Tekno

Tanpa Dukungan Google, Seri Mate 30 Berhasil Terjual 12 Juta Unit

Ketika Huawei mengumumkan bahwasanya mereka akan mengeluarkan produk terbaru pasca mendapatkan sanksi dari AS, yaitu Seri Mate 30, publik dunia ragu akan keberhasilan produk tersebut karena alasan yang sudah kita ketahui.

Ya, publik dunia merasa sangsi dengan Seri Mate 30 karena produk keluaran Huawei itu meluncur tanpa adanya dukungan Google. Dengan kata lain, ketika pelanggan Huawei membeli Seri Mate 30, maka mereka tidak akan bisa menikmati beberapa aplikasi keluaran Google seperti YouTube, Gmail, dan aplikasi-aplikasi lainnya.

Baca juga: Kena Embargo Amerika Serikat, Huawei Makin Kuat di China

Seri Mate 30 Terjual di Luar Dugaan

Seperti yang sudah disebutkan di awal, ketika Seri Mate 30 meluncur, publik dunia sangsi akan kesuksesannya. Namun, di bulan Oktober 2019 kemarin, Huawei membuat laporan yang cukup mengejutkan publik dunia.

Huawei dalam laporannya mengatakan jika Seri Mate 30 telah terjual sebanyak 12 juta unit. Apa yang disampaikan Huawei ini tentu sangat mengejutkan. Pasalnya, ketika Seri Mate 30 diluncurkan, produk keluaran Huawei tersebut diprediksi tidak akan laku, kecuali di negara China.

Dan faktanya memang benar, penjualan terbanyak Seri Mate 30 ada di negara China. Dilansir dari Gizmochina, sebagian besar penjualan berasal dari China. Dalam sebuah laporan pada bulan Oktober 2019 terungkap jika Mate 30 dan 30 Pro terjual dengan hasil memuaskan di Negeri Tirai Bambu.

Baca juga: Mate 30 Pro Dijual, Mengapa Mate 30 Justru Tidak Dijual?

Penjualan Seri Mate 30 Diharapkan Tembus 20 Juta Unit

Perusahaan pimpinan Ren Zhengfei telah menargetkan Seri Mate 30 mampu terjual sebanyak 20 juta unit. Itu artinya, masih terdapat 8 juta unit Seri Mate 30 lagi yang harus diedarkan oleh Huawei di kawasan China dan juga di luar China.

Di Indonesia sendiri, Seri Mate 30 memang sudah hadir. Namun, pihak Huawei hanya membawa Mate 30 Pro saja. Selain itu, berapa unit yang berhasil dijual di Indonesia juga belum diketahui datanya. Namun, jika melihat Mate 30 Pro yang masuk ke Indonesia tanpa dukungan Google, nampaknya penjualan Mate 30 Pro kurang begitu mengesankan.

Adapun untuk kawasan China, tentu Huawei bisa lebih menggenjot lagi penjualannya. Sejak mendapatkan sanksi dari Amerika Serikat, publik China memang lebih banyak menggunakan produk keluaran Huawei. Berkat dukungan publik dalam negeri yang luar biasa itu, Huawei pun akhirnya mampu memimpin pasar ponsel pintar di China.

Baca juga: IDC: Huawei Pimpin Pasar Ponsel Pintar China pada Q3 2019

Pada kuartal ketiga tahun 2019 kemarin pun, IDC menempatkan Huawei di posisi puncak sebagai penguasa pasar ponsel pintar di China dengan persentase sebesar 41,5 persen. Huawei unggul jauh dari merek ponsel lain yang hanya mencapai persentase belasan saja.

Melihat fakta di atas, target Seri Mate 30 terjual sebanyak 20 juta unit bukanlah sesuatu yang sulit bagi Huawei karena publik China sudah memberikan dukungan kepada mereka dan terbiasa tanpa Google. Selain itu, Seri Mate 30 pun juga memiliki keunggulan dari segi kamera yang sangat mumpuni.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close