Internet

10 Tantangan Traveling di Tiongkok, Ternyata Menjelajah Tiongkok Tidak Mudah

Negara Tiongkok memiliki pemandangan alam menakjubkan seperti lukisan dari zaman kuno. Tapi untuk bisa melihatnya secara langsung, anda harus siap menghadapi tantangan traveling di Tiongkok, karena Tiongkok bukan negara yang mudah untuk dijelajahi.

Tidak, saya tidak sedang menakut-nakuti. Justru sedang mengatakan bahwa Tiongkok adalah negara menakjubkan yang perlu dikunjungi, seperti halnya negara Jepang. Anda perlu membaca artikel ini supaya perjalanan anda selama di Tiongkok lancar dan lebih menyenangkan.

Baca jugaCara Liburan Murah Ke Jepang Tanpa Jasa Tour Guide

10 Tantangan Traveling di Tiongkok yang Perlu Anda Tahu

traveling di tiongkok
Surce : chinadiscovery.com – Musim Dingin sepi, tapi biaya traveling murah
  1. Salah Pilih Musim = Traveling Gagal

Umumnya, musim terbaik untuk traveling di Tiongkok adalah musim semi dan musim gugur. Tapi tiap musim punya daya tarik tersendiri.

Musim semi: suhu udara antara sejuk sampai hangat, bunga-bunga bermekaran, gerimis dan kabut di pegunungan. Libur Hari Buruh di Tiongkok berlangsung 3 hari, biasanya pariwisata relatif sepi dan tidak terlalu mahal. Tapi wisata populer seperti Kota Terlarang dan Pasukan Terakota dipadati turis lokal.

Musim panas: panas dan padat. Karena musim panas adalah musim liburan, maka harga-harga di tempat wisata akan lebih mahal. Jadwal penerbangan sering ditunda atau dibatalkan akibat badai, jadi anda perlu fleksibel mengatur jadwal liburan.

Musim gugur: Saat tepat untuk mendaki gunung atau menjelajahi Tembok Besar Tiongkok. Alam dipenuhi warna merah-jingga-kuning. Tapi, tanggal 1-7 Oktober adalah masa libur Hari Nasional Republik Rakyat Tiongkok, jadi pusat wisata populer dipenuhi turis lokal, dan tarif hotel naik. Perlu booking hotel lebih awal.

Musim dingin: sepi dan murah. Bahkan Kota Terlarang pun sepi di musim dingin. Anda bisa menghemat banyak uang, karena tarif transportasi dan hotel jauh lebih murah di musim dingin.

Loading...
  1. Beli Tiket = Sumber Stress

Travel agent memang tidak populer di kalangan backpacker atau traveler mandiri. Tapi khusus traveling di Tiongkok sebaiknya gunakan jasa travel agent untuk urusan transportasi selama di Tiongkok.

Karena proses membeli tiket kereta di Tiongkok bisa membuat stress. Dari panjangnya antrian di loket, tulisan Mandarin/Kanton yang membingungkan, dan pegawai loket yang tidak bisa bahasa Inggris (apalagi bahasa Indonesia).

Kalau tidak memakai jasa travel agent, alternatifnya adalah minta pegawai hotel untuk menuliskan rincian tiket yang ingin dibeli. Tulis tempat tujuan, tanggal keberangkatan, dan jumlah tiket. Setelah itu, tinggal serahkan kertas catatan kepada pegawai loket di stasiun.

  1. Perubahan Mendadak = Jadwal Kacau & Budget Bengkak

Perubahan seperti ini sering terjadi di musim panas, dan musim liburan yang ramai oleh festival. Jadwal keberangkatan kereta/bus atau penerbangan pesawat bisa sewaktu-waktu ditunda atau dibatalkan. Bisa karena masalah cuaca atau karena mesin bus rusak.

Sehingga anda perlu fleksibel dalam mengatur jadwal traveling. Siapkan pula anggaran lebih untuk mengantisipasi harga tiket dan hotel yang tiba-tiba meroket.

  1. Siapkan Makanan atau Kelaparan di Kereta

Di kereta jarak jauh biasanya tersedia gerbong restoran, tapi beberapa gerbong restoran di kereta Tiongkok hanya buka untuk makan siang. Di beberapa kereta juga tidak ada penjual camilan dan minuman seperti yang biasa ada di kereta di negara lain.

Kalau anda tidak yakin di kereta nanti akan ada penjual makanan atau tidak, lebih baik siapkan bekal makanan sendiri. Atau kelaparan selama di dalam kereta.

  1. Mandarin dan EngRish
Wikipedia Fried with Eggs. Foto: www.funnysigns.net
Wikipedia Fried with Eggs. Foto: www.funnysigns.net

Umumnya, papan petunjuk ditulis dalam bahasa Mandarin/Kanton disertai dengan terjemahan EngRish. Tapi terjemahan ini kadang malah “menyesatkan”.

Bahasa bisa jadi tantangan terbesar saat traveling di Tiongkok. Bahkan pegawai di sektor pariwisata pun hanya sedikit yang fasih bahasa Inggris.

Jadi suka atau tidak, anda perlu belajar bahasa Mandarin/Kanton setidaknya level dasar, atau gunakan aplikasi penerjemah, atau beli buku percakapan bahasa Mandarin/Kanton.

Sebenarnya bahasa Mandarin/Kanton tidak sulit dipelajari karena kosakatapendek-pendek, yang sulit adalah sistem tulisannya. Setiap kata memiliki bentuk tulisan berbeda, tidak ada rangkaian abjad seperti di bahasa lain. Padahal anda perlu membaca papan petunjuk supaya tidak selalu bertanya pada orang lain.

  1. Catat Alamat atau Tersesat
traveling di tiongkok
Source : scmp.com

Siapkan peta, smartphone, dan buku  catatan kemana pun anda pergi. Selalu minta kartu bisnis hotel tempat anda menginap, atau minta pegawai hotel untuk menuliskan alamat+nomor telepon hotel dalam tulisan Mandarin/Kanton.

Anda perlu punya catatan alamat hotel+nomor telepon hotel untuk jaga-jaga kalau tersesat. Karena bertanya arah di Tiongkok bukan perkara mudah untuk yang tidak bisa bahasa Mandarin/Kanton.

  1. Toilet di Tiongkok, sungguh…
tantangan traveling di tiongkok
Source : chinasmack.com

Sebenarnya saya tidak mau membahas soal toilet di Tiongkok, tapi saya pikir anda perlu tahu. Karena pengalaman masuk ke toilet di Tiongkok bisa jadi tantangan paling sulit dilupakan seumur hidup.

Kalau traveling di kota besar, dan tinggal di hotel mewah mungkin tidak akan ada keluhan soal kondisi toilet di Tiongkok. Tapi beda soal kalau yang didatangi adalah pedesaan atau pinggiran kota. Kalau perlu masuk ke toilet umum, bawalah selalu tisu gulung dan hand sanitizer.

Tipikal toilet menggunakan kloset jongkok. Toilet umum seperti toilet barak dengan sekat setinggi 1 meter, tidak cukup memberi privasi. Beberapa toilet tidak dipasangi pintu, kalaupun ada, banyak yang sengaja tidak menutup pintu saat di toilet. Lantai kamar mandi licin, jadi harus pakai sepatu anti licin.

  1. Modus Penipuan yang Terlalu Umum

Modus penipuan yang umum terjadi di Tiongkok adalah: ongkos taksi super mahal bisa sampai 100x ongkos bus, penipuan di rental motor yang minta penyewa menyerahkan passport sebagai jaminan, atau warga lokal yang tampak lugu dan ramah ternyata penipu.

Walau sudah banyak traveler yang tahu modus penipun itu, tapi tetap saja banyak yang jadi korbannya. Karena itu, carilah informasi selengkapnya dan selalu waspada selama traveling di Tiongkok. Kalau merasa ada yang aneh lebih baik langsung tinggalkan.

  1. Akses Internet Terbatas

Di kebanyakan wilayah Tiongkok, kecepatan internet sangat lambat. Selain itu, pemerintah Tiongkok membatasi akses ke YouTube, Twitter, Facebook, dan sebagian produk Google. Anda perlu menggunakan Virtual Private Network (VPN) untuk tersambung ke sosial media.

Tapi bukan berarti Tiongkok terpencil dari internet sama sekali. Buktinya, Alibaba Group sukses dibangun oleh orang Tiongkok.

  1. Tiongkok Negara Luas dan Padat
tantangan traveling di tiongkok
Source : worldnews.easybranches.com

Perlu waktu berbulan-bulan untuk mengelilingi Tiongkok secara keseluruhan. Kalau waktu traveling hanya sebentar, sebaiknya fokus traveling di satu atau dua wilayah saja. Atau sewa mobil untuk road trip keliling wilayah Tiongkok.

Negara Tiongkok padat oleh penduduk yang punya kebiasaan ‘aneh’. Di kota ataupun di desa, sering terlihat anak-anak berjalan dengan celana melorot dan buang air di jalanan. Jangan heran kalau sedang jalan atau duduk di taman, tiba-tiba ada anak kecil buang air di depan anda.

Walau begitu, Tiongkok memiliki pemandangan alam paling indah, dan kekayaan budaya yang sudah terkenal di dunia. Kalau mau menjelajah lebih jauh dan siap menghadapi tantangan traveling di Tiongkok, anda akan melihat keindahan alam Tiongkok yang tidak ada duanya.



Loading...

Baca selengkapnya

Hobi fotografi, tapi sehari-hari menghabiskan waktu di depan komputer.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *