Internet

Sebentar Lagi Tutup, Dari Mana Sumber Uang IndoXXI?

Situs web streaming dan pengunduh film gratis terpopuler di Indonesia, yaitu IndoXXI akan segera tutup per 1 Januari 2020. IndoXXI sendiri terpaksa tutup karena mendapatkan gertakan dari pemerintah melalui Kominfo yang berencana menghajar para pelaku pelanggar HAKI.

IndoXXI sendiri di laman resminya telah melontarkan kalimat perpisahan yang cukup panjang. Di laman resmi, mereka pamitan karena ingin mendukung dan memajukan industri kreatif di Indonesia.

“Sangat berat tapi harus dilakukan, terima kasih kepada seluruh penonton setia kami, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2020 kami akan menghentikan penayangan film di website ini demi mendukung dan memajukan industri kreatif tanah air, semoga ke depannya akan menjadi lebih baik.”

Baca juga: Cara Mudah Melihat Jadwal Film di Line, Sudah Tahu Belum?

Dari Mana Sumber Uang IndoXXI?

Meski berstatus sebagai situs ilegal, IndoXXI tetap menghasilkan uang yang cukup besar bagi pemiliknya. Bahkan, situs ini juga pernah membuka lowongan pekerjaan untuk bagian admin. Sebagian dari Anda mungkin bertanya-tanya, dari manakah situs ini mampu menghasilkan uang?

Jika Anda termasuk netizen yang ingin tahu sumber uang IndoXXI, maka sumber uang dari IndoXXI adalah iklan. Ya, meski statusnya sebagai situs ilegal, IndoXXI tetap menjadi ladang yang menggiurkan bagi para pengiklan mengingat kepopulerannya yang begitu luar biasa di Indonesia.

Menurut Heru Sutadi selaku Direktur Eksekutif ICT Institute seperti yang dikutip dari CNBC Indonesia

, sumber uang IndoXXI memang berasal dari iklan. “Mereka itu memberikan layanan gratis tapi banyak iklannya kan? Kalau kita salah klik bisa langsung lari ke iklan.”

Baca juga: Situs Film Bajakan Menjamur, Berapa Sih Keuntungannya?

Iklan Terlarang Jadi Pendapatan Terbesar

Alfons Tanujaya selaku analis keamanan dari Vaksin.com juga menjelaskan dari mana IndoXXI mendapatkan pundi-pundi pendapatannya. Menurut Alfons, pundi-pundi pendapatan IndoXXI berasal dari iklan judi online dan pornografi.

“Iklan judi dan pornografi seperti itu harganya tinggi, mereka kalau mau pasang di tempat lain kan tidak bisa. Marginnya gede itu,” kata Alfons.

Alfons Tanujaya kemudian memperingatkan kepada para pengakses web streaming ilegal bahwasanya situs-situs ilegal tersebut bisa mengelabui pengakses untuk menginstal aplikasi sebelum mengunduh film-film yang ada di dalamnya.

Baca juga: Tahun Depan, Keberadaan Situs Film Bajakan Dipastikan Tamat

“Ada program yang memaksa pengguna untuk instal aplikasi, itu spyware yang menyamar. Misalnya mau download Starwars, sebelum download dia akan bilang harus download ini dulu baru filmnya bisa download. Nah, di situ masuklah spyware, malware. Keamanan data terancam, tapi banyak yang bela-belain demi nonton gratis,” jelas Alfons seperti yang dikutip dari CNBC Indonesia.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close