Internet

Serba Teknologi, Pengemis di China Juga Manfaatkan Teknologi

Negeri Tirai Bambu saat ini dikenal sebagai negara teknologi. Bahkan saking melesatnya perkembangan teknologi di negara asal Alibaba tersebut, toilet di China juga sudah menggunakan AI. Bukan hanya toilet saja, penjara pun sudah mereka lengkapi dengan AI.

Perkembangan teknologi di China yang begitu pesat memang mengagumkan. Bahkan, negara yang dulunya terseok-seok dari segi ekonomi itu sukses menjadi rival Amerika Serikat. Negeri Paman Sam pun juga kerap dibuat ketar-ketir dengan kemajuan China yang begitu luar biasa.

Baca juga: Perluas Penggunaan AI, Toilet di China Juga Gunakan AI

Pengemis di China Juga Andalkan Teknologi

Meski keadaan China sudah membaik dari tahun-tahun sebelumnya, bukan berarti negara dengan populasi manusia terbanyak itu sudah kehabisan pengemis. Ternyata, di negara sekelas China pun yang namanya pengemis tetap ada.

Entah bagaimana kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah setempat, namun yang jelas di China masih bisa ditemui beberapa pengemis sebagaimana yang disampaikan oleh Fazil Irwan seorang netizen asal Malaysia.

Namun yang unik di sini adalah pengemis di China sudah mengandalkan teknologi. Artinya, ketika yang dimintai itu tidak memiliki uang tunai, pengemis di sana akan mempersilakan orang-orang yang dimintai untuk menyumbangkan uang digitalnya melalui WeChat.

In my previous post, I spoke about how almost everything is transacted through WeChat in China. It so happened that…

Posted by Fazil Irwan on Wednesday, November 27, 2019

“Dalam posting saya sebelumnya, saya berbicara tentang bagaimana hampir semua transaksi melalui WeChat di China.”

“Kebetulan beberapa teman kami pergi makan malam dan seorang pengemis di jalan meminta uang. Salah satu teman kami mengatakan kepada pengemis bahwa dia tidak punya uang tunai.”

“Pengemis itu berkata tidak apa-apa, Anda dapat membayar melalui WeChat. Dan itulah yang dia lakukan,” tulis Fazil Irwan di akun Facebook miliknya.

Baca juga: Wow, China Sudah Membuat Penjara dengan Kecerdasan Buatan, Seperti apa?

Ini Adalah Fenomena Unik

Fenomena pengemis yang mengandalkan teknologi untuk meminta-minta memang cukup menyita perhatian. Bahkan di bulan Oktober lalu, fenomena unik ini juga dijadikan pembahasan podcast oleh beberapa kalangan di luar negeri.

Jika berbicara tentang pembayaran digital, China memang menjadi negara yang paling siap untuk memasuki era non-tunai. Sampai saat ini pun belum diketahui apakah pemerintahan di sana memang membiarkan warga negaranya mengemis.

Namun jika dilihat dari segi kemudahan, meminta-mintai melalui QR Code memang menguntungkan bagi para pengemis karena di sana mereka hanya perlu membawa selembar kertas yang berisikan QR Code. Setelah dana berhasil dikirimkan, maka para pengemis pun bisa langsung membeli barang di toko melalui proses pemindaian.

Baca juga: Saat ini, Kecerdasan Buatan di China Berkembang Pesat di Seluruh Negeri

Apa yang terjadi di China ini bisa saja menjalar ke negara lain. Namun, semua itu tentu harus diantisipasi karena mau bagaimanapun meminta-minta bukanlah perbuatan yang baik. Lebih baik berjuang sekuat tenaga meskipun hasilnya sedikit ketimbang harus meminta-minta.

Di era teknologi seperti sekarang ini, terkadang seseorang tidak sadar jika dirinya itu meminta-minta. Bahkan, sebagian orang ada yang membuat secara blak-blakan meminta sumbangan dana melalui situs donasi untuk kebutuhan pribadinya.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close