Bisnis OnlineInternet

Tips Sukses Menjalankan Start Up agar Cepat Berkembang

Pernahkah terpikirkan oleh anda untuk membuat dan menjalankan start up? Saya sendiri sebenarnya memiliki banyak ide untuk membuat start up dari berbagai bidang. Tujuannya pasti untuk mengatasi masalah yang saat ini sedang terjadi atau memudahkan sesuatu yang masih ribet.

Namun hal tersebut tidak pernah terwujud ataupun berkembang karena saya sendiri memiliki keterbatasan untuk menjalankan start up tersebut, baik keterbatasan pengetahuan maupun keterbatasan dana.

Banyak anak muda yang memiliki ide – ide besar yang dapat diterapkan dalam sebuah aplikasi digital yang semuanya berbasis internet. Namun walau mereka telah memiliki banyak dana dan pengetahuan tentang hal itu, bukan berarti mereka tidak bisa gagal.

Bahkan banyak sekali start up yang tumbang bukan karena kehabisan dana, tapi dari cara mereka memanajemen yang salah atau tidak tepat. Misalnya tidak bisa saling menerima pendapat anggota lain dalam 1 timnya, sehingga hal itu akan menyebabkan suatu masalah sendiri pada akhirnya.

Inti dari pendirian dan pembangunan sebuah start up adalah dapat menyelesaikan masalah dan memudahkan orang lain. Untuk itu anda harus bisa menyelesaikan masalah yang sedang terjadi atau meringkan kerjaan orang lain. Karena orang sekarang ini lebih suka dimanja, lebih mudah bayar yang penting dapat daripada harus capek capek sendiri. Maka dari itulah anda harus jeli melihat peluang yang ada dalam masalah ini.

Contohnya start up parkiran yang sudah saya bahas di artikel sebelumnya, bahwa dia memiliki tujuan untuk memudahkan orang lain dalam parkir. Jadi jika nantinya banyak yang merasa “terbantu” dengan layanan yang anda miliki, maka layanan tersebut akan berkembang.

Demikian sebaliknya, jika banyak orang yang justru merasa ribet atau tidak nyaman dengan layanan yang anda buat, maka mereka pun akan meninggalkannya.

Tips Sukses Menjalankan Start Up

menjalankan start up

Dibawah ini ada beberapa tips sukses menjalankan start up yang berasal dari beberapa perusahaan yang sekarang ini telah berkembang. Contohnya adalah perusahaan grab. Kita bisa belajar dari mereka yang telah sukses untuk diaplikasikan ke start up yang kita miliki. Langsung saja simak tips tips nya berikut ini:

1. Persiapkan diri untuk lelah, sibuk dan frustasi

Dalam hal apapun memang lelah adalah hal yang sudah pasti. Namun kadangkala seseorang yang sudah terbiasa hidup enak, mereka tak suka melakukan hal hal yang melelahkan. Padahal jika diri kita terus menerus mengikuti kemauan untuk santai santaian, tujuan apapun tak akan pernah bisa tercapai.

Kelelahan baik kelelahan fisik, mental akan memberikan dampak negatif bagi diri kita. Akan tetapi kita tidak bisa terus menerus pada zona nyaman. Kelelahan itu perlu kita dapatkan dari hasil kerja kita. Karena hal itulah yang menjadi salah satu tanda bahwa kita memiliki sikap kerja keras.

Berbagai hal semacam itu juga dipaparkan oleh deputi manager grab Indonesia Hong Eu Gene. Ia mengatakan bahwa untuk menghemat biaya, mereka memilih penerbangan di malam hari. Mereka pun saling berbagai tempat tidur dengan teman teman sekantornya.

Bagaimanapun juga, rintisan perusahaan yang baru saja berdiri memiliki kesibukan yang luar biasa. Selain itu, mereka juga tidak punya banyak modal, baik karena belum ada investor atau alasan lain. Sehingga mereka memilih untuk berhemat sehemat mungkin dalam pengeluaran uang. Hal ini merupakan hal yang sama dialami oleh grab.

