InternetPeluang usaha

Tips Merintis Industri Game Ala CEO Arsanesia dan Toge Production

Perkembangan smartphone membawa banyak perubahan di lini kehidupan. Salah satunya adalah berkembangnya developer game baik lokal maupun internasional. Banyak developer yang merintis industri game karena melihat keuntungan yang didapat, baik keuntungan jangka pendek maupun jangka panjang. Nah pada kesempatan kali ini, saya ingin memberikan berbagai macam pembahasan mengenai tips merintis industri game. Jadi bagi anda yang suka dalam pembuatan game bisa mengikuti beberapa tips berikut ini.

Dalam sebuah acara yang diadakan oleh Techinasia berupa techinasia gametalk 2 pada 21 Februari di Universitas Multimedia Nusantara mendatangkan 2 tokoh penting sebagai narasumber dari CEO Arsanesia dan Toge Production. Keduanya pun menceritakan dan mengungkapkan berbagai tips memulai karier dan merintis industri game dan berbagai mengenai pengalamannya hingga menjadi CEO. Keduanya yaitu CEO Arsanesia yaitu Adam Ardisasmita dan satunya lagi Kris Antoni yang menjadi CEO Toge productions.

Dalam sesi tanya jawab disana selama kurang lebih setengah jam keduanya mengutarakan mengenai berbagai persiapan penting yang harus dilakukan sebelum merintis industri game dan berkarir disana. Selain itu, mereka juga menjelaskan mengenai berbagai macam masalah masalah yang timbul dari setiap transaksi keuangan yang sering menjadi kendala developer game.

Ia pun menceritakan mengenai berbagai macam kesalahan yang sering dilakukan oleh developer game pemula serta mengenai berbagai macam proses pendian perusahaan yangg legal dan berbadan hukum.

Tips merintis industri game

merintis industri game
Kris Antoni, CEO & co-founder Toge Productions via https://id.techinasia.com

Inilah beberapa tips merintis industri game yang bisa anda jadikan pengetahuan bagi anda semuanya yang ingin berkarier dalam dunia pembuatan game. Silakan simak selengkapnya.

1. Jangan buru – buru berbadan usaha

Kadangkala seseorang yang sudah memiliki usaha yang lumayan maju mereka segera menjadikannnya berbadan usaha. Namun menurut Kris hal ini tidak perlu diprioritaskan. Karena badan usaha dapat kita bentuk setelah memiliki modal yang cukup. Selain itu juga untuk membangun badan usaha juga butuh ekspansi.

Dalam memulai sebuah karier di dunia game anda harus tahu dulu mengenai apakah kita ingin membuat perusahaan ataukah tidak. Hal ini harus ditentukan dari awal terlebih dahulu, karena dapat menyangkut semua hal kedepannya. Misal bila ingin membentuk studio game kecil – kecilan saja, maka tidak perlu skala perusahaan. Namun jika dari awal memang membuat studio game agar berkembang luas dan terus berekspansi, maka anda harus mendirikan perusahaan.

Nah apabila anda memutuskan untuk mendirikan perusahaan maka diwajibakan untuk memikirkan hal yang terjadi berikutnya. Mulai dari bagaimana mengelola usaha, merekrut orang, memiliki pendanaan yang cukup, menarik investor kalau perlu, dan yang terpenting bila sudah sampai masanya maka akan lebih baik untuk membuatnya berbadan usaha atau berbadan hukum. Hal ini tentunya akan membuat orang seperti pelanggan anda jadi lebih percaya kepada perusahaan anda.

Menurutnya bila anda sedang memiliki proyek dalam membuat suatu game bersama tim anda, maka alangkah baiknya untuk fokus menjadikan game itu selesai. Baru setelah itu anda bisa memilih untuk membentuk perusahaan ataukah tidak. Coba buatlah beberapa game yang menjadi ciri khas anda dari buatan anda, jika memang memiliki banyak peminat dan memiliki prospek yang bagus, maka barulah anda dapat menjadikannya berbadan usaha.

Adakalanya berbadan usaha itu wajib, tapi bukan berarti harus segera berbadan usaha

Namun bila studio game yang anda buat itu meimiliki basis service/ outsourcing maka mendirikan badan usaha adalah kewajiban. Karena mau tidak mau jika anda nantinya memiliki banyak pelanggan maka anda akan banyak bersangkutan dengan orang lain, pemerintah dan perusahaan lainnya.

Berbagai hal itu pasti membutuhkan sesuatu yang resmi dari suatu badan usaha. Apalagi jika anda ingin membutuhkan berbagai macam pendanaan, baik dari bantuan pemerintah, hutang bank, ataupun dari investasi perusahaan lain tentunya harus berbadan usaha. Jadi dalam hal ini berbadan usaha adalah syarat utama dalam menjalankan berbagai proyek.

Menurut Adam, jika usaha anda sudah berbadan hukum, maka nantinya akan memiliki banyak hal. Jadi jika tim yang baru saja berjalan lalu langsung menggunakan badan hukum nantinya pasti terganggu. Karena jika sudah berstatus PT maka harus selalu tunduk dengan setiap aturan yang diterapkan pemerintah. Mulai dari soal perpajakan, syarat penerbitan game, lokasi usaha, dan berbagai pekerjaan ekstra melelahkan yang harus dilalui.

Jadi menurutnya hal ini akan membuat beban pikiran. Maka buatlah sebuah PT jika memang sudah dibutuhkan saja atau jika sudah memiliki banyak anggota dalam tim yang memiliki tugas masing masing. Jadi tim bisa fokus pada produksi game sehingga kemungkinan berhasil nantinya lebih tinggi.

Memang merintis industri game itu tidak semudah yang dibayangkan. Pasti ada saja kendala dan hal yang harus anda lewati, namun bagaimanapun juga harus kuat menghadapi semua itu. Karena hal tersebutlah yang akan memfilter apakah seseorang layak untuk berhasil atau tidak.

Jadi fokus dulu terhadap proyek yang anda jalankan dan hadapi segala rintangan rintangan kecil yang kadang kala menggoyahkan. Setalah itu barulah merintis industri game sesuai yang anda harapkan.

2. Memiliki modal kerja keras, passion dan juga keberuntungan

merintis industri game
https://dailysocial.id

Modal kerja keras passion dan keberuntungan merupakan hal yang tak mungkin dapat dipisahkan. Ketiganya berhubungan erat dengan kesuksesan apapun juga. Misal seseorang telah bekerja keras namun keberuntungan tidak menghampirinya maka tidak akan sukses. Atau seseorang yang memiliki passion tinggi dalam suatu bidang tapi tidak mengimbanginya dengan kerja keras juga tak akan bisa meraih keberhasilan.

Atau bisa juga seseorang karena kurang beruntung, saat usaha dan passion telah dilakukan hingga maksimal sehingga dapat meraih kesusesan, bisa saja usaha itu hancur seketika. Seperti pepatah debu yang terkumpul selama 1 tahun terhapuskan oleh hujan dalam 1 hari. Demikian juga saat anda merintis industri game, maka ketiga faktor inilah yang bisa menjadikan anda sukses ataukah tidak.

Adam dan Kris dulunya sejak kecil memang sudah tertarik akan dunia game, terutama dalam mengembangkan game. Mereka memang menempuh jalan yang berbeda, Kris memang menempuh pendidikan game di perguruan tinggi di luar negeri dan saat saat awalnya dia juga tidak mendapatkan apa yang mereka harapkan. Karena orang tuanya tak menyetujuinya untuk masuk ke industri game, mereka mengharapkan untuk menjadi arsitek seperti yang telah diturun temurunkan. Karena itu pulalah dia mengatakan bahwa dirinya sempat diusir dari rumah.

Memang sih tidak diusir secara terang terangan. Tapi sang Ayah mengatakan bahwa jika memang mereka bekerja dirumah orang tuanya itu maka harus membayar uang sewa 100 juta perbulan. Karena sehari hari kris berkeja di kamar untuk merintis industri game sendirian kala itu maka dirinya akhirnya keluar dari rumah dengan hanya bermodalkan uang tabungan sebesar 10 juta.

Dengan keinginan mewujudkan cita cita apapun bukan menjadi halangan

Namun Kris dan rekannya mulai membangun dan mengembangkan Toge production. Dengan kegigihan, kerja keras dan juga keuletannya untuk meraih apa yang diinginkan maka mereka akhirnya bisa membuahkan hasil. Dan kerja kerjas mereka selama ini terbayarkan. Orang tua yang dulunya tidak menyetujuinya sekarang malahan bangga dan mendukungnya. Ya memang seperti itulah hidup, segalanya tak ada yang pasti, seketika saja bisa berubah keadaan.

Namun berbeda halnya dengan Adam. Dia sudah mulai menunjukan kemapuan gamedev dalam ketika sedang kuliah di ITB. Disana ia mendapatkan berbagai macam penghargaan dari berbagai macam konten yang diikutinya. Misalnya ia pernah menjuarai lomba pembuatan aplikasi digital yang digadang oleh Nokia. Adam bersama dengan tim membuat sebuah aplikasi dengan tema kesenian asli Indonesia yaitu Gamelan.

Dari situlah ia mendapatkan 4000 US dollar dan membuatnya lebih bersemangat mengenai dunia game. Sehingga di tahun selanjutnya pun ia menjadi juara kembali berkat prestasinya dalam menciptakan berbagai produk digital yang unik itu.

Dengan prestasinya ini membawa Adam dalam sebuah acara Comunic Asia yang diselenggarakan di Singapura. Dari situlah dia menjadi lebih mengenal lebih jauh seperti apa saja industri game dan juga pelaku dalam industri game dari lokal maupun luar negeri. Dia menerawang lebih jauh mengenai tren game yang akan terus menerus memuncak dari waktu ke waktu, maka dari itu dia bersama 4 rekannya yang menjadi CO fonder industri game yang dinamai Arsanesia.

Dari sini kita tahu bahwa kesuksesan itu tidak datang begitu saja, termasuk anda mungkin nantinya merintis industri game. Banyaknya halang rintang dan tantangan mulai dari modal hingga teknis itu sendiri jangan jadi alasan untuk anda berhenti melangkah. Anda harus terus menerus maju walau mungkin keadaan tidak sedang bersahabat atau bahkan dalam kondisi sulit sekalipun.

3. Lakukan segalanya dengan dimulai secara otodidak

Pendiri arsanesia sendiri mengatakan bahwa para pemula dari pemuda Indonesia yang ingin merintis industri game, sebaiknya dimulai secara otodidak. Kalaupun ingin lebih mendalami ilmu game development secara akademis lebih baik menempuh pendidikan di perguruan tinggi seperti halnya Kris. Kris sendiri menempuh pendidkan di Australia. Hal ini karena melihat bahwa di Indonesia sendiri belum ada kampus yang membuka jusuran game secara spesifik. Dia mengatakan masih kulitnya saja.

Jika kita tengok ke Luar negeri, pendidikan tinggi game ini menjadi salah satu hal yang memang tidak asing lagi. Berbeda dengan di Indonesia yang belum familiar. Memang sih sudah ada jurusan tentang itu, tapi bidangnya masih sangat umum bahkan lebih baik belajar sendiri di rumah. Misalnya di negara Jerman ada pendidikan perguruan tinggi S2 yang memberikan pelajaran mengenai desainer game. Jurusan jurusan yang ada pun spesifik, mislanya jurusan psikologi untuk game anak. Jadi ada bidangnya masing masing.

Karena fasilitas dan juga ekosistem di Indonesia yang belum mendukung secara penuh, maka alangkah baiknya anda belajar kepada orang yang sudah berpengalaman. Misalnya dengan les privat. Atau bisa juga belajar sendiri dari internet, namun hal ini juga tentunya tidak terlalu detail seperti yang diajarkan oleh guru pribadi anda.

Belajarlah dahulu secara otodidak!

Maka dari itu, bagi anda pemula yang ingin merintis industri game, maka anda dapat belajar secara otodidak dirumah. Coba pelajar dasar dasar dahulu sampai anda bisa membuat game dalam skala kecil. Kalau nanti ingin ilmu tambahan, maka alangkah baiknya untuk belajar kepada mereka yang profesional. Daripada kuliah di luar negeri yang mahal, apalagi banyak industri game yang tidak cuma mengandalkan ijazah semata untuk penerimaan kerja, melainkan dengan berbagai portofolio.

Memiliki usaha sendiri itu berarti harus mampu mengelola segalanya sendiri. Tanpa pengalaman dan pengetahuan yang memadai hal ini bisa menjadi kacau, terlebih kalau itu sudah berbentuk badan usaha. Maka dari itu, disini peran pengalaman itu sangat penting. Kris sendiri mengatakan bahwa jika ada yang melamar kerja ke perusahaannya, ia lebih suka menerima mereka berdasarkan pengalaman dengan menunjukan portofolio dibandingkan dengan nilai ijazah dengan IP 3,9.

Pengalaman menjalankan suatu proyek pembuatan game adalah sebuah gerbang utama dalam merintis industri game. Jadi dia sendiri mengatakan kepada para mahasiswa jika mereka ingin berkarier di Industri game maka segeralah membuat karya walaupun itu sederhana.

4. Rekrut CO founder berpengalaman

Bisnis itu ibarat sebuah pohon. Sebenarnya dibalik kemegahan dan kekokohan pohon itu ditunjang oleh akar akar yang sangat banyak dan lebih panjang dari pohon itu sendiri. Bisnis pun demikian, sebenarnya diluar yang terlihat oleh orang lain itu hanya separuh atau bahkan lebih sedikit daripada apa yang ada didalam bisnis itu sendiri. Didalam bisnis yang tidak ditampakan kepada publik seperti halnya kinerja perusahaan maupun orang orang berbakat yang ada didalamnya itu adalah hal yang paling menunjang kesuksesan perusahaan.

Salah satu hal yang dilakukan oleh ceo kedua fonder game adalah dengan merekrut CO fonder untuk menunjang kesuksesan perusahaan dalam bisnis. Peran penting seorang CO founder adalah untuk saling melengkapi kekurangannya satu sama lain. Jadi CO founder itu sama halnya sebuah “sahabat” dalam lingkup sosial. Mereka saling melengkapi satu sama lain untuk membangun usahanya tersebut.

Memiliki bisnis sendiri berarti kita lah yang menjadi bos, kita tak perlu takut akan berbuat apapun, kecuali ketakutan akan runtuhnya usaha itu sendiri. Apalagi jika kita tidak mampu mengelola usaha itu sebaik mungkin.

Dalam dunia game, tentunya sebagai developer atau creator dari game itu sendiri memiliki proyek yang berkelanjutan. Jadi tidak sekali peluncuran produk lalu jadi begitu saja. Melainkan harus selalu memperbarui game itu agar sesuai dengan kriteria yang diinginkan pengguna dan tentunya untuk mengurangi bug bug yang selalu bermunculan.

Tanpa partner bisnis akan sulit berkembang

Namun jika kita melakukan segalanya sendirian tanpa seorang partner, itu akan sangat sulit. Karena kekurangan kekurangan dari setiap game yang kita buat pasti selalu ada, dan hal itu harus diperbaiki secepat mungkin. Sementara itu mungkin kita sedang ada proyek lain yang harus selesai dalam deadline sekian waktu. Nah inilah yang menjadi kendala besar bagi seorang developer.

Maka dari itu peran penting co founder lebih terlihat jelas disini. Karena dengan mereka kita jadi lebih sempurna. Mungkin kita memiliki sikap relalistis dan mereka memiliki sikap idealis, hal ini jika dijalankan bebarengan pasti akan menjadikan peluang keberhasilan lebih besar.

Orang yang idealis akan selalu merasa ada yang kurang dengan produk yang mereka buat, sedangkan mereka yang realistis akan selalu menjalankan sesuai kenyataan. Mereka tidak berharap banyak tapi yang penting bisa terwujud harapan itu. Jadi jika anda adalah seorang CEO yang memiliki sifat realistis maka carilah mereka yang idealistis agar saling melengkapi.

Jika anda lihat seperti halnya google, microsoft, apple, dan facebook pada awal awal buatnya itu mereka punya tim yang terdiri dari 2 hingga 5 orang. Karena mereka juga tahu bahwa mereka tidak bisa bergerak sendirian. Karena jika bergerak bersama orang lain yang memiliki passion sama pasti akan mampu melengkapi setiap kekurangan dari masing masing yang dibuat. Misalnya dalam melengkapi dari segi kontrol kerja, manajemen perusahaan, pembagian waktu, pengejaran deadline dan sebagainya.

Baca juga : Educa Studio Salatiga Hasilkan 280 Game Aplikasi

Demikianlah pembahasan mengenai tips merintis industri game ala Kris dan Adam selaku senior dalam bidang industri game di Indonesia. Semoga hal ini bermanfaat bagi kita semuanya.


Loading...
Baca selengkapnya

Salam kenal semuanya, Saya Blogedewek. Hobi saya membaca, berkebun, dan tidur. Suka nulis juga di blog klikmania tercinta ini. Saya juga pemilik dari tokofora yang menjual padi basmati.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close