Kisah Inspiratif

Sukses Diusia Muda Part 2 : Kesuksesan Pendiri Grab dan Pendiri AirBnb

Kisah sukses diusia muda sekarang akan kita lanjutkan pada bagian ke 2. Setelah sebelumnya kita menyimak kisah sukses diusia muda dari David Karp yang mendirikan Tumblr dan Nick Woodman sebagai pendiri Go Pro. Sekarang kita akan mulai membahas kisah sukses diusia muda dari Anthony Tan yang merupakan seorang pendiri Grab.

Kisah sukses diusia muda ini diharapkan dapat memotivasi kalian diluar sana untuk bisa meraih kesuksesan meskipun usia masih sangat muda. Tidak perlu menunggu tua untuk bisa sukses, karena dengan tekad dan kerja keras, kesuksesan dapat kita raih dengan mudah diusia yang muda.

Ambilah pelajaran yang bisa dipetik dari kisah para tokoh yang sukses diusia muda ini. Amati dan tiru apa saja yang mereka lakukan hingga mampu meraih kesuksesan di usia yang muda.

Belajarlah dari banyak orang yang sukses diusia muda dan raihlah sukses kalian dengan segera.

Mari kita simak lebih jelas kisah sukses diusia muda bagian ke 2 berikut ini,

Kehidupan Awal Anthony Tan

sukses diusia muda
Anthony Tan Via cnnindonesia.com

Anthony Tan merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara dan ia sendiri lahir di Malaysia. Anthony Tan lahir dari keluarga yang kaya dimana ayahnya yang bernama Tan Heng Chew termasuk ke dalam salah satu orang terkaya di Malaysia dan ibunya bekerja sebagai pialang saham di Malaysia.

Bukan Cuma kedua orang tuanya yang kaya, kakeknya yang bernama Tan Yuet Foh, merupakan salah satu pengusaha perakitan mobil dan memiliki jaringan untuk mendistribusikan mobil Jepang di Malaysia. Perusahaan kakeknya yang bernama Tan Chong Holdings Bhd merupakan distributor Nissan yang utama di Malaysia.

Terlahir sebagai orang yang memiliki keturunan bisnis membuat Anthony Tan telah akrab dengan dunia usaha sejak usianya masih belia.

Anthony Tan sepertinya tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Hal ini terbukti dengan masuknya ia ke dalam University Of Chicago mengambil jurusan ekonomi. Anthony Tan masuk pada tahun 2000 dan lulus tepat waktu pada tahun 2004 serta resmi menyandang gelar sarjana dari University Of Chicago.

Pentingnya dunia pendidikan, ia pun kembali melanjutjan studinya dengan mengambil gelas master dari Harvard Business School. Ia masuk pada tahun 2009 dan lulus mendapatkan gelar master pada tahun 2011.

Kisah Bisnis Diusia Belia

Bakat bisnis Anthony Tan sudah mulai terlihat saat ia berusia masih sangat belia. Hal ini terbukti dimana pada usianya yang ke 11 tahun, orangtuanya mengajak Anthony Tan untuk pergi ke acara komik internasional yang berlangsung di Singapura.

Pada acara tersebut ia melihat banyak sekali komik X-Men yang sangat ia sukai, hingga akhirnya ia pun mulai memborong banyak komik tersebut untuk dibeli.

Setelah pulang dari Singapura, banyak dari teman-teman Anthony Tan yang ingin memiliki komik seperti yang dimiliki Anthony Tan. Melihat hal ini munculah ide untuk melakukan tukar-menukar buku komik, sehingga dengan cara ini semua orang bisa saling membaca komik miliki temannya.

Namun, kegiatan tukar menukar komik ini disadari Anthony Tan sebagai pertukaran yang tidak menguntungkan. Hal ini dikarenakan teman-temannya tidak memiliki barang yang sepadan untuk ditukar dengan komik yang dimilikinya.

Akhirnya teman-temannya menggantinya dengan uang untuk mendapatkan komik X-Men yang dimiliki Anthony Tan. Dari sinilah Anthony Tan mulai belajar secara perlahan alur perputaran uang yang sederhana. Dimana dari keuntungan yang ia dapatkan, dijadikan modal untuk menambah stok barang dan terus berputar agar menbghasilkan uang yang lebih banyak.

Ide Awal Membangun Grab

sukses diusia muda
Grab Via pattayatoday.net

Sukses diusia muda Anthony Tan dimulai dari ide yang ia miliki saat berbincang-bincang dengan temannya. Hal itu terjadi saat Anthony Tan berkuliah mengambil gelar master pada Harvard Business School. Temannya mengeluhkan tentang kesulitannya mendapatkan taksi di Malaysia.

Dari keluhan temannya tersebut, Anthony Tan mulai berpikir, apa yang salah dari sistem taksi yang ada dan apa yang bisa diperbaiki dengan adanya kesalahan sistem taksi di Malaysia.

Temannya pun meminta Anthony Tan untuk berpikir mengatasi masalah ini. Bahkan untuk memacu semangat Anthony Tan, temannya sempat mengucapkan kakek buyutmu seorang sopir taksi dan kakekmu pemilik distributor Nissan di Malaysia, jadi seharusnya kamu bisa menyelasaikan masalh ini.

Mulai Membangun Grab

Permasalahan yang dihadapi temannya tersebut dijadikan tantangan tersendiri oleh Anthony Tan, ia pun mulai menyusun konsep dan rencana awal tentang layanan taksi pada tahun 2012.

Anthony Tan pun mulai mengembangkan sistem pemesanan taksi yang cepat dan mudah. Pada awalnya sistem layanan yang dikembangkan oleh Anthony Tan ini bernama MyTeksi dan baru pada tahun 2012 diubah menjadi GrabTaxi agar lebih mudah diingat oleh banyak orang.

Konsep Grab sebenarnya hampir mirip dengan Uber dimana melalui layanan tersebut mereka dapat menghubungkan Pengemudi taksi dengan calon penumpang. Sehingga dengan sistem ini para calon penumpang tidak perlu bersusah payah untuk mendapatkan layanan taksi dan para pengemudi taksi akan dimudahkan untuk mendapatkan penumpang.

Dukungan yang Berubah Menjadi Ancaman

Sukses diusia muda Anthony Tan sebenarnya didapatkannya dari sistem Grab yang ia berikan kepada para pengguna. Hal ini bahkan terbukti dari para pengemudi taksi yang bermitra dengan Grab sebagai penyedia layanan. Dimana ketika GrabTaxi mulai hadir di Indonesia tepatnya di Jakarta, sopir taksi mengatakan bahwa mereka bisa mendapatkan penumpang yang lebih banyak dan pendapatan yang bisa mereka peroleh meningkat dibandingkan sebelum menggunakan layanan GrabTaxi.

Namun, sistem ini berbalik arah menjadi sistem yang lebih mangancam keberadaan taksi yang telah ada. Hal tersebut terjadi disaat mulai dikembangkannya Grab Car, dimana sistem ini memungkinkan para mobil pribadi ikut beroperasi menawarkan jasa angkutan online kepada para pengguna dan calon penumpang.

Mendapatkan Pendanaan dan Sukses Menjadi yang Terbesar di Asia Tenggara

Terlepas dari kontroversi yang ada, perusahaan yang dirintis Anthony Tan terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Sejak awal didirikan, Anthony Tan hanya membutuhkan waktu 3 tahun untuk menjadi perusahaan layanan kendaraan online terbesar di Asia Tenggara. Bahkan untuk memudahkan para pelanggannya menyebut nama GrabTaxi, Anthony Tan pun mengubah nama menjadi Grab pada tahun 2016.

Grab sendiri saat ini tengah bersaing ketat dengan perusahaan dari Amerika Serikat yang bernama Uber dan bersaing di Indonesia dengan GoJek yang didirikan oleh Nadiem Makariem.

Grab saat ini telah memiliki wilayah operasi di Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Indonesia, dan Vietnam.

Kuatnya daya saing yang dimiliki Grab tak luput dari kucuran modal yang ia terima dari banyak pihak. Dimana dana yang digalang Grab mencapai 700 Juta USD terhitung sejak pertama kali Grab dibangun. Investor tersebut meliputi SoftBank dari Jepang, Temasek Holdings yang berasal dari Singapura, Didi Kuaidi dari Tiongkok, dan China Investment Corp.

Sukses Diusia Muda Pendiri Airbnb, Brian Chesky

sukses diusia muda
Brian Chesky Via moneyinc.com

Pendiri airbnb menjadikan kalian yang sedang kesulitan untuk menemukan tempat penginapan menjadi lebih terbantu. Hal ini dapat terjadi dikarenakan Airbnb memiliki konsep siapa pun yang memiliki rumah atau apartemen kosong dapat menyewakannya lewat situs tersebut. Penyewa yang tertarik kemudian akan menginap disana dan sebagai pemilik properti akan mendapatkan uang sewa sebagai pendapatan.

Konsep tersebut sebenarnya sangat sederhana dan simpel namun sangat membantu para turis atau orang yang sedang melakukan perjalanan dinas saat kesulitan menemukan tempat penginapan. Belum lagi biaya sewa hotel yang sangat menguras kantong menjadikan Airbnb menjadi salah satu solusi untuk mendapatkan penginapan sementara dengan harga yang relatif terjangkau.

Lalu siapakah orang dibalik terciptanya Airbnb tersebut ?

Orang tersebut bernama Brian Chesky yang kisah suksesnya dalam membangun Airbnb akan kita ulas dan sampaikan dengan lengkap disini.

Masa Awal Kehidupan

Brian Chesky terlahir dengan nama lengkap Brian Joseph Chesky dimana ia dilahirkan pada tanggal 29 Agustus 1981 di Newyork tepatnya di Niskayuna. Orang tua Brian bernama Robert H. Chesky dan Deborah yang keduanya sama-sama bekerja sebagai pegawai pemerintah.

Sedari kecil Brian menunjukan ketertarikan yang kuat dengan desain, seni, dan menggambar. Hal ini terus berlanjut hingga ia dewasa dimana ia mulai tertarik dengan dunia arsiektur dan desain landscape.

Ada sebuah momen lucu yang dilakukan Brian Chesky karena kecintaannya terhadap dunia desain. Hal tersebut terjadi saat Brian mencoba untuk meminta hadiah natal dari Santa Claus berupa hadiah yang rusak. Hal tersebut dilakukan Brian Chesky agar ia dapat mendesai ulang dan memperbaiki mainan tersebut. Bukan Cuma itu saja, Brian Chesky pun sangat tidak menyukai game console yang dimainkannya karena desain dari game tersebut yang dinilainya sangat jelek.

Peristiwa masa kecil inilah yang menjadikan Brian Chesky bermimpi untuk menjadi seorang desainer.

Di tahun 1999 Brian Chesky masuk ke RISD yang merupakan sebuah sekolah desain yang berada di Rhode Island. Disana ia mengambil jurusan desain industri dan kemudian lulus di tahun 2004 dengan memperoleh gelar Sarjana Seni Murni atau Bachelor of Fine Arts. Di RSID itul jugalah Brian Chesky bertemu dengan Joe Gebbia yang nantinya akan menjadi partnernya dalam mendirikan Airbnb.

Lulus dari RSID dan mengantongi gelar sarjana, kemudian Brian Chesky mulai bekerja di 3DID, Inc di Los Angeles sebagai seorang desainer industri.

Kemunculan Ide Airbnb

Ide untuk mendirikan Airbnb muncul ketika ia bersama dengan temannya Joe Gabbia sedang berada di Newyork. Saat itu ada pertemuan Industrial Design yang berlangsung di San Fransisco dan mereka pun berminat untuk hadir dan mengikuti pertemuan tersebut. Namun sayang ketika mereka ingin melakukan pemesanan terhadap hotel di San Fransisco, semua hotel yang ada disana penuh dan tidak ada hotel berbiaya murah yang bisa mereka dapatkan.

Dari masalah yang ditemui inilah kemudian mulai muncul sebuah ide untuk membuat sebuah bisnis yang bisa menyewakan kamar untuk mereka yang sedang kesulitan mencari penginapan.

Kemudian Brian Chesky pun mulai merealisasikan mimpinya dengan meluncurkan situs Airbnb yang merupakan kepanjangan dari Airbed and Breakfast. Situs yang dirilisnya tersebut diharapkan dapat membantu memecahkan permasalahan banyak orang yang kesulitan mendapatkan kamar hotel saat akan menghadiri event di suatu kota.

Hal yang unik dari Airbnb adalah Brian Chesky bukanlah sebagai pemilik rumah atau apartemen tapi ia mempertemukan para pemilik bangunan dengan para konsumen yang akan menggunakan hunian tersebut. Konsep inilah yang menjadikan Airbnb bukan hanya disukai oleh para kosumen tapi juga para pemilik bangunan yang merasa terbantu dengan kemudahan pemasaran bangunan mereka.

Modal yang Didapatkan Dengan Cara yang Unik

sukses diusia muda
Airbnb Via suitelife.com

Pendiri Airbnb, Brian Chesky ternyata memiliki sebuah cara yang unik untuk memasarkan usaha yang dikembangkannya. Caranya adalah ia menjual sereal sarapan yang merupakan edisi khusus dengan menampilkan karakter kartun dari Barrack Obama dan John McCain. Dengan harga sereal yang relatif mahal yaitu sekitar USD 40 per kotaknya tidak menyurutkan para pembeli untuk membeli sereal tersebut. Lewat cara tersebut, Brian Chesky sanggup memiliki dana sebesar USD 30.000 yang bisa digunakannya untuk mendanai Airbnb.

Cara yang dilakukannya ternyata prinsip yang ia pegang, dimana ia menuturkan bahwa bisnis yang baru berkembang tidak harus selalu mengandalkan dana dari pihak investor. Berpikirlah secara kreatif dan mandiri untuk mendapatkan pendanaan modal dengan cara bootstrapping yaitu pendanaan dengan menggunakan upaya sendiri.

Dengan berpikir kreatif, para pendiri bisnis baru akan diuji bagaimana mencari cara untuk mendanai bisnis tanpa perlu adanya investor. Sehingga pikiran kretif tidak hanya tertumpu pada produk dan layanan yang dijual saja. Belum lagi mengingat untuk menemukan investor yang selaras dengan visi dan misi perusahaan sangatlah sulit. Jadi, cobalah untuk mendanai usaha dengan cara sendiri yang kreatif.

Cara Brian Chesky mendapatkan modal untuk usahanya ternyata menjadi sebuah ironi tersendiri. Hal ini dikarenkan banyak sekali pengusaha pemula yang selalu mengeluh tentang ketiadaan modal untuk memulai dan mengembangkan usaha. Padahal ada cara bootstrapping yang bisa dilakukan untuk mendapatkan pendanaan usaha.

Mengapa hal ini sangat krusialĀ  ?

Brian Chesky pun menuturkan bahwa di awal usaha merupakan fase dimana para pengusaha meletakkan pondasi awal. Hal ini sabgat berkaitan dengan masa depan usaha di masa depan. Jadi saat awal pertumbuhan usaha seorang pengusaha sejati harus mampu meletakkan landasan pondasi yang bermanfaat untuk usahanya. Hal inilah yang kemudian akan berpengaruh terhadap terbentuknya budaya perusahaan di kemudian hari.

Mulai Dilirik Investor

Setelah berusaha sendiri mendapatkan modal dengan menjual sereal, akhirnya Brian Chesky mendapatkan kucuran modal dari Y Combinator. Nama AirbedandBreakfast.com pun mulai berganti nama menjadi Airbnb. Serta layanan yang mereka berikan pun sekarang bukan hanya sekedar menyewakan kamar kosong. Melainkan turut menyewakan rumah, apatemen, kastil, sampai rumah pohon.

Kucuran dana terus masuk ke Airbnb. Dimana pada November 2010 mereka mendapatkan pendanaan seri A dari Greylock Partners and Sequoia Capital sebesar USD 7,2 Juta.

Bukan Cuma itu saja, Airbnb pun pada tahun 2011 mencatat 1 juta reservasi. Hal ini terus meningkat menjadi 10 juta reservasi pada tahun 2012.

Sekarang nilai perusahaan yang didirikan oleh Brian Chesky telah mencapai USD 25 Miliar pada tahun 2016. Serta total kekayaan yang dimiliki Brian mencapai USD 3 Miliar.

Kesuksesan Brian Chesky dalam mendirikan Airbnb memberikan bukti bahwa membangun perusahaan teknologi kalian tidak harus memiliki latar belakang teknologi. Sebab hal tersebut bisa diatasi dengan menemukan partner dan para profesional yang berkaitan dengan pemrograman.

Hal yang paling penting adalah kalian sebagai pengusaha start up paham akan berbagai masalah yang sering dihadapi banyak masyarakat. Kemudian mulai mencari cara untuk menemukan solusi terbaik terhadap masalah tersebut dan menjadikannya peluang yang menguntungkan.


Loading...

Ideas and Thought Must be Submited | Passionate in Business and Investment |

Artikel terkait

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close