Bisa Menjadi Ancaman dan Bisa Tidak, Revolusi Industri Ke-4

Loading...

Revolusi industri ke-4 atau yang biasa dikenal revolusi industri 4.0 mulai digaungkan oleh pemerintah. Bahkan, Presiden Jokowi sudah meresmikan Making Indonesia 4.0 untuk menyongsong revolusi tersebut.

Revolusi industri 4.0 memang memunculkan pro dan kontra. Namun, sebagai bangsa yang besar dan ingin lebih baik ke depannya, revolusi industri 4.0 memang harus dilakukan.

Apa Itu Revolusi Industri Ke-4?

Sebelum menjelaskan apa itu revolusi industri 4.0, mari kita mengenal terlebih dahulu apa itu revolusi industri berdasarkan penjelasan Wikipedia.

Revolusi industri berdasarkan penjelasan Wikipedia adalah perubahan besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi yang terjadi pada tahun 1750 – 1850.

Revolusi industri yang terjadi pada tahun 1750 – 1850 itu, kemudian membuat kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia terguncang karena perubahannya.

Sekarang, mari kita mengenal apa itu revolusi industri 4.0.

Dilansir dari Beritagar, revolusi industri 4.0 adalah revolusi yang ditandai dengan berkembangnya Internet for Things yang kemudian diikuti oleh teknologi baru dalam data sains, kecerdasan buatan, robotik, cloud, dan teknologi nano yang kehadirannya begitu cepat.

Jadi, kesimpulannya adalah revolusi industri 4.0 merupakan perubahan besar-besaran yang memanfaatkan kecanggihan teknologi, sehingga pekerjaan yang dulunya dikerjakan oleh manusia dapat digantikan oleh robot.

Revolusi Industri Itu Biasa?

Revolusi industri 4.0 berarti revolusi industri yang ke-4. Dan apabila ada revolusi industri yang ke-4, maka revolusi 1.0 hingga 3.0 pun pasti ada.

Melalui pernyataan di atas, apakah bisa dikatakan revolusi industri itu adalah sesuatu yang biasa?

Jika melihat penjelasan di atas, maka revolusi industri adalah sesuatu yang biasa, karena jika ada revolusi yang ke-4, maka pasti ada revolusi ke-3 dan seterusnya.

Hanya saja, untuk menerapkan revolusi industri itu tak semudah membalikkan telapak tangan, karena ketika revolusi industri diterapkan, yang namanya dampak sosial, ekonomi juga harus dipertimbangkan secara matang agar tidak timbul kegaduhan.

revolusi industri ke-4
Gambar: YouTube

Gambar di atas adalah salah satu dampak sosial dan ekonomi yang terjadi ketika revolusi industri diterapkan.

Memang terjadi pro dan kontra. Namun, masyarakat harus tetap siap menghadapi yang namanya revolusi industri, khususnya revolusi industri ke-4, karena hal tersebut sulit untuk dihindari.

Revolusi Industri Mengancam Tenaga Kerja?

Dilansir dari Kompas, Kementerian Tenaga Kerja mengkonfirmasi akan ada jenis pekerjaan yang bakal hilang seiring dengan berkembangnya revolusi industri 4.0.

Bambang Satrio Lelono (Direktur Jenderal Pembinaan, Pelatihan, dan Produktivitas Kemenaker) menyampaikan, sebanyak 57 persen pekerjaan yang ada saat ini akan tergerus.

Namun, meski 57 persen pekerjaan akan tergerus, Bambang Satrio Lelono menyampaikan, akan ada pekerjaan baru yang muncul yang kurang lebih jumlahnya mencapai 65 ribu.

Presiden Jokowi dalam salah satu wawancaranya ditanya, apakah revolusi industri 4.0 sebuah ancaman?

Beliau menjawab, bisa iya dan bisa tidak. Kalau kita siap itu bukan ancaman, tapi kalau kita tidak siap, maka itu bisa menjadi ancaman.

Kesimpulan

Revolusi industri ke-4 diyakini mampu membuka lapangan kerja baru, sebagaimana yang disampaikan oleh Bambang Satrio Lelono, meskipun harus menghilangkan pekerjaan lama.

Selain membuka lapangan kerja baru, revolusi industri ke-4 juga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Baca: Perkembangan Teknologi dari Waktu ke Waktu

Tentu, kita berharap yang terbaik dari revolusi industri yang ke-4 ini, karena bagaimanapun yang namanya perubahan itu pasti ada.

Hanya saja, permasalahannya adalah apakah kita siap untuk menghadapinya?

Sebagai warga negara yang baik, tentu kita harus siap menghadapinya. Dan yang jelas, kita juga harus terus belajar agar tidak tertinggal dalam memanfaatkan teknologi.



Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *