Kisah Inspiratif

Sifat Keberanian Rizal Ramli yang Bisa Dijadikan Teladan

Ada banyak tokoh di indonesia ini yang bertengger mendapati posisi jabatan strategis. Namun nampaknya sangat sedikit sekali tokoh yang hadir dengan berani mengutarakan dan lantang menyampaikan kebenaran. Rizal Ramli, dia salah satu contoh yang menurut penulis memiliki sifat keberanian dalam hal menegakan aturan. Sudah selayaknya kita mengambil tauladan dari tokoh seperti ini.

Biografi Rizal Ramli

Rizal Ramli lahir di Kabupaten Padang, Sumatra Barat tepatnya 10 Desember 1954, beliau merupakan  seorang mantan tokoh atau aktifis pergerakan mahasiswa, ahli ekonomi dan juga politisi Indonesia. Ia pernah juga menjabat sebagai Menteri Bidang Maritim menggantikan Indroyono Soesila sejak 12 agustus 2015.

Sumber : https://id.wikipedia.org

Sebelum itu dirinya juga pernah menjabat Kepala Bulog, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, serta Menkeu Indonesia dalam Kabinet Persatuan Nasional pada masa kabinet yang dipimpin Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur).

Di skala internasional, Rizal pernah diamanati sebagai anggota tim panel penasihat ekonomi PBB bersama sejumlah tokoh ekonomi dari berbagai negara lainnya. Karena beliau ingin mengabdi pada negara dan bangsa Indonesia. Rizal dulu pernah juga menolak jabatan internasional sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Economic & Social Commission of Asia and Pacific (ESCAP) yang ditawarkan PBB kepadanya pada November 2013.

Setelah itu lama dia tidak nampak pada pemerintahan SBY, baru pada pemerintahan Joko Widodo dia diminta untuk memimpin Kementerian Kordinator Maritim dan Sumber daya.

rizal ramli

Tokoh Pengkritis

Sejak pertama kali dilantik dengan lantang dia sudah mengritisi program yang dirasa tidak tepat sasaran. Seperti halnya proyek 35.000 MW yang di kumandangkan oleh Jusuf Kalla sang wakil presiden. Wal hasil, terjadilah perdebatan diantara kedua elit negeri tersebut.

Loading...

Menurutnya projek – projek seperti ini hanya akan merugikan negara dan menjadi bancak’an korup para pejabat tidak yang tak bermoral. Baginya, sesuatu yang tidak benar haruslah dilawan, meskipun memiliki banyak resiko kedepannya.

Ada juga perdebatan tentang projek besar seperti halnya blok Masela yang ada di maluku, saat itu menteri ESDM, Sudirman Said dan Jusuf Kalla kompak meminta bahwa idealnya proyek tersebut harus dibangun di offshore.

Namun kembali lagi beliau menyatakan ke publik bahwa blok masela akan lebih mendatangkan manfaat apabila dapat dibangun di darat/onshore. Karena selain akan menyebabkan banyaknya tenaga kerja yang di rekrut, efek domino perekonomian pun akan semakin maksimal.

Menurutnya jika proyek itu dibangun di laut, yang menikmati hanya sekelumit pemilik proyek saja. Akhirnya, apa yang dia usulkan ke publik tersebut menjadi pertimbangan besar bagi presiden untuk membuat keputusan. Akhirnya, proyek ini dilakukan dengan mekanisme seperti apa yang diusulkan Rizal Ramli.

Tokoh kontroversi

Berbagai kontroversi dan perdebatan memang menjadi muncul karena sifatnya ini, namun publik justru semakin sayang karena beliau ini sosok yang berfikir realisitis dan bukan oportunis seperti pejabat – pejabat lainya. Meskipun anggapan bahwa beliau ini sumber dari kegaduhan di kabinet merupakan resiko yang ditanggung.

Kita dapat belajar banyak dari sisi orang yang dekat dengan almarhum gusdur ini. Karena untuk menjadi berani memang sebuah pilihan, pilihan keluar dari zona diam dan zona larut yang banyak orang terjebak di dalamnya.

Sifat yang perlu diteladani dari Rizal Ramli

Sebagai karyawan pun, akhirnya saya meneladani apa yang dilakukan pak rizal ramli ini. Saya berfikir bahwa saya tidak akan mengalami peningkatan yang signifikan pada cara bekerja saya kalau saya cenderung diam. Mulai saat itu, saya coba beranikan diri untuk memunculkan gagasan – gagasan yang berbeda di setiap meeting rutin perusahaan. Saya beranikan diri untuk menyampaikan gagasan, saya pun didalam hati sudah berani untuk mengambil resiko jika dianggap salah.

Namun, dengan sifat tersebut malah banyak rekan kerja saya yang justru salut dengan sifat baru. Karena menurut mereka saya menjadi sangat dihormati dengan berbagai usulan dan gagasan untuk membesarkan perusahaan.

Karir saya pun semakin moncer, karena saya dipromosikan menjadi supervisor di departemen yang saya miliki. Akhirnya saya mulai faham, bahwa jika kita memiliki ide, gagasan atau mungkin mengetahui sesuatu yang salah maka jangan ragu untuk berucap, mengritik dan melakukan perbaikan – perbaikan kepada sesuatu tersebut.

Termasuk dalam berwirausaha dan sebagai pebisnis sudah semestinya kita memiliki sifat layaknya pak rizal ramli tersebut. Semoga bermanfaat kawan…



Loading...

Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button