Internet

Takut Kalah Saing, Alasan AS Blokir Perusahaan China Makin Ngawur

Ada-ada Saja!

Ketika AS memberikan himbauan kepada negara lain untuk tidak menggunakan teknologi Huawei dengan alasan China bisa memata-matai mereka, ternyata ada banyak negara yang ragu akan alasan Amerika Serikat tersebut.

Salah satu negara yang ragu akan alasan AS adalah UEA. Perusahaan telekomunikasi yang ada di UEA, Du, telah melakukan penelitian sendiri. Hasilnya, tuduhan yang selama ini dilemparkan AS ke Huawei tidaklah benar.

“Huawei merupakan mitra kami dalam meluncurkan jaringan 5G. Dari sudut pandang keamanan, kami memiliki laboratorium sendiri di UEA, lalu mengunjungi laboratorium mereka dan tidak menemukan celah keamanan khusus untuk teknologi 5G,” ucap Saleem Albalooshi selaku Kepala Teknologi Du seperti yang dilansir dari Reuters (7/10/2019).

Alasan Blokir AS Makin Ngawur

Saat ini, baik AS dan China tengah berunding terkait perang dagang yang sudah mereka lakukan selama 1,5 tahun. Uniknya, jelang perundingan dengan China, AS justru kembali memasukkan beberapa nama perusahaan ke dalam daftar hitam.

Beberapa nama perusahaan yang dimasukkan ke dalam daftar hitam pun bukan perusahaan sembarangan, karena mayoritas adalah perusahaan besar dan sudah menguasai pasar global, seperti Hikvision, SenseTime, Dahua Technology, Meiya Pico, Dawning Information Industry, iFlytek, dan Megvii.

Jika alasan pemblokiran Huawei dikarenakan mengancam keamanan AS karena terindikasi spionase, maka untuk sanksi Hikvision dan kawan-kawan ini sedikit aneh di mana AS menjatuhkan hukuman kepada perusahaan-perusahaan asal China tersebut karena diduga mendukung pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintah China kepada kaum Muslim di Xinjiang.

China sendiri ketika mendapatkan tuduhan seperti itu langsung membantah jika mereka tidak melakukan pelanggaran HAM seperti yang dilontarkan oleh pihak AS. Namun, lagi-lagi bantahan dari pihak China tidak digubris oleh AS. Hasilnya, isu pelanggaran HAM tersebut dimanfaatkan oleh AS untuk memblokir beberapa perusahaan yang dimiliki oleh China.

Tuduhan Pelanggaran HAM dan Dampaknya

Kelompok HAM menuduh China telah menahan sekitar 1 juta warga Muslim Uighur dan muslim lainnya di kamp-kamp penahanan yang tersebar di seluruh Xinjiang. Sementara pemerintah China sudah membantahnya berkali-kali.

Negara yang dipimpin Xi Jinping itu mengatakan jika kamp-kamp tersebut merupakan lembaga latihan yang digunakan untuk mengendalikan terorisme. Terkait benar atau tidaknya isu pelanggaran HAM ini, tentu kita berharap hal yang demikian itu tidak benar.

Apa dampak dari isu pelanggaran HAM tersebut?

Dampaknya sama seperti Huawei, beberapa perusahaan yang sudah masuk ke dalam daftar hitam tidak bisa melakukan transaksi dengan perusahaan yang ada di Amerika Serikat. Jadi bisa Anda bayangkan, kesulitan yang dialami perusahaan yang di blacklist itu tidak hanya ketika proses penjualan saja, melainkan ketika proses produksi akan dimulai.

Baca juga: Bikin Iri, Teknologi China Akan Pimpin Dunia Bersama dengan Amerika Serikat

Ketika mendengar kabar pemblokiran ini, pasti yang ada di isi kepala Anda adalah sejak kapan AS peduli dengan keadaan umat Islam. Jika ditelusuri lebih dalam, alasan blokir yang dikeluarkan AS ini hanyalah alasan yang ngawur yang semata-mata ingin menghambat laju China yang saat ini memang lebih unggul dari mereka.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close