Internet

Sudah 2020, Iklan WhatsApp Akan Segera Menyapa Para Pengguna

Facebook Inc memang sudah lama ingin memonetisasi WhatsApp. Alasan utama Facebook Inc ingin memonetisasi WhatsApp dikarenakan aplikasi yang identik dengan warna hijau itu hanya menghasilkan uang untuk Facebook dari WhatsApp Business saja.

Hasilnya, agar WhatsApp lebih menguntungkan lagi bagi perusahaan induk, Mark Zuckerberg selaku pimpinan tertinggi dari Facebook Grup telah merencanakan penempatan iklan untuk aplikasi perpesanannya tersebut.

Baca juga: Sah, WhatsApp Bakal Hadirkan Fitur Baru “Hapus Pesan Otomatis”

Iklan WhatsApp Akan Hadir di Tahun 2020

Rencana Facebook yang ingin menyisipkan iklan di platform WhatsApp mencuat ke permukaan setelah disampaikan dalam acara Facebook Marketing Summit di Berlin, Jerman, yang diselenggarakan pada Mei 2019 lalu.

Adalah Matt Navara yang menyampaikan kabar tersebut. Matt yang merupakan seorang analis media sosial mengungkapkan di Twitter pribadinya jika WhatsApp akan kedatangan iklan pada statusnya, dan kehadiran iklan tersebut akan terjadi pada tahun 2020.

Jadi, iklan WhatsApp nantinya akan menyelip di antara status para pengguna. Untuk saat ini, iklan memang belum diselipkan. Namun ketika iklan nantinya sudah resmi dihadirkan, maka iklan akan berada di antara status para pengguna.

Baca juga: Sudah Bisa Dipakai, Begini Cara Kunci WhatsApp dengan Sidik Jari

Para Pengguna Ancam Tinggalkan WhatsApp

Ketika kabar kehadiran iklan dibocorkan oleh Matt Navara, sebagian besar pengguna WhatsApp langsung bereaksi. Kebanyakan para pengguna menolak keberadaan iklan, bahkan sebagian mengancam akan meninggalkan WhatsApp untuk menggunakan platform lain.

Berikut ini beberapa reaksi para pengguna seperti yang dikutip dari Metro.co.uk:

“Bagus. Saya yakin separuh pengguna akan beralih ke Telegram.”

“Baiklah, selamat tinggal WhatsApp.”

“Kenapa sih menurut Facebook ini ide yang bagus? Orang menggunakan WhatsApp untuk kontak profesional dan Facebook untuk kesenangan.”

“Aku tidak ingin iklan. Saya lebih suka membayar $50 setahun untuk menggunakannya bebas iklan sama seperti biasanya.”

Baca juga: Februari 2020, WhatsApp Tidak Dapat Digunakan Lagi di Smartphone Lawas

Bukan hanya para pengguna yang menolak keberadaan iklan, namun dua pendiri WhatsApp pun juga menolak keberadaan iklan. Brian Acton dan Jan Koum secara terang-terangan menolak keberadaan iklan. Bahkan karena masalah iklan ini, keduanya lebih memilih untuk meninggalkan platform yang dulunya mereka buat itu.

WhatsApp sendiri adalah salah satu aplikasi andalan dari Facebook Grup. Aplikasi perpesanan yang memiliki lebih dari 1,5 miliar pengguna itu diakuisisi pada tahun 2014 silam sebesar US$ 19 miliar.

Sekarang, kita lihat saja nasib WhatsApp untuk ke depannya. Kira-kira, apakah keberadaan iklan benar-benar akan membuat aplikasi perpesanan paling populer itu kehilangan para penggunanya atau tidak.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close