strategi china banned aplikasi

Strategi China Dibalik Banyaknya Pemblokiran Situs dan Aplikasi

Strategi China dalam mengatur urusan internet di negaranya, bisa dibilang diktator dan terkesan mengerikan.

Pemblokiran Twitch baru-baru ini menjadi buktinya, di mana aplikasi tersebut terpaksa diblokir, setelah sukses menempati urutan ketiga aplikasi gratis terpopuler di China.

Pemblokiran Adalah Strategi China?

Memblokir situs dan aplikasi bukanlah sesuatu yang baru atau aneh di negara China. Bahkan, tindakan ini dianggap wajar dan biasa oleh warga negara China.

Dan berikut, beberapa situs dan aplikasi yang sudah diblokir:

DiblokirPengganti
GoogleBaidu
TwitterWeibo
FacebookRenRen
YouTubeYouku
GmailQQ
InstagramNice
WikipediaBaike

Mengapa China melakukan pemblokiran?

Karena pemblokiran adalah strategi China untuk membesarkan situs dan aplikasi yang sudah mereka buat.

Jika Google masih ada di China, mana mungkin Baidu bisa besar seperti sekarang. Pun demikian dengan Weibo, Youku, dan aplikasi-aplikasi lain.

Dilansir dari Tech Xav, ada 3 alasan kuat mengapa China gemar melakukan pemblokiran, yang pertama adalah membesarkan aplikasi sendiri, seperti yang sudah disebutkan.

Loading...

Kedua, aplikasi negara lain rawan akan konten sensitif. Dan yang ketiga, aplikasi negara lain dapat mengancam keamanan negara mereka.

Pemimpin dan Rakyat Adalah Kunci

strategi china
Gambar: Boombastis

Dulu, ketika Mao Zedong menjadikan China sebagai negara industri, dirinya menolak bantuan yang diberikan oleh Rusia.

Padahal, kedua negara tersebut memiliki ideologi yang sama dan mudah saja bagi Mao untuk menerima bantuan dari Rusia.

Namun, yang dilakukan Mao justru sebaliknya, di mana ia menolak dan berusaha membangun China melalui pemerintahan yang ia pimpin dan dari bantuan rakyat China itu sendiri.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Rizal Ramli mengatakan tentang negara China.

Dulu, China lebih miskin dari kita, tetapi kini sudah nomor dua di dunia. Karena pemimpin mereka tidak mau didikte oleh kepentingan asing, seperti IMF dan Bank Dunia.

Selain keberadaan pemerintah yang tegas dan tidak mudah didikte, keberadaan rakyat yang mau menggunakan produk lokal juga menjadi kunci.

Jika rakyat China tidak mau menggunakan produk lokalnya, maka akan sangat mustahil merek-merek dari negeri tirai bambu, seperti Xiaomi, Huawei, dan Oppo bisa terkenal dan bersaing di pasar global.

Diprediksi Menjadi Penguasa Internet

strategi china
Gambar: CNBC

Dilansir dari CNBC, mantan CEO Google, Eric Schmidt membuat sebuah prediksi terkait masa depan dunia internet di tahun 2028.

Eric memprediksi, bahwa dunia internet pada tahun 2028 nanti, akan dikuasai oleh Amerika Serikat dan China.

Jika Anda melihat China, dan saya baru saja berada di sana, skala perusahaan yang sedang dibangun, layanan yang sedang dibangun, kekayaan yang diciptakan sangat fenomenal.

Prediksi Eric semakin kuat, setelah ia menemukan fakta, bahwa internet di China memiliki persentase PDB (produk domestik bruto) yang sangat besar.

Berdasarkan data yang dimiliki Eric, jumlah persentase PDB China, untuk saat ini hampir sama dengan PDB Amerika Serikat.

Selain itu, Eric juga memprediksi, jika China akan melibatkan 60 negara dalam membangun industri internetnya dengan menggunakan sistem Belt and Road Initiative (BRI).

Kesimpulan

Melihat keberhasilan China dalam membangun negaranya, hingga mampu bersaing dengan Amerika Serikat memang membuat kita iri.

Namun, Indonesia dengan segala sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah, pasti juga bisa mengejar dan sukses seperti China.

Baca: Keren, Inilah Startup Indonesia yang Berekspansi ke Luar Negeri

Saat ini, Indonesia sudah memiliki talenta-talenta hebat. Dan semoga saja, para talenta-talenta hebat negeri ini dapat memperbaiki negara Indonesia agar lebih baik dan maju ke depannya.


Loading...

Bagikan

Leo Setiawan

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *