nama brand produk

5 Tips Memilih Nama Brand Produk Untuk Meningkatkan Angka Penjualan

Siapa nama anda ?
Begitulah yang sering kita tanyakan ketika pertama kali berkenalan dengan seseorang.
Nama adalah identitas pokok agar kita dikenal orang lain. Begitu juga dengan bisnis. Agar bisnis dan produk kita dikenal tentunya kita harus mempunyai nama brand produk atau merek tertentu.

Sebelum kita mulai berbisnis atau membuat produk, kita harus memikirkan dahulu nama merek atau brand yang akan dipakai. Nama brand produk sangat penting untuk mengingatkan kepada konsumen dan masayarakat luas terhadap produk kita di pasaran.

Anda tentu tidak akan lupa menyebut nama Honda dan Aqua ketika kita berbicara masalah sepeda motor dan ketika kita mencari minuman.

Ya, dua brand itu sudah mendarah daging di masyarakat kita sehingga apapun produk yang sejenis dengan kedua merek itu disebut sebagai Honda dan Aqua.

Produk dengan merek saja belum tentu dikenal masyarakat dengan baik, apalagi produk yang tidak ada namanya? Pasti akan cepat dilupakan orang.

Brand atau merek juga dapat menambah keyakinan para konsumen bahwa produk yang kita pasarkan benar-benar produk yang berkualitas. Di samping itu dengan adanya merek pada produk kita akan lebih memudahkan konsumen untuk menemukan produk kita diantara produk-produk sejenis lainnya.

Dengan semakin terkenalnya nama brand produk yang kita miliki tentunya akan lebih memudahkan produk kita masuk ke pasar dan diterima konsumen. Imbasnya tentu akan meningkatkan omset penjualan produk kita.

Pilih nama brand produk anda sekarang

nama brand produk

Loading...

Dalam membuat atau memilih nama brand atau merek juga tidak boleh sembarangan karena akan berdampak negative pada produk bisnis kita. Berikut ada beberapa tips mengenai strategi branding dalam memilih nama suatu produk.

1. Gampang diingat

Anda boleh mengambil inspirasi dari beberapa nama brand produk terkemuka yang sudah ada. Ada keuntungan dengan anda nebeng dari merek yang sudah terkenal, bisa-bisa nama brand anda juga ikut terangkat.

Tapi yang perlu diingat jangan sama persis dengan brand yang sudah ada. Disamping nantinya bisa menimbulkan masalah hokum juga nama produk anda akan tertutup oleh nama brand yang sudah ada tersebut.
Kalau anda tetap ingin meniru nama brand yang sudah ada, modifikasilah sedemikian rupa sehingga tidak sama persis.

Strategi ini juga banyak dilakukan para pelaku bisnis yang mencoba mendompleng ketenaran sebuah brand yang sudah ada.

Anda juga bisa mencari inspirasi dari berbagai media seperti di internet ataupun lingkungan sekitar anda. Anda bisa menganalisa kira-kira kata apa yang sering diperbincangkan di masyarakat yang sesuai dengan produk bisnis anda kemudian anda kembangkan sendiri menjadi sebuah nama produk anda.

Misalnya produk anda tentang kopi, coba anda cari kata-kata seputar kopi yang sering diucapkan orang yang bisa mewakili produk anda.

Memang ini sedikit memusingkan tetapi kalau anda menemukan kata yang pas di telinga orang lain anda bisa menepuk dada, andalah yang menemukan merek tersebut.

2. Gampang diucapkan

Memilih brand dengan nama unik sebenarnya boleh-boleh saja. Namun, yang perlu anda pertimbangkan apakah nama itu mudah diucapkan oleh orang lain atau tidak ?

Kalau anda mempunyai produk yang sebenarnya sangat diminati oleh konsumen tetapi ternyata nama merek produk anda sulit dilafalkan oleh konsumen, bisa-bisa konsumen malah meninggalkan produk anda.

Sulit diucapkan akan mengakibatkan sulit diingat.

Jadi carilah nama brand produk yang mudah diucapkan oleh orang lain. Kalau anda sudah memiliki calon untuk nama brand anda, cobalah untuk meminta bantuan dari teman anda untuk mengucapkannya kemudian tanyakan apakah dia merasa gampang atau susah untuk melafalkannya. Dari situ anda bisa mengetahui kalau brand anda mudah diucapkan.

3. Semakin pendek semakin bagus

Nama brand yang terlalu panjang berpotensi untuk menyulitkan konsumen dalam mengucapkan, menulis dan mengingatnya. Maka sebisa mungkin buatlah brand tidak lebih dari 3 penggalan.

Misalnya seperti “Honda” yang penggalannya hanya Hon dan da atau “Instagram yang terdiri dari 3 penggalan yaitu In-sta-gram. Memilih nama yang pendek menjadi penting karena secara tidak langsung membuat suatu brand lebih mudah diingat.

4. Pilih yang unik

Walau ini bukan merupakan suatu keharusan tetapi memilih kata yang unik bisa membuat konsumen penasaran. Produk yang membikin penasaran biasanya mampu mengundang orang untuk melihatnya meskipun orang tersebut belum pernah mengetahui isi atau bentuk produk tersebut.

Anda bisa mencari sumber referensi dari berbagai macam media untuk mencari kata yang unik.

Tapi yang perlu diingat, pilihlah kata unik yang masih satu tema dengan produk anda sehingga setiap orang yang mendengar kata unik tersebut langsung teringat produk anda.

Jangan gunakan kata unik yang berkonotasi negative karena akan berdampak buruk pada imej brand anda.

Baca juga : Membuat Merek Produk Atau Jasa Yang Ngetop

5. Buat logo

Setelah nama brand produk anda dapatkan, jangan lupa untuk membuat logo dengan nama brand anda tersebut. Karena pemasaran tidak melulu hanya soal audio tetapi juga visual agar diingat konsumen.

Dengan logo yang menarik dan mewakili produk anda maka, logo tersebut akan memberi citra positif bisnis anda. Apa guna nama brand bagus tetapi logonya tidak bisa mewakili produk tersebut.

Sebuah logo bisa dikatakan sebagai “gerbang” untuk orang mengenal produk bisnis anda.

Buatlah logo yang simpel dengan warna dan ornamen yang masih setema dengan produk anda. Selipkan juga filosofi atau tagline dari nama brand produk anda.

Demikian sedikit informasi bagaimana memilih nama brand produk suatu bisnis sebagai salah satu senjata untuk berpromosi dan meningkatkan penjualan.

Semoga bermanfaat



Loading...

Bagikan

muhfaiz

Penulis

Seorang yang hanya ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan orang lain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *