THINGA, Search Engine Yang Ramah dan Aman Untuk Anak

THINGA adalah mesin pencari yang merupakan produk dari perusahaan The Bear James Company. Sebenarnya mesin pencari ini bukanlah produk baru, melainkan buah karya mantan eksekutif Yahoo; BJ Heinley. Mesin pencari ini merupakan pengembangan produk Yahoo! yang sempat terhenti pada tahun 2013.

Melihat banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan dari internet, terutama anak-anak yang melatar belakangi munculnya THINGA. BJ Heinley dan timnya kemusian mengembangkan mesin pencari ini dibawah pengawasan perusahaan The Bear James Company yang merupakan perusahaan teknologi yang memiliki tujuan untuk menciptakan internet yang aman untuk anak-anak

Di zaman modern ini, seolah internet sudah menjadi makanan sehari-hari umat manusia. Beragam situs dan konten disediakan di internet untuk mempermudah pengguna mencari informasi. Tetapi di sisi lain internet juga dapat menjadi mimpi buruk bagi para orang tua.

Tetapi tidak dapat dihindari lagi ketika internet menyajikan situs dengan konten yang tidak pantas untuk dilihat, utamanya bagi anak-anak. Seringkali munculnya konten yang tidak pantas tersebut bukan merupakan kesengajaan dari sang anak, terkadang kesalahan kecil dalam klik iklan menyebabkan munculnya gambar yang tidak pantas.

Dari berbagai penelitian, anak berusia 4-7 tahun biasanya mulai tertarik melakukan eksplorasi sendiri. Disinilah orang tua memiliki peran yang sangat penting untuk membatasi dan mendampingi, agar anak menggunakan internet secara bijak.

Untuk menghindari hal tersebut perlu diadakan pencegahan. Salah satu cara yang paling efektif ntuk mencegahnya adalah dengan penyaringan web pada router dengan OpenDNS. Anda dapat mengaktifkan penyaringan web di hampir semua perangkat menggunakan OpenDNS. Karena layanan ini dapat menyaring akses internet dari seluruh komputer dan semua perangkat yang terhubungan dengan router anda.

THINGA Sebagai Jalan Pintas

Tetapi bagaimana bila masih merasa terdapat masalah setelah menggunakan layanan OpenDNS?

Jangan khawatir, anda bisa menggunakan Search Engine THINGA sebagai jalan pintas untuk anak. Dengan adanya THINGA, anda tidak perlu menyaring situs lagi. Search Engine yang dirancang khusus untuk anak ini memiliki berbagai konten pilihan yang tentunya aman. Mesin pencari ini menawarkan jawaban untuk setiap pertanyaan anak. Dari perpustakaan konten, situs yang aman, ataupun situs pencarian terfokus pada privasi DuckDuckGo.

Loading...
Thinga
THINGA via http://webrazzi.com/

BJ Heinley menganalogikan THINGA seperti taman bermain dengan tembok. Ketika anak membuka situs melalui THINGA, maka akan terhindar dari iklan yang biasanya muncul ketika menggunakan mesin pencari lainnya.

Mesin pencari ini ditujukan bagi anak-anak untuk usia sekolah dasar dan konten yang dapat dicari belum terlalu spesifik. Karena mesin ini hanya dibatasi untuk kalangan anak-anak saja, maka hasil pencariannya juga tidak sebanyak Google. Ada beberapa kategori yang bisa dipilih yaitu Video, Learn, Life, Animal, Cools dan Entertainment. Selain itu, mesin ini didukung oleh Children’s Online Privacy Protection Act dan juga dilengkapi dengan fitur kendali orang tua.

Mesin pencari yang kompatibel dengan privasi online dan Undang-undang Perlindungan ini bukan hanya dapat diakses melalui komputer, tetapi dapat diakses melalui ponsel. Kabarnya untuk kedepannya THINGA juga akan dibuat dalam bentuk aplikasi.

Baca juga : Boros Kuota? Ini Dia Tips Menghemat Kuota Data di Handphone

Meskipun telah ada browser yang telah dirancang khusus untuk menyaring berbagai situs, gambar, ataupun teks yang tidak layak untuk dilihat oleh anak. Tetap saja perlu diingat bahwa mesin pencari seperti itu hanyalah sebagai alat bantu untuk mencegah konten negatif saja.

Yang paling penting adalah peran orang tua dalam membimbing anak dan mengawasi anak ketika menggunakan internet.


Loading...

Bagikan

Penulis

ArifaNida
ArifaNida
"Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah." -Pramoedya Ananta Toer-
Email: [email protected]
IG: @arifa_nida
ArifaNida

Penulis

"Menulislah, karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah." -Pramoedya Ananta Toer- Email: [email protected] IG: @arifa_nida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *