Internet

Terganggu Virus Corona, Produksi Ponsel Dunia Jeblok

Perlahan namun pasti, Corona mulai mengguncang dunia bisnis. Saat ini, beberapa perusahaan telah melakukan penutupan kantor mereka. Hasilnya, para karyawan pun diimbau untuk bekerja dari rumah guna meminimalisir penyebaran Corona.

Hampir dua bulan lebih Corona menjadi ancaman dunia. Dan selama dua bulan lebih itu, Corona tidak hanya mengancam jiwa manusia, namun virus tersebut juga mengancam keberlangsunga bisnis, khususnya bisnis yang bergerak di bidang perangkat keras.

Baca juga: Corona Bukan Hanya Ancam Jiwa, Namun Juga Ancam Bisnis

Produksi Ponsel Dunia Jeblok

Salah satu yang menjadi korban dari Corona adalah bisnis ponsel. Bisnis ponsel menjadi korban karena beberapa ritel terpaksa tutup, khususnya ritel yang berada di China. Meski tidak semua ponsel itu berasal dari China, namun negara tersebut memegang kendali yang cukup besar.

China, saat ini merupakan negara dengan rantai pasok industri terbesar. Bukan hanya itu saja, China juga menjadi pasar besar bagi industri ponsel global. Berdasarkan laporan TrendForce, total produksi ponsel di kuartal pertama tahun 2020 diprediksikan hanya akan berjumlah 275 juta unit saja atau turun sebesar 12 persen dari tahun sebelumnya.

Beberapa merek ponsel yang mengalami penurunan produksi juga cukup banyak, di antaranya adalah Huawei yang mengalami penurunan sebesar 15 persen. Vivo juga mengalami penurunan yang sama, yakni 15 persen. Adapun untuk Oppo dan Xiaomi, perusahaan tersebut mengalami penurunan sebesar 14 persen dan 10 persen.

TrendForce mengungkapkan jika hanya Samsung yang mengalami sedikit penurunan produksi di mana mereka hanya mengalami penurunan sebesar 3 persen saja di kuartal pertama tahun 2020 ini. Sedikitnya penurunan Samsung sendiri dikarenakan mereka telah mengalihkan proses produksinya ke Vietnam.

Baca juga: Samsung Pindahkan Produksi Smartphone ke Vietnam

Penjualan Ponsel Juga Menurun

Selain proses produksi ponsel dunia yang mengalami penurunan akibat Corona, pengiriman ponsel atau penjualan juga mengalami masalah. International Data Corporation (IDC), memprediksi jika pengiriman ponsel pintar di China pada periode 3 bulan pertama hingga Maret tahun 2020 ini akan mengalami penurunan sebesar 30 persen.

Senada dengan IDC, Canalys juga memprediksi penjualan ponsel pintar akan mengalami penurunan. Namun prediksi Canalys sedikit lebih tinggi dari IDC, yakni mereka memperkirakan penurunan pengiriman ponsel pintar pada periode 3 bulan pertama sebesar 50 persen.

Baca juga: Corona Buat Smartphone Ini Gagal Meluncur di MWC 2020

Intinya, Corona benar-benar membuat dunia bisnis sedikit kelimpungan. Bahkan rencana seperti peluncuran produk pun banyak yang gagal gara-gara Corona. Hasilnya, beberapa pabrikan ponsel pun terpaksa mengubah strategi bisnis mereka.

“Penundaan pembukaan kembali pabrik dan waktu pengembalian tenaga kerja tidak hanya akan mempengaruhi pengiriman ke toko, tetapi juga akan mempengaruhi waktu peluncuran produk dalam jangka menengah dan panjang,” ucap Will Wong selaku analis IDC.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close