Jika kita lihat para perusahaan yang telah sukses, merekapun dulunya start up yang dibangun dengan susah payah. Banyak yang tidak memiliki waktu tidur karena mengurus hal tersebut, bahkan sampai putus dari sekolah hingga dari pekerjaan yang telah mapan. Pengorbanan semacam itulah yang akan terbayarkan kelak, dan saat ini mereka sudah menikmati hasil dari pengorbanan yang penuh kesusah payahan tersebut.

Menjalankan start up apalagi itu start up milik sendiri itu menandakan bahwa anda bukanlah sebagai karyawan lagi. Cara pandang dan perilaku pun harus diubah. Jika karyawan bisa santai disaat libur, namun para pendiri start up justru frustasi di saat saat libur. Walau istirahat, tapi pikirannya selalu kepada start up dan proyek yang sedang dihadapi.

2. Harus betul betul paham tentang start up sendiri

Bagaimana mungkin menjalankan start up dan membuatnya jadi maju jika tidak mengenal dirinya sendiri. Betul bukan? Untuk itulah jika anda ingin mengembangkan start up, alangkah baiknya untuk mengetahui mengenai seluk beluk diri anda, bagaimana anda bisa berkembang dan bagaimana standar usaha anda.

Untuk mengetahui mengenai seberapa pahamnya tentang start up yang dibuat, anda bisa memberi pertanyaan kepada diri sendiri. Misalnya mengapa anda membuat start up, apa tujuan kedepannya, bagaimana strategi yang digunakan, kapan harus bisa balik modal, apasajakah yang menjadi target jangka pendek dan jangka panjang, siapa saja pesaing konsumen dan rekan bisnis anda, dan masih banyak lagi.

Silakan tanya lalu jawab sendiri. Dan lihatlah, apakah jawabannya sudah matang ataukah belum. Semakin yakin dengan jawaban anda, maka hal tersebut menunjukan potensi yang baik bagi start up.

Banyak sekali start up yang buru buru dalam mengambil keputusan. Memang kalau pertama kali memiliki ide ingin segera diwujudkan agar tidak dikira start up yang “meniru”. Namun seringkali mereka tidak memperhatikan banyak faktor seperti kondisi pasar. Karena sebagus apapun idemu, jika kondisi pasar tidak mau menerima anda karena anda tidak dibutuhkan, maka akan gagal. Sebaliknya jika ide anda sederhana tapi memang betul betul dibutuhkan oleh orang banyak maka itu akan berhasil.

Memang kita sendiri tidak bisa mengetahui secara pasti mengenai masa depan start up yang kita bangun. Tapi setidaknya kita dapat “memprediksi” atau memperkirakan seperti apa kedepannya. Jika mendukung perlu kita lanjutkan jika tidak mendukung perlu kita hentikan.

Maka dari itu sejak awal kenalilah diri anda sendiri, kenali lingkungan anda, dan kenali masa depan. Untuk itu anda perlu menggali setiap informasi yang diperlukan. Tak usah malu belajar kepada siapapun. Karena dalam membangun dan menjalankan start up, pengalaman orang lain adalah ilmu berharga bagi kita.

3. Ikuti ajang kompetisi bergengsi

menjalankan start up
The Next Dev via http://tekno.liputan6.com

Bagi anda yang mungkin memiliki keterbatasan modal, akan lebih baik mengikuti ajang kompetisi bergengsi. Misalnya di Indonesia mengikuti progam the Next Dev dari Telkomsel. Dengan ini anda bisa menambah wawasan, pengalaman, dan tentunya dikenal oleh lebih banyak orang.

Tapi jika anda mulai dari berdiri sudah ingin prospek besar dan punya banyak anggota dalam team, cara ini kurang tepat. Karena start up yang sudah memiliki modal banyak biasanya akan langsung menjadikannya berbadan usaha.

Namun jika anda bersama team punya gagasan unik dan ingin mendapatkan modal, wawasan, pengalaman, dan teman banyak, mengikuti kompetisi semacam ini tidak menjadi masalah, malahan akan sangat bagus. Jika anda memiliki tekad yang kuat dan ide yang cemerlang ditambah dengan gagasan gagasan yang unik, maka anda berkesempatan untuk menang atau menjadi juara.

