Internet

Terpukul COVID-19, Airy Pilih Tutup Permanen Layanannya

COVID-19 tidak hanya mengancam jiwa manusia, namun wabah tersebut juga mengancam keberlangsungan bisnis yang ada saat ini. Hal yang demikian itu tentu bukanlah sesuatu yang menyenangkan, karena ketika bisnis tumbang, maka jiwa manusia pun juga bisa terancam.

Lini bisnis yang terancam COVID-19 bukan hanya lini bisnis yang bergerak secara offline saja, namun lini bisnis yang bergerak secara online pun juga terancam. Bahkan sebagiannya ada yang memilih untuk tutup lantaran sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi dalam menghadapi COVID-19.

Baca juga: Bisnis Terdampak COVID-19, Xiaomi Pilih Luncurkan Mi Commerce

Airy Resmi Tutup Layanannya Akibat COVID-19

Airy adalah salah satu contoh perusahaan yang menutup layanannya lantaran tidak sanggup bertahan lebih lama lagi dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang sampai saat ini belum diketahui kapan penyebarannya akan benar-benar berakhir.

Airy adalah perusahaan yang bergerak di layanan perhotelan. Kabarnya, perusahaan akan menutup layanannya secara keseluruhan pada akhir Mei 2020. Berdasarkan laporan Tech in Asia, informasi penutupan layanan Airy berasal dari email perusahaan yang dikirim kepada mitra hotel.

Airy sendiri dalam menjalankan bisnisnya memang menggandeng beberapa hotel yang ada di Indonesia. Melalui email, Airy menyatakan jika pihaknya akan mengakhiri perjanjian dengan mitra hotel dan akan menghentikan operasionalnya secara permanen di Indonesia. Sepinya pengunjung hotel di saat mewabahnya pandemi COVID-19 menjadi alasan utama perusahaan untuk menutup bisnisnya.

“Kami telah melakukan upaya terbaik kami untuk mengatasi dampak dari bencana ini. Namun, mengingat penurunan teknis yang signifikan dan pengurangan sumber daya manusia yang kami miliki saat ini, kami telah memutuskan untuk menghentikan bisnis kami secara permanen,” ungkap Airy di dalam email-nya.

Di dalam email, pihak perusahaan juga menyebutkan bahwa mereka akan menutup layanannya pada akhir Mei 2020. “Setelah 31 Mei 2020, kami tidak dapat menyediakan layanan untuk semua mitra kami,” terang Airy.

Baca juga: COVID-19, Airbnb Pilih Rumahkan 25 Persen Stafnya

Apa yang menimpa Airy ini merupakan sesuatu yang tidak terduga dan tidak diinginkan. Pasalnya, pada bulan Maret lalu, CEO Airy Louis Alfonso Kodoatie menyampaikan rasa optimisnya bahwa pandemi COVID-19 akan segera berakhir dalam waktu dekat.

Selain itu, Kodoatie juga optimis jika perusahaan akan segera pulih ketika pandemi berakhir. Namun pada bulan April lalu, Airy dilaporkan telah menjatuhkan pemutusan hubungan kerja kepada 70 persen karyawannya. Namun demikianlah faktanya, pandemi telah membuat perusahaan yang berdiri sejak tahun 2015 itu memilih untuk tutup.


Loading...
Baca selengkapnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close