mudah. Anda cukup datang ke pusat servis resmi

Selanjutnya Anda tinggal memberitahukan perihal kerusakan yang disertai kartu garansi, maka smartphone akan langsung diperbaiki atau diganti.

2. Waktu Garansi pendek

Smartphone dengan garansi resmi biasanya akan mendapatkan garansi dalam jangka waktu satu tahun. Beberapa vendor juga memberi garansi selama dua tahun setelah pembelian.

Namun lain halnya dengan smartphone black market, pembeli hanya memperoleh garansi dalam jangka waktu seminggu atau sebulan.

Dengan masa garansi singkat, pemilik sudah pasti akan kerepotan ketika smartphonenya rusak meskipun baru saja dibeli.

Pada saat smartphone black market mengalami masalah, pembeli akan kesulitan mengklaim garansi pada penjual.

3. Kerusakan Hardware yang tak terdeteksi

Ketika Anda beli smartphone black market, bisa saja kondisi fisiknya terlihat bagus seperti smartphone resmi.

Namun, beberapa diantaranya mengalami kerusakan hardware yang sulit di deteksi. Contohnya saja layar smartphone yang bergaris (sangat kecil) dan tidak terlihat secara langsung.

Karena kerusakan tidak terdeteksi secara langsung, serta minimnya pengetahuan untuk mengecek smartphone, maka Anda tidak bakalan tau kualitas produk yang sebenarnya.

4. Aksesoris Abal-Abal

Smartphone yang mempunyai garansi resmi, umumnya sudah disertakan aksesoris original dari produsen. Lain halnya dengan smartphone black market, yang mungkin saja terpasang beberapa aksesori palsu.

Beberapa penjual smartphone black market memberi pilihan lengkap smartphone dengan aksesori, namun pembeli harus mengeluarkan biaya tambahan untuk itu.

Beberapa aksesori palsu atau abal-abal yang paling beresiko adalah charger smartphone. Beberapa kasus charger smartphone palsu memicu terjadinya insiden ponsel meledak atau terbakar.

Baca6 Insiden Ponsel Meledak yang Menyita Banyak Perhatian Netizen

Jadi, pikirkan lagi apabila Anda memutuskan untuk beli smartphone black market. Harga murah bukan jaminan untuk mendapatkan smartphone berkualitas dengan jaminan garansi resmi.


Loading...

Bagikan

Penulis

Jesica Putri
Jesica Putri
Global Internet Marketing Network, Share internet marketing untuk perusahaan UMKM, Official Editor di Klik Mania dan Bisanego.com"
Jesica Putri

Penulis

Global Internet Marketing Network, Share internet marketing untuk perusahaan UMKM, Official Editor di Klik Mania dan Bisanego.com"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *