Tekno

Tanpa Dukungan Google, Huawei Mate 30 Diyakini Tetap Laku

Bisnis Harus Tetap Jalan Meskipun Tanpa Google

Pada Kamis (19/09/2019), Huawei akhirnya merilis seri Mate 30. Seperti yang sudah diperkirakan, smartphone keluaran Huawei tersebut meluncur tanpa lisensi resmi Google karena embargo yang dilakukan Amerika Serikat.

Ketika kabar peluncuran seri Mate 30 diumumkan, beberapa kalangan memprediksi smartphone Huawei tersebut tidak akan laku. Namun, hal yang demikian itu berbeda dengan prediksi Richard Yu selaku CEO Huawei yang tetap optimis Mate 30 akan tetap laku di pasaran.

Alasan Mate 30 Diyakini Akan Tetap Laku

Jika alasan beberapa kalangan memprediksi seri Mate 30 tidak akan laku karena tidak didukung oleh Google, maka Richard Yu memiliki alasan lain yang sangat masuk akal jika seri Mate 30 akan laku di pasaran.

Richard Yu menyampaikan alasannya kepada Android Authority ketika peluncuran Mate 30 berlangsung. Richard mengatakan jika Mate 30 tetap akan laku karena Mate 30 sudah memiliki teknologi 5G.

“Saya pikir larangan ini akan mempengaruhi penjualan kami di luar China. Tetapi penjualan China akan meningkat banyak karena ini adalah flagship 5G paling kompetitif di dunia,” ucap Richard.

Pihak Huawei sendiri memang sudah memprediksi jika di pasar global akan terjadi penurunan penjualan. Namun di pasar China atau rumah mereka, Huawei yakin penjualan akan semakin meningkat. Keyakinan Huawei tersebut cukup beralasan, karena saat ini Huawei berhasil menguasai pasar China sebesar 31 persen.

Baca: Kena Embargo Amerika Serikat, Huawei Makin Kuat di China

Yakin Bisa Menjual 20 Juta Unit

Richard Yu mengatakan, sejak larangan Mei (embargo) penjualan Huawei memang mengalami penurunan, tapi sekarang keadaan sudah pulih dengan sangat cepat. Melihat fakta tersebut Richard optimis jika seri Mate 30 akan mampu terjual sebanyak 20 juta unit.

Target 20 juta unit sendiri lebih ditekankan ke pasar dalam negeri, yaitu China. Namun Huawei tetap berharap pasar luar negeri berminat untuk membeli seri Mate 30 karena bisa saja Huawei mendapatkan dukungan Google lagi usai embargo AS dicabut.

Saat ini, AS memang sudah resmi mencabut embargo terhadap Huawei. Namun, pihak AS masih belum mengizinkan perusahaan-perusahaan untuk menjalin kerja sama dengan Huawei. Seri Mate 30 sendiri saat ini menggunakan sistem operasi Android versi open-source.

Dengan menggunakan Android versi open-source, beberapa aplikasi mungkin tidak berfungsi secara baik atau berjalan lancar. Bahkan, ketika ingin menonton YouTube pun akan sangat ribet karena para pengguna harus menontonnya via browser.

Baca juga: Huawei Mate 30 Pro, Spesifikasi Full dan Fitur Lengkap Kamera Gilanya!

Richard Yu berharap seri Mate 30 tetap bisa dijual di pasar, khususnya pasar global. Meskipun perusahaan tidak mungkin menjualnya ke AS, Richard mengatakan jika seri Mate 30 akan menuju ke Eropa dan China bulan depan. Ponsel Mate 30 juga akan segera diluncurkan di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan negara-negara lain.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close