Bagaimanapun juga, menang atau kalah dalam kompetisi itu hasil akhir. Prosesnyalah yang sangat berguna bagi kehidupan anda. Jadi selama mengikuti kompetisi, berbagai macam pembekalan pembekalan harus anda ikuti sebaik mungkin. Karena ilmu ilmu dari mereka yang telah sukses itu sangat mahal, dan jarang didapatkan di lain kesempatan selain itu.

Semua itu terserah kepada anda. Mau ikut kompetisi atau tidak anda sendirilah yang menentukan. Jika anda start up kecil akan banyak sekali manfaat jika mengikuti hal semacam ini. Namun jika anda adalah start up besar, maka akan banyak waktu yang terbuang dengan mengikuti hal semacam ini. Silakan tentukan bersama rekan lain dalam tim anda sendiri mengenai hal ini.

4. Berani mempertaruhkan stabilitas keuangan

Jika anda ingin bergabung disebuah start up apalagi menjalankan start up sendiri maka harus berani menghadapi risiko keuangan yang anda miliki. Kadangkala pemilik start up menghabiskan semua tabungan pribadi bahkan meminjam ke bank dalam jumlah sangat banyak. Jika mereka gagal, nanti akhirnya dirinya sendiri yang kerepotan dan mendapatkan banyak masalah. Maka dari itu, anda perlu pandai pandai dalam mengatur antara keuangan pribadi dan keuangan usaha anda.

Selain itu, seseorang yang ingin bergabung atau ditawari untuk ikut bergabung di sebuah start up, mereka dijatuhi pilihan berat antara ingin meninggalkan pekerjaan saat ini yang sudah pasti dan mapan atau bergabung di start up yang belum memiliki kepastian. Inilah pilihan yang meresahkan. Tapi kadangkala adanya kesukaan akan hal baru tersebut dan merasa tertantang untuk mendapatkan

Hal ini dialami oleh pimpinan operasional grab Singapura yaitu Kell Jay. Ia telah membangun karier yang begtiu lama di dunia konsultan manajemen. Dia merasa dalam kondisi yang sangat sulit selama beberapa bulan. Ia pun terus menerus memikirkan hal ini. Tapi karena baginya itu adalah kesempatan untuk memulai perusahaan dari awal, risiko apapun ia hadapi.

Di luar itu, banyak orang yang rela berhenti dari pekerjaan yang menggajinya besar dan memilih untuk membangun bisnis sendiri. Mereka percaya pada peluang, sehingga melupakan mengenai risiko keuangan yang akan mereka hadapi. Mungkin awalnya mereka mengalami kesulitan yang luar biasa. Seperti stok uang yang semakin menipis dan bahkan kekurangan uang untuk sekedar membeli kebutuhan hidup. Tapi karena kondisi itulah yang menjadi batu loncatan baginya untuk bisa segera keluar darinya.

Memang dalam menjalankan start up itu banyak hal yang harus anda dipertaruhkan. Salah satunya adalah dalam mempertaruhkan kenyamanan hidup dan kondisi keuangan yang anda miliki. Kondisi uang banyak atau sedikit jangan jadi alasan untuk membuat diri kita tidak melangkah maupun bermalas malasan.

5. Maksimalkan kekuatan yang dimiliki

Jika kita lihat perusahaan grabtaxi Indonesia, dia bergerak cepat dalam hal peluncuran. Dimintai untuk mengajukan proposal malam hari, paginya sudah diajukan ke Indonesia dan mulai mencari karyawan serta merekrut karyawan. Dalam waktu kurang dari 2 bulan saja sudah di luncurkan grab taxi di Indonesia.

Kadang kekuatan yang kita miliki yang berasal dari tekad kuat serta passion tinggi dapat mencapai suatu tujuan dengan cepat daripada mereka yang punya modal besar tanpa diiringi dengan tekad yang kuat.

Anda bisa membandingkan start up anda dengan perusahaan yang telah lebih dulu bangkit. Coba bandingkan apa saja kekuatan yang anda miliki namun tidak ada di pesaing anda. Lalu anda kembangkan kekuatan tersebut sehingga bisa menjadi daya tarik untuk bisa mengalahkan para pesaing pesaing anda.

Mungkin di luar sana ada atau bahkan banyak yang mengatakan start up anda akan gagal kedepannya. Memang bangkrut adalah hal yang pasti bisa terjadi, tapi jangan jadikan alasan apapun yeng menyebabkan anda menuju kebangkrutan. Salah satunya adalah menyerah dalam menghadapi kompetitor.

Yang juga perlu diingat adalah jangan memandang sesuatu dari sisi materi saja. Misal perusahaan lain memiliki dana yang besar. Kalau anda tidak bisa menyainginnya untuk saat ini, maka lakukanlah hubungan yang baik kepada orang lain seperti mitra atau pelanggan anda. Dengan membuat diri anda lebih peka terhadap kemampuan sendiri, maka bisa dengan mudah mememangkan persaingan.

6. Teamwork yang hebat akan membuat semakin maju

menjalankan start up

Salah satu bagian terpenting dalam sebuah perusahaan adalah teamwork. Kalian mungkin bisa mendirikan perusahaan sendiri, namun untuk menjalankan start up, anda butuh team. Karena itu, anda harus menghargai mereka orang orang yang telah bergabung dari awal dan juga ikut serta dalam mengembangkan start up milik anda.

Anggota dalam team adalah elemen penting dalam menjalankan start up yang harus tetap dijaga dan ditingkatkan. Lakukannlah berbagai macam pertemuan pertemuan di luar kerja, dan sering seringlah berinteraksi dengan mereka diluar acara kerja maupun saat kerja. Ini akan memudahkan dalam menggali potensi masing masing anggota dalam team agar saling melengkapi setiap kekurangan.

Hal itu juga akan menjadikan setiap permasalahan yang ditemui bisa diselesaikan lebih cepat. Dan nantinya anda akan mendapatkan kepercayaan serta dukungan dari mereka semuanya. Yang terpenting, anda jangan pernah saling menjatuhkan anggota dalam team anda. Karena itu akan menjatuhkan start up dalam waktu singkat.

7. Selesaikan masalah dengan hati dan pikiran

Seringkali berbagai macam permasalahan tidak bisa dengan mudah diselesaikan hanya dengan modal uang saja. Kendala kendala dalam start up itu ada yang hanya bisa diselesaikan dari hati. Karena dengan mengandalkan hati dan pikiran, berbagai macam solusi solusi terbaik pasti lebih sering menyertai kita.

Salah satu hal yang seringkali diabaikan adalah memberi penghargaan kepada rekan kerja dalam team anda. Nggak perlu dalam bentuk uang ataupun barang berharga, memberi pujian atas pencapaian usaha orang lain juga bisa membuat sesuatu yang luar biasa. Karena seringkali dalam satu team itu ada persilisihan yang akan membuat hubungan semakin renggang. Dengan memberikan penghargaan kecil saja, akan memulihkan berbagai keretakan hubungan.

Selain itu, jika anda sering mentlaktir rekan dan mitra kerja serta mengalokasikan waktu bersama mereka untuk ngopi bareng, main bareng, sharing bareng atau dengan memberikan mereka kejutan di saat saat spesial itu akan memberikan dampak yang sangat positif. Atau jika berhasil mencapai target atau mendapatkan keuntungan lebih, maka belikanlah mereka sesuatu yang berharga. Mereka semua tentu akan sangat menghargai tindakan anda tersebut dan tidak akan merasa diperas kerjanya.

Itulah sedikit pembahasan mengenai tips sukses menjalankan start up. Semoga hal ini bermanfaat bagi kita semuanya. Jika anda semua memiliki start up dan ingin mengembangkan menjadi lebih luas lagi, maka pelajarilah secara rinci mengenai berbagai tips sukses di atas. Terima kasih.


Loading...
Baca selengkapnya

Salam kenal semuanya, Saya Mas Mus. Hobi saya membaca. Suka nulis juga di klikmania tercinta ini. Saya juga pemilik dari tokofora.com, sebuah toko online terpercaya.

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close