Internet

Susul Shopify, Temasek Ikut Gabung ke Proyek Libra Facebook

Proyek mata uang digital global yang diperkenalkan oleh Facebook, Libra, memiliki pendukung baru, yakni Temasek Holdings yang berasal dari Singapura. Kabar bergabungnya Temasek adalah kabar yang menggembirakan bagi Libra setelah sebelumnya mereka banyak ditinggal oleh anggotanya.

Berdasarkan laporan dari CNBC, Temasek bukanlah satu-satunya anggota baru dari proyek Libra. Selain Temasek, masih ada dua nama lain yang bergabung, yaitu Paradigma dan Slow Ventures. Paradigma adalah Investor Cryptocurrency, sedangkan Slow Ventures adalah perusahaan ekuitas swasta.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Libra, Mata Uang Digital Facebook

Temasek Bawa Angin Segar untuk Libra

Sebagai informasi, untuk bergabung dengan proyek Libra ini, para anggota harus menyetorkan dana sebesar USD10 juta kepada Libra Association. Pihak Libra sendiri dalam salah satu pernyataannya mengungkapkan bahwa kehadiran Temasek memberikan mereka posisi yang berbeda.

“Temasek sebagai investor yang fokus di Asia memberi posisi yang berbeda pada kami,” kata Libra Association. Temasek sendiri adalah lembaga investasi milik negara Singapura yang memiliki nilai portofolio 313 miliar dolar Singapura atau setara dengan USD219 miliar.

“Partisipasi kami dalam Libra Association akan memungkinkan kami berkontribusi pada jaringan pembayaran ritel global berbiaya efisien dan efektif,” ucap Chia Song Hwee selaku wakil CEO Temasek seperti yang dikutip dari CNBC, (20/5/2020).

Baca juga:

Ditinggal Investor Lagi, Bagaimana Nasib Uang Libra Facebook?

Temasek Cs Gantikan Anggota Lain yang Hengkang

Facebook telah memperkenalkan Libra pada pertengahan tahun lalu. Keberadaan Libra sendiri diharapkan mampu menjadi alat pembayaran digital alternatif secara global. Bentuk dari Libra sendiri seperti Bitcoin, namun Libra didukung oleh mata uang utama dunia dan memiliki aset dasar berupa surat utang negara.

Libra sendiri rencananya akan diluncurkan pada kuartal kedua tahun 2020 ini. Namun, upaya tersebut mendapatkan penolakan dari regulator dunia. Alasannya, Libra dianggap memiliki risiko sistemik yang bisa membahayakan sektor keuangan karena tidak diawasi oleh bank sentral negara mana pun.

Akibat penolakan itu pula, beberapa anggota yang sebelumnya bergabung memilih untuk keluar dari proyek Libra. Beberapa anggota yang memilih keluar di antaranya adalah Visa, Mastercard, dan PayPal. Anggota yang keluar dari proyek Libra mengaku tidak ingin bisnisnya terpengaruh oleh aksi penolakan regulator dunia.

Baca juga: Yang Lain Pilih Cabut, Shopify Justru Gabung Libra

Meski ditinggal beberapa anggotanya, Libra tetap berhasil menggaet anggota baru. Keikutsertaan Temasek, Paradigma, dan Slow Ventures adalah buktinya. Dan kehadiran Temasek Cs ini mengikuti langkah Shopify yang sebelumnya telah memutuskan terlebih dahulu untuk bergabung dengan Libra.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close