skandal facebook

Skandal Yang Terulang, Facebook menggugat 2 Hacker Asal Ukraina

Pihak Facebook menggugat dua orang hacker asal Ukraina, yaitu Andrey Gorbachov dan Gleb Sluchevsky, yang diduga telah mengambil data pribadi para pengguna Facebook tanpa izin.

Masih ingat dengan skandal Cambridge Analytica yang terungkap pada 2018 lalu?

Cambridge Analytica atau perusahaan konsultan politik yang bekerja untuk pemenangan Donald Trump dalam Pilpres Amerika Serikat pada 2016 silam itu telah mengambil data pribadi hingga puluhan juta data pengguna Facebook di Amerika Serikat tanpa diketahui masing-masing pengguna.

Baca juga : Cegah dan Hindari Data Facebook Dicuri, Hapus Segera 12 Informasi Ini

Berbagai masalah pun bermunculan. Facebook diketahui telah membiarkan pihak ketiga mengakses data para penggunanya secara bebas selama bertahun-tahun. Hingga mengundang Jaksa Agung Washington DC Karl Racine untuk menggugat perusahaan yang dianggap telah melanggar privasi tersebut.

Kasus itu pun membuat para investor hilang kepercayaan. Investor khawatir citra perusahan akan tercemar, sehingga berakibat pada kerugian. Para investor itu takut harus merogoh kocek lebih dalam untuk memperbaiki citra perusahaan.

Kekayaan bos Facebook, Mark Zuckerberg pun merosot drastis hingga mencapai angka US$900 miliar atau sekitar Rp126 triliun, dan membuat Zuckerberg terpaksa harus memberikan kesaksian kepada regulator di sejumlah negara.

Skandal yang serupa dengan Cambridge Analytica pun terulang kembali dengan terungkapnya dua hacker asal Ukraina yang merugikan pihak facebook lantaran telah mengambil data pribadi para pengguna facebook tanpa seizin pengguna dengan cara mengadakan kuis dan survei online di facebook.

Loading...

Beberapa data pribadi yang dicuri dua hacker itu adalah kontrol atas peramban internet pada komputer, informasi privat pada akun-akun pengguna facebook, juga daftar teman termasuk teman yang disembunyikan pengguna dari publik.

Pada 8 Maret lalu, pihak facebook pun segera melayangkan gugatan hukum kepada mereka yang didaftarkan di California. Kini kasus itu pun tengah di tindak lanjuti.

seperti dikutip dari CNN, Minggu (10/3). Skandal itu diungkapkan pihak Facebook lewat keterangan resminya.

‘Mereka menggunakan kuis dan survey dengan judul seperti , “Apa warna matamu menceritakan tentang kepribadianmu?”, untuk mendapatkan keuntungan mengakses data pribadi pengguna Facebook dan menargetkan para pengguna dengan iklan-iklan dari yang tak berwenang,’

Kini Pihak Facebook pun mengambil langkah dengan berupaya untuk membangun kembali fitur-fitur yang berfokus kepada keamanan data privasi penggunanya.

Artikel ini dikirim oleh : Akromah Zonicc


Loading...

Bagikan

Penulis

Jesica Putri
Jesica Putri
Global Internet Marketing Network, Share internet marketing untuk perusahaan UMKM, Official Editor di Klik Mania dan Bisanego.com"
Jesica Putri

Penulis

Global Internet Marketing Network, Share internet marketing untuk perusahaan UMKM, Official Editor di Klik Mania dan Bisanego.com"

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *