Suka duka menjadi penulis tamu

Suka Duka Menjadi Penulis Tamu, Dibayar Murah Hingga Tak Dibayar Sama Sekali

Menjadi Penulis Tamu – Apa itu penulis tamu? Penulis tamu adalah kegiatan (pekerjaan) mengirimkan atau menulis artikel di situs orang lain.

Menjadi penulis tamu adalah salah satu cara untuk mendapatkan uang via internet, karena hasil tulisan yang berhasil dimuat atau diterbitkan biasanya akan mendapatkan bayaran berupa uang.

Baca ini ya5 Daftar Situs Menulis Artikel Online Dibayar Mahal Berbahasa Indonesia

Setelah membaca pemaparan di atas, apakah kamu tertarik menjadi penulis tamu? Jika iya, mungkin kamu bisa membaca ulasan di bawah ini hingga selesai.

Menjadi Penulis Tamu Itu Tidaklah Mudah

Berikut ini adalah beberapa situs yang memberikan kamu kesempatan untuk menjadi penulis tamu:

1. Klik Mania

2. Jalan Tikus

3. Shopback

Loading...

4. Mojok

5. Baca

6. IDN Times

7. Maxmanroe

8. BaBe, dll.

Itulah tadi 8 situs yang bisa kamu coba untuk mulai menulis. Sekarang, yang menjadi pertanyaan adalah mudahkah menerbitkan artikel di situs-situs yang sudah disebutkan tadi?

Berikut ini jawabannya:

1. Klik Mania

menjadi penulis tamu
Gambar: Klik Mania

Untuk menerbitkan artikel di Klik Mania tidaklah sesulit yang dibayangkan, karena di situs ini, kamu bisa memilih beberapa kategori yang cukup banyak, di antaranya adalah:

1. Review Produk

2. Tekno

3. Travel

4. Peluang Usaha

5. Kisah Inspiratif

6. Bisnis, hingga berita-berita terbaru seputar dunia internet.

Ya, dengan banyaknya kategori artikel, seorang penulis diharapkan mampu mengeksplor kemampuannya, sehingga akan muncul artikel-artikel yang berkualitas.

Di Klik Mania, artikel saya kok tidak terbit ya? Jika kamu mengalami hal yang demikian, silakan tengok kembali halaman contributor.

Baca dan pahamilah peraturan-peraturan yang ada, dan pastikan kamu tidak membuat kesalahan sepele (melanggar) ketika menulis artikel yang kemudian menyebabkan artikelmu tidak terbit.

2. Jalan Tikus

Gambar: Jalan Tikus

Blogger di Indonesia pasti tahu nama situs yang satu ini. Ya, Jalan Tikus adalah salah satu situs terkenal yang juga memberikan kesempatan kepada masyarakat luas untuk menjadi penulis tamu.

Mudahkah menerbitkan artikel di Jalan Tikus? Tidak mudah, karena di situs ini sudah ada penulis tetapnya, sehingga artikel yang dikirimkan penulis tamu, kemungkinan besar dimuatnya hanya 20%.

Meski sulit menerbitkan artikel di situs ini, bukan berarti kamu tidak bisa melakukannya. Kamu tetap bisa melakukannya, asalkan artikel yang kamu buat benar-benar baru dan informatif.

Jadi, tetaplah berjuang sekuat tenaga, meskipun kenyataannya sulit.

3. Shopback

Gambar: Shopback

Kamu yang suka menulis tentang gaya hidup, kuliner, dan ingin menjadi penulis tamu untuk niche tersebut, bisa memilih Shopback untuk dijadikan platform menulis (mengirimkan) artikel.

Bagaimana dengan penerbitannya? Cukup mudah, asalkan kamu tetap mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku, seperti:

1. Tidak plagiat

2. Ukuran foto 600 x 400 pixel

3. Mencantumkan sumber foto

4. Menulis sebanyak 700 kata, dll.

Harus 700 kata? Iya, karena itu adalah peraturan yang mereka berlakukan. Dan setiap artikel yang berhasil diterbitkan akan mendapatkan bayaran sebesar Rp. 5.000.

Bagaimana tertarik?

4. Mojok

Gambar: Mojok

Di situs resminya, Mojok mengatakan, artikel-artikel yang biasa mereka terbitkan bisa dibuat dalam waktu 10 menit dan bisa dibuat saat naik angkot, menunggu kereta, antre di supermarket, dan lain-lain.

Benarkah demikian?

Tidak benar, karena itu hanyalah sikap rendah hati Mojok sebagai media anti mainstream di Indonesia.

Faktanya, untuk menerbitkan artikel di Mojok sangatlah sulit, karena berita-berita yang diangkat harus up to date dan unik. Selain itu, faktor adanya penulis tetap juga menjadi alasan kuat mengapa menerbitkan artikel di Mojok sangatlah sulit.

Penulis Tetap Menjadi Penghalang?

Jika dipikir-pikir dengan akal sehat, sulitnya menulis di beberapa platform yang sudah memiliki penulis tetap itu wajar, karena mereka tiap bulannya memang dibayar.

Jika tulisan para penulis tetap tidak terbit atau cenderung memilih tulisan para penulis tamu, itu justru aneh, karena pemilik situs bisa-bisa merugi dan penulis tetap hanya akan memakan gaji buta.

Jadi, ketika artikelmu selalu ditolak lantaran adanya penulis tetap tidak usah heran, karena hal tersebut memang wajar dan sistemnya memang begitu.

Pelajaran yang Bisa Diambil

Ulasan ringkas tentang penerbitan artikel yang dimulai dari Klik Mania hingga Mojok adalah salah satu contoh, sekaligus bukti jika menulis artikel atau menjadi penulis tamu itu bukanlah pekerjaan yang mudah.

Seseorang ketika memutuskan diri untuk menjadi penulis tamu, maka ia harus harus mencari topik yang sedang ramai diperbincangkan, dibutuhkan, bermanfaat, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Jadi, apabila kamu tertarik menjadi seorang penulis tamu, tolong camkan hal ini baik-baik agar tulisan enak dibaca. Dan yang paling terpenting adalah jangan hanya mengincar bayarannya saja, sehingga kualitas artikel menurun.

Masih ada 4 situs yang belum disebutkan, di antaranya adalah:

1. Baca

2. IDN Times

3. Maxmanroe

4. BaBe

Untuk mengetahui mudah atau tidaknya menerbitkan artikel di keempat situs tersebut, kamu bisa mencobanya sendiri, karena Baca, IDN Times, Maxmanroe dan BaBe terbuka untuk publik.

Suka dan Duka Menjadi Penulis Tamu

Penulis tamu itu sama seperti kegiatan atau pekerjaan lain yang di dalamnya ada suka dan duka. Kamu mau tahu apa saja suka dan duka yang dialami seorang penulis tamu? Jika iya, silakan menyimak ulasan di bawah ini!

Sukanya Menjadi Penulis Tamu

1. Mendapat Bayaran

Salah satu alasan terbesar yang membuat seseorang ingin menjadi penulis tamu adalah karena mereka dibayar. Ya, meskipun bayaran tidak terlalu besar, setidaknya mereka (penulis tamu) bisa menggunakan uang hasil menulisnya untuk jajan, membeli odol, atau keperluan lain.

Jadi, itulah hal yang menyenangkan (suka) yang akan kamu dapatkan ketika menjadi penulis tamu. Buat yang masih sekolah atau kuliah sangat cocok dengan pekerjaan ini, karena mereka bisa meringankan beban orang tua dengan tidak meminta-minta uang jajan lagi.

2. Tidak Ketinggalan Informasi

Poin yang satu ini secara tidak langsung akan menghampiri seorang penulis tamu. Kok bisa? Karena ketika seorang penulis tamu ingin menulis artikel, pasti mereka akan mencari-cari (menggali) informasi lebih dalam ke beberapa situs lain.

Nah, dari perjalanan mereka mencari-cari informasi itulah, update berita harian dan terkini akan didapatkan, sehingga penulis tamu yang dulunya kurang update bisa berubah menjadi sosok yang selalu up to date.

3. Lebih Peka KBBI

Coba kamu pilih kata-kata berikut ini, manakah menurutmu yang paling benar!

Antre atau antri?

Silahkan atau silakan?

Di sini atau disini?

Ijin atau izin?

Jika kamu menjawab antri, silahkan, disini dan ijin, maka jawabannya salah. Namun apabila kamu menjawab antre, silakan, di sini dan izin, jawaban itu benar.

Ya, itu adalah salah satu keuntungan dari menjadi penulis tamu, di mana kita bisa belajar lebih tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Sebagian orang mungkin masih menyepelekan hal ini, namun percayalah lambat laun mereka akan memperbaiki diri dan akan belajar lagi tentang penulisan atau penggunaan kata-kata yang benar dalam bahasa Indonesia.

4. Sebagai Portofolio

Katakanlah kamu ingin menjadi content writer di sebuah perusahaan atau menjadi freelance writer di sebuah situs, maka pertanyaan yang tidak bisa dihindari adalah sudah pernah nulis di mana?

Ya, jika kamu menjawab belum pernah menulis sama sekali, bisa jadi peluangmu untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan semakin berat.

Namun apabila kamu menjawab sudah pernah menulis, maka peluang lebih terbuka dan tak menutup kemungkinan kamu berhasil mendapatkannya.

Perbanyaklah menulis, karena dengan semakin banyak menulis, berarti kamu sudah mengumpulkan banyak portofolio. Dan semakin banyak portofolio, semakin banyak pula orang-orang yang akan menghargaimu.

5. Meningkatkan Keterampilan

Yang dimaksud keterampilan adalah ketika kamu disuguhi sebuah tema atau judul, maka isi konten yang ingin kamu bahas sudah ada di dalam pikiran.

Ya, terkadang kita bisa melihat ada penulis yang bisa menyelesaikan berpuluh-puluh tulisan dalam satu hari. Padahal, sebelumnya ia belum mengetahui apa tema atau judul yang diberikan.

Namun itulah faktanya, karena semakin kita sering menulis, semakin terasah pula kemampuan kita dalam membuat konten yang berkualitas.

Itulah tadi lima hal yang bisa disampaikan dari hal-hal yang disukai ketika menjadi penulis tamu. Sekarang, mari kita melihat hal-hal yang tidak disukai (duka) dari menjadi penulis tamu.

Dukanya Menjadi Penulis Tamu

1. Bayaran yang Terlalu Murah

Di Indonesia, untuk menemukan situs yang membayar penulis tamunya dengan bayaran murah banyak sekali. Adapun untuk menemukan situs yang membayar penulisnya dengan mahal amat sangat sedikit dan bisa dihitung dengan jari.

Sebagian orang yang membayar penulis dengan murah, memiliki anggapan, bahwasanya menulis itu merupakan pekerjaan yang mudah. Padahal, jika mereka langsung turun tangan untuk menulis belum tentu mereka bisa melakukannya.

Menulis itu tidaklah mudah, karena menulis harus merangkai kata-kata agar enak dibaca, menghindari typo, membaca kembali tulisannya sebelum diterbitkan, dan beberapa hal lain.

Jika kamu menemui situs yang terlalu murah memberikan bayaran, maka pikir-pikirlah terlebih dahulu, karena menulis itu sama seperti pekerjaan lain, di mana otak dan anggota badan diajak bergerak untuk mengeluarkan hasil yang optimal.

2. Kurang Dihargai

Mungkin kamu pernah mendengar atau menemukan langsung situs yang membayar penulisnya berdasarkan hitungan views.

Jika kamu menemukan situs yang seperti itu, maka berpikirlah dua kali untuk menulis (mengirimkan) artikel di dalamnya. Mengapa demikian?

Karena itu adalah salah satu bentuk kurang menghargai penulis, khususnya penulis tamu. Bayangkan saja, kamu menulis artikel sebanyak 300 kata. Kemudian, perhitungan fee (bayaran) menggunakan views, di mana tiap views yang mencapai 100 hanya mendapatkan 50 rupiah.

Jika tiap 100 views hanya dihargai 50 rupiah, maka untuk mencapai 1000 rupiah, kita harus menunggu berapa tahun? Bisa saja ujung-ujungnya tidak dibayar, dan kebanyakannya memang demikian.

Itulah tadi dua hal yang bisa disampaikan dari hal-hal yang tidak disukai (duka) ketika menjadi penulis tamu. Jika dilihat dari ulasan di atas, maka akan terjadi perbandingan yang cukup jauh, yakni 5:2.

Sukanya ternyata lebih banyak?

Memang sukanya lebih banyak, namun yang menjadi kendala atau masalah terbesar tetap pada fee, karena apabila fee sedikit lebih tinggi, tentu akan mensejahterakan seorang penulis.

Mungkinkah Bayaran Penulis Tamu Tinggi?

Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, termasuk masalah tingginya bayaran seorang penulis tamu. Mungkinkah bayaran seorang penulis tamu tinggi?

Mungkin saja. Namun, ketika seorang penulis tamu menuntut bayaran tinggi akan ada konsekuensi yang harus dijalani, di antaranya adalah:

1. Bayaran tinggi, tapi artikel sulit untuk diterbitkan, karena review yang terlalu lama dan ketat.

2. Bayaran tinggi, tapi artikel harus ilmiah dengan pembahasan begitu mendalam.

3. Bayaran tinggi, tapi artikel harus benar-benar unik dan belum ada di situs mana pun.

4. Bayaran tinggi, tapi jumlah kata harus banyak, misalkan 1.000 atau 1.500.

Nah, itulah beberapa konsekuensi yang harus dihadapi apabila penulis tamu menuntut bayaran yang tinggi.

Mengapa beberapa situs tidak berani membayar tinggi?

Ada banyak alasan, di antaranya adalah:

1. Sumber pemasukan situs hanya dari Google Adsense.

2. Sumber pemasukan situs hanya dari iklan (bekerjasama dengan perusahaan lain).

3. Sumber pemasukan situs dari perusahaan lain, misal startup.

4. Situs masih memperbaiki fitur-fitur yang ada, sehingga menghabiskan banyak uang.

5. Situs sudah memiliki penulis tetap.

6. Situs sudah memiliki banyak penulis tamu.

Kesimpulan

Masalah bayaran itu sebenarnya tergantung individu masing-masing. Jika kamu memang mengejar bayaran tinggi saat menjadi penulis tamu, maka carilah situs-situs yang membayar mahal penulisnya.

Adapun untuk kamu yang ingin mengasah bakat menulis, menambah portofolio, relasi, dan beberapa hal lainnya, bisa menulis di beberapa situs yang bayarannya tidak terlalu tinggi, namun tetap membayar.

Lagipula menulis itu bukan hanya masalah uang, karena menulis itu berbagi ilmu, berbagi manfaat yang tujuan akhirnya diharapkan berguna bagi orang lain.

Intinya ketika kamu memutuskan menulis atau menjadi penulis tamu jangan pikirkan bayarannya, karena ketika kamu memikirkan bayarannya, kepalamu bisa pusing 2 hari 2 malam.

Itulah tadi pembahasan yang bisa disampaikan mengenai suka duka menjadi seorang penulis tamu. Semoga pembahasan ini bermanfaat, dan seperti biasa, apabila ada tambahan atau pertanyaan, kamu bisa mencantumkannya di kolom komentar.



Loading...


Bagikan

Leo Setiawan

Penulis

Komentar

    pus

    ( - 15:17)

    sangat lengkap ulasannya. saya kebetulan nulis juga di ucnew dan selalu berusaha menulis untuk artikel original, bisa di bilang sebagian besat tulisan dpt ORI disana. Kebetulan tadi lagi cari info utk tambahan lain jika bisa mendapat tambahan.

    Mr.R

    Mr.R

    ( - 14:51)

    Wah bagus mas ini. Saya udah pernah terbit di Jalan Tikus baru 1 artikel dan udah dikasih tau dpt fee 50rb lewat Gmail. Tapi ga tau deh dibayar enggaknya soalnya gak ada pemberitahuan lanjutan sih, sy gak cek juga. Habis itu saya bikin artikel lg, eh review-nya lamanya kebangetan. Gak ada keterangannya pula. Di situ dah mulai males sy, padahal situs besar loh. Untuk di Mojok sepertinya memang SGT susah, karena bahasanya itu harus pure dri pikiran dan benar2 menarik. Kalo enggak ya susah bgt keterimanya. Lah kok panjang ya komennya hhe, gemezzz soalnya. Apalagi buat situs yg byar penulisnya berdasarkan views, welah dalah. Ampuuun… Perlu di sleding sepertinya…

      Leo Setiawan

      Leo Setiawan

      ( - 03:17)

      Hehe .. emang iya. Katakan tidak untuk website yang hanya PHP.

    Mas Imam

    ( - 18:22)

    apalagi sekarang sudah banyak penulis hebat-hebat jadi tambah ketat saingannya, kemingkinan artikel dierima pun jadi sangat minim.

    etrosinaga

    etrosinaga

    ( - 01:30)

    Emank pedih..
    Saya nulis di IDN Times, BaBe, dan Jalan Tikus sama Nulis Co.
    Semuanya buat duka aja.
    Malah artikel saya di “jual” ke media lain.
    Dr pengalaman nulis di berbagai media, cuma Klikmania yg bener bener sangat menghargai hasil karya orang lain.
    Thanks alot Mas Gani.

      Leo Setiawan

      Leo Setiawan

      ( - 02:48)

      🙂 sependapat Mas Etro, cuma KlikMania yang menghargai tulisan para penulisnya.

      Sekarang mah saya ga nulis di JT, BaBe, Nulis (Baca), dan beberapa media lain yang ogah-ogahan membayar penulisnya, karena menulis itu butuh waktu, pendalaman materi, dll.

    Terkadang terpikir oleh ku, susah nya jadi penulis

    Anak Dagang

    ( - 03:04)

    Tulisan yang dikirim untuk diterbitkan di suatu blog ternama memang harusnya yang terbaik, karena kalau cuma sekedar menulis ulang apa yang telah dibahas di blog lain pastinya tidak akan diterbutkan ya kang.

    Kalau tulisan kita membahas dari sudut pandang yang berbeda dengan beberapa poin sebagai bahan kritikan atau masukan terhadap apa yang dibahas, pastinya akan mendapat poin lebih.

    Dede tatang

    Dede tatang

    ( - 12:52)

    Mantap, sangat Inspiratif dan bermanfaat

      Leo Setiawan

      Leo Setiawan

      ( - 15:54)

      Alhamdulillah,

      Artikel yang sampean tulis juga mantap, inspiratif, dan bermanfaat 🙂

        Dede tatang

        Dede tatang

        ( - 05:02)

        Suwun, moga nanti mas Gani bisa buat komunitas penulis klikamania ya, supaya kapan2 bisa kumpul di dunia nